Translate

Telusuri via Blog Ini

Sabtu, 22 April 2023

REFLEKSI DIRI; Waktu berputar Yang menggoyang Jiwa dan Raga

Renungan ..  sebuah perjalanan waktu.

memandang   dunia dari  sudut sejarah dan realitas  hari ini   hingga ramalan hari esok jauh..,  aku  tercenung dengan apa arti kehidupan, kemanusian, dan peradabannya ? .  sejarah manusia dalam damai dan perang, silih berganti  -sejak nabi adam , kelompok suku,  kerajaan , sampai negara demokrasi -saat ini.   manusia seperti sifatnya, karakternya  - mempunyai jiwa atau perangai  baik dan buruk.  sepertinya mengendalikan manusia menjadi pendamai atau pembuat perang/kerusakan. dominasi ada tidaknya  sifat baik atau buruk dalam setiap orang/kumpulan orang, mewarnai kehidupan orang atau kelompok orang, masyarakat,  bahkan kehidupan berbangsa  ataupun  hubungan antara negara. betapa  kehidupan manusia diliputi  pristiwa  perperangan dan juga perdamaian  atau konflik  -pertikaan dan  hubungan rukun -damai. dalam terminologi  bahasa -antara   cinta dan benci  melahirkan  keterikatan  atau sebaliknya  perceraian-penguraian-perpecahan. asal usul  pengetahuan  tentang "  cinta  dan benci " melahirkan   filosofi  kehidupan atau  filsafat   tentang hidup mencapai kebahagian.  pencapaian nilai nilai tertinggi dari sesuatu otoritas yang diyakini yang patut diakui dan dihormati, menjadi  munculnya nilai nilai ketuhanan atau lahirnya  agama  sebagai kepercayaan untuk mengikuti  nilai  cinta, baik  dan menjauhi  nilai benci, buruk, jahat. 

Agama ... menjadi  nilai nilai  kelompok manusia,  suku, bangsa , bahkan  meluas antara   bangsa; bahkan  sejak  lahirnya  sebagai  agama animisme ,  dinamisme sampai  agama  wahyu/ para nabi -  rosul, hakekatnya  mengajarkan  kehidupan yang " penuh cinta, kebaikan " kepada penganutnya, mengajarkan setiap orang menjadi  baik dan  cinta  terhadap manusia , terhadap alam, terhadap yang maha tinggi/kuasa atau yang dianggap sebagai tuhan, dewa. 

Esensi   nilai agama , sebenarnya  hanya berarti dan berguna bagi penganutnya  sebagai  individu, nilai yang menjadi kebutuhan  dalam menjalani realitas kehidupannya, menghadapi masalah kehidupan, bahkan cara memperoleh kehidupan yang damai, bahagia, penuh cinta  terhadap dirinya dan lingkungannya.  namun ... dan aneh , ketika  orang  menggunakan agama  untuk  kepentingan dirinya atau kelompoknya  dengan  berakibat  kepada orang atau kelompok lain  secara negatif,;  timbul kebencian, kekejian, bahkan  membunuh dengan atas nama agama  atau kalimat tuhan.

Timbul peperangan atas agama  atau  antara   agama  karena sifat-sikap- perilaku penganut agama yang kehilangan jatidiri esensi dari agama  itu sendiri.  penganut  agama yang menganggap pemangku tanggung jawab atas nama tuhan  atau mengangkat dirinya  sebagai simbol pemilik  nilai  kebenaran tuhan, sehingga   menggunakan otoritas  dirinya kepada penganut lain untuk mengikuti  hawa nafsunya sendiri; penganut agama yang taklid buta   mengikuti saja fatwa yang ' hakekatnya adalah buah pendapat pribadi, bukan nilai nilai tuhan sebenarnya. Pengikut yang setia  dari "sang imam" menjadi terbiaskan dari esensi  nilai agama dan semakin  jauh hanya mengikuti apakata sang imam- dan sangat sulit menilai  dengan objektif  ; hal tentang nilai baik -buruk,  benar -salah  atau cinta -benci. 

Sungguh...  kelemahan  agama  adalah sudut  orang beragama , apakah agama hanya sebagai atribut atau alat, simbol  untuk  dirinya atau agama sebagai pandangan hidup atau kebutuhan  hidup yang menghidupkan untuk dirinya ? atau kedua-duanya ?

Suatu kondisi  yang harus ada , tidak bisa tidak ada ( qonditio sine quanon) , setiap orang  mempunyai pilihan beragama atau keyakinan; orang  memilih beragama atau tidak beragama , suatu hal yang sama kondisinya.   Orang yang memilih  tidak beragama atau tidak berkeyakinan adalah buah akal, kalbu, pikiran terhadap  dirinya dan alam hidupnya, begitu pula  orang yang memilih beragama atau berkeyakinan.   Sikap, perilaku  dari pilihan itu ,  melahirkan ritual-seremonial ,  gaya hidup,   budaya  dalam kehidupan yang khas,  unik, "bahkan dianggap nyeleneh, tidak masuk akal, dll." bagi  orang yang berbeda pilihan, bahkan  perselisihan,  perkusi, permusuhan, perperangan ;  bahkan  diantara  orang yang sama sama beragama dengan sama pilihan.  Seolah - olah ada  pemeluk pilihan ingin mendominasi yang lain atau beda pilihan  sebagai yang "Benar dia dan yang lain Salah"; bahkan kehidupan  dunia  dibuat menjadi hitam-putih (dunia salah -benar). 

Sebagai manusia yang bersosialisasi, manusia menjadi berkelompok, bermasyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara- dengan sendirinya,   timbul aturan sosial atau norma sosial atau perjanjian sosial  tertulis ataupun tidak tertulis - yang kemudian menjadi peraturan, undang-undang, bahkan undang undang dasar berbangsa dan bernegara.  Sebagai individu dan  anggota masyarakat atau warga negara  tentu ada hal yang disepakati bersama  dan ada yang tidak diterima  secara individu,  namun kepentingan bersama dapat menjadi utama dari  pribadi bila memiliki tujuan yang mulia dan  bersama. Nilai nilai individu tidak bisa  dipaksakan begitu saja kepada nilai nilai pentingan masyarakat yang sudah mapan atau bila  sudah menjadi tradisi-budaya yang sangat lama.  
Perubahan sosial terjadi bila  nilai nilai individu yang baru( Pembaruan/Inovasi/Kreasi/Penemuan) dapat diterima  dan bermanfaat  bagi masyarakat; bahkan masyarakat dunia. Namun  secara individu  atau kelompok nilai nilai yang diterima dapat berdampak   berbeda; mungkin  bagi yang lain memberi dampak baik/ positif tetapi bagi yang  lain -justru menjadi  buruk/ negatif.

Perubahan sebagai manusia bersosial, ber-agama/keyakinan, berinovasi-cipta budaya atau ilmu dan tehnologi,   tradisi sosial dan perubahan adaptasi alam berakibat  timbulnya peradaban- generasi peradaban yang berbeda -berselang berapa  abad  kehidupan manusia,  sampai  generasi peradaban milinial/ tehnologi informasi 5.0(5.0 era).  Perubahan   utama akibat  tehnologi digital-informasi,  internet of the thing(IOF),  dimana    transformasi informasi yang  cepat dan tehnologi mekanik-elektrik, digital berbasis printah/ internet of  the thing dengan kecepatan G 5/6 , membuat  semua produk jasa -barang  lebih  efisien-efektif- serba  super dibandingkan 1 dasawarsa sebelumnya,  apalagi jauh kebelakang. Berbasis  Big Data- artificial intelligen (inteljen  artifisial/buatan) atau sebagai mindchips robotic(artificial brain), membuat  mesin  yang dikerjakan manusia bisa bekerja secara   robotik , kendaraan transpor pribadi-umum tanpa  sopir, dan aplikasi  bidang  lainnya. 

Hal  tersebut  menimbulkan perubahan yang mengejutkan atau ledakan perubahan yang  dasyat ( Disruption era)  bagi  semua  manusia di muka  bumi ini-  tanpa perkecualian. perubahan yang berdampak keseluruh  aspek kehidupan manusia dan interaksi manusia dengan alam-lingkunganya ,  bahkan diluar alamnya -seperti luar angkasa. 
Perubahan sudut pandang manusia terhadap perubahan tersebut dapat menjadi tantang bagi agama atau pengikut -pemeluk  agama atau keyakinan yang sudah mapan. Dimana  kedudukan dan peranan  agama  atau pemuka agama atau pengikut agama  terhadap perubahan nilai baru yang timbul? apakah  agama  semakin jauh (degradation) atau menjadi terkuatkan(reinforcement)?  Bila  kesenjangan kesenjangan  makin  timbul dan makin jauh , maka  konflik dalam beragama semakin banyak- dan panjajng,  tetapi   bila semakin hilang, agama  menjadi  rahmat bagi pemeluknya.
Antispasi  kesenjangan sangat  penting dengan cara  merefleksi, mereview, merenovasi - evaluasi semua  kemajuan dengan nilai esensial  dari pesan pesan agama yang universal.

Hakekat dari nilai  universal itu adalah   nilai kemanusian yang di-muliakan, di-utamakan oleh manusia itu sendiri. Memanusiakan-manusia  dari manusia yang mempunyai sifat kehewanan, kebinatangan, dari paham hukum rimba- atau hukum alam -rantai makanan. Kemanusian  yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, bagi makhluk hidup dan lingkungannya.

Keragaman  budaya manusia , agama, keyakinan,  menjadi kekayaan nilai nilai kemanusiaan,  dan menjadi rahmat dan kebahagian bagi seluruh makluk  di planet  bumi ini. Hal ini bukan suatu utopia  dengan era digital  tehnologi informasi 5.0. Hubungan erat  dapat  dijalin dengan jaringan informasi yang terekam, terjamin, terikat dan terenkripsi suatu proses transaksi sosial, ekonomi, hukum, keamanan, budaya, dll,nya.


Sekian...  coba   renungkan kembali   -- dalam kita  beragama  !!!

Tidak ada komentar: