Translate

Telusuri via Blog Ini

Sabtu, 16 April 2022

Demokrasi : Kebebasan berpendapat



                               

Dalam system masyarakat yang menganut paham demokrasi, “berpendapat” adalah hal yang biasa dan menjadi hak setiap orang dan bebas disampaikan atau dikemukakan kepada public, pemerintah, negara. Namun dalam paham demokrasi terdapat norma dari rakyat untuk rakyat, untuk kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara; artinya kebebasan berpendapat harus mengikuti norma bersama yang sudah disepakati secara politik dalam peraturan, undang undang, undang undang dasar negara yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan negara. Dalam “kehidupan demokrasi” kekuasaan politik diberikan dalam system perwakilan dipemerintahan(eksekutif) dan dewan perwakilan rakyat (legislative) yang dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum secara bebas dan rahasia. Pemerintahan (Presiden) dan DPR bersama sama membuat undangan-undangan(UU) dan mengangkat aparat keamanan dan hokum negara , seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Yudisial, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Polisi , Komisi komisi negara (Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Pemilihan Umum , dll.); Hal itu adalah produk politik demokrasi yang mengemban amanat rakyat, untuk mengolah kehidupan bangsa dan negara mencapai kehidupan yang layak- adil dan makmur/sejahtera dan sentosa.

Kamis, 14 April 2022

IRONI DEMOKRASI INDONESIA


Bentuk Negara Indonesia   adalah negara kesatuan republik indonesia yang  menganut  system demokrasi Pancasila. Dalam prakteknya  kekuasaan  dianut berdasarkan teori   “trias politika” yaitu kekuasaan eksekutif, yudikatif, legislative secara terpisah.  Kekuasaan  Eksekutif  dan Legislatif di pilih oleh rakyat melalui pemilihan umum  secara langsung, sedangkan  yudikatif (Mahkamah  Agung, Jaksa Agung, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Yudisial) dipilih kepala eksekutif (Presiden) dengan persetujuan legislative (DPR, MPR,DPD).  Sebagai negara  yang  mempraktekan paham demokrasi yang termasuk terbesar   di dunia,  demokrasi di Indonesia sudah kelewatan( kebla-blasan) atau sangat liberal. Tidak seperti di negara asal paham demokrasi di Barat – dimana misalnya Amerika Serikat, partisipasi  politik di wakili oleh hanya dua partai politik yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik, berbeda  sebaliknya  di Indonesia, Partisipasi politik rakyat diwakili oleh banyak partai politik,  namun juga oleh diluar partai politik -  seperti   Mahasiswa, Organisasi  Buruh, Ormas-ormas yang melakukan pergerakan politik.   Hal ini berbeda  dengan negara asal demokrasi,  tidak ada  pergerakan politik diluar partai politik,  semua aspirasi demokrasi disalurkan melalui partai politik dan kekuasaan dijalankan sesuai teori trias politika,  bila terjadi ketimpangan  atau penyalahgunaan  kekuasaan  politik, atau kebijaksanaan politik yang dianggap merugikan kepentingan rakyat,  maka rakyat  dapat lakukan tindakan politik dengan tidak lagi memilih partai yang berkuasa pada periode pemilihan umum periode berikutnya. Di Indonesia praktek kekuasaan politik, dengan  banyak partai politik, dan non partai(yang dianggap kekuatan politik tersembunyi atau informal) , realitasnya   partisipasi politik rakyat- tidak terwujud dan terwakili oleh kekuatan partai politik, seolah olah  diwakili oleh kekuatan  non partai yang berpolitik- seperti mahasiswa, ormas.  Di negara demokrasi Barat  tidak pernah kekuatan non partai sebagai kekuatan politik yang menjadi oposisi pemerintahan yang resmi.  Aspirasi  politik hanya melalui partai politik, atau bila ingin berpolitik, maka bisa masuk menjadi anggota partai politik;  demontrasi  terhadap pemerintah   dilakukan oleh  anggota  partai politik-  sebagai partai oposisi. Coba perhatikan di Negara Singapura, Malaysia, Australia, Eropa, Amerika Serikat, apakah ada   demo demo yang dilakukan oleh  anggota diluar partai?

 

Selasa, 12 April 2022

Father of Radiology Intervention





Charles Theodore Dotter adalah perintis radiologi vaskular Amerika Serikat (lahir 14 Juni 1920 – wafat 15 Februari 1985) yang mengembangkan radiologi intervensi. Dotter, bersama dengan peserta pelatihannya Dr Melvin P. Judkins, menjelaskan tentang angioplasti pada tahun 1964.

Dotter sekolah dan menerima gelar sarjana seni pada tahun 1941 dari Duke University. kemudian melanjutkan sekolah kedokteran di Cornell, di mana dia bertemu dan menikah dengan istrinya, Pamela Beattie( seorang kepala perawat di Rumah Sakit New York) pada tahun 1944. Dia menyelesaikan magangnya di Rumah Sakit Angkatan Laut Amerika Serikat di Negara Bagian New York, dan residensinya di Rumah Sakit New York.

Dotter adalah orang yang pertama kali melakukan angioplasti dan pemasangan stent yang dilakukan melalui kateter, untuk mengobati penyakit arteri perifer(peripheral arterial disease) di tahun 1964.

Dotter jugalah pada tahun 1950, mengembangkan majalah Roll-Film X-Ray otomatis yang mampu menghasilkan gambar dengan kecepatan 2 per detik.





Minggu, 10 April 2022

"Kehendak Bebas/ free will" Manusia



Dalam konsep yang ideal -manusia mempunyai “kehendak bebas yang mulia” yang melahirkan rekayasa kehidupan yang beradab, namun- sejarah manusia mencatat, kehendak bebas manusia telah menimbulkan kerusakan dan dianggap “tidak beradab” pada waktu yang lalu dan terus mengancam sampai saat sekarang kehidupan manusia. Timbulnya perperangan/konflik antara suku, bangsa, negara disebabkan adanya “kepentingan kehendak bebas” manusia. Kehendak mulia seolah jauh dari keinginan esensial –eksistensial, manusia sebagai makhluk yang mulia, tetapi sebagai makhluk buas-liar. Pada tataran moral –kehendak bebas manusia diarahkan atau dituntun kepada norma norma yang disepakati bersama(masyarakat) atau keluhuran ajaran agama, namun – nilai nilai tersebut ter-disintergrasi pada nilai nilai individu baru –zaman digital atau era tehnologi informasi-robotik atau virtual reality-game; zaman ekonomi digital-internet of thing dengan gadget/dawai pintar(smarth phone); merubah sikap perilaku bebas manusia lebih terbuka dan saling mempengaruhi.

Perubahan sudut pandang /perspektif manusia terhadap dirinya sendiri dan terhadap dunia/peradaban manusia saat ini sangat drastis , sangat transparan, terbuka, mudah yang dapat melemahkan atau menguatkan sikap-perilaku setiap orang atau banyak orang dalam waktu yang singkat. Perubahan norma norma atau nilai nilai social menjadi bersifat global, sesuatu yang trending –seperti menjadi acuan social kemana arah sikap-perilaku, seperti trending budaya, politik, lifestyle, ekonomi, dll. Perubahan ini mencuat sejak adanya mesin computer pencarian data, seperti google, yahoo, dll. Kemudian berkembang setelah adanya media social via internet seperti youtube, facebook, twitter, skype, whatsapp, dll. Juga game-online, bisnis online, e-commerce hingga semua aktifitas pekerjaan berbasis tehnologi elektronik digital – internet –dari segala urusan administrasi –sampai keamanan berbasis cyber-net. Dunia manusia seperti tidak pernah tidur, gelombang elektronik –internet menerangi malam hari –seolah olah manusia bekerja 24 jam walaupun dalam keadaan tidur, karena computer, smartphone tidak pernah mati. Dunia kertas sudah seperti ditinggalkan, tulisan cantik bukan menjadi nilai kerapihan seorang untuk mendapat pujian sebagai seorang sekretasis, tetapi dokumen atau informasi atau perintah dapat dibagikan dalam format yang singkat, cepat, to the point, melalui smart-phone. Transaksi ekonomi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi yang dibuat khusus, seperti membayar listrik, baya pajak, biaya sekolah, bank, pesan dan bayar taksi/transport, menjual, pesan dan bayar makanan-minuman, menjual barang/dagang, dll.

Manusia masa kini, seolah olah mendapatkan “kenikmatan atas kemajuan tehnologi informasi” dengan dimanjakan kehidupan dengan tehnologi internet berbasis 4.0 / 5.0 (kecepatan computer dan internet yang tinggi), semua kebutuhan dan pekerjaan bisa dilakukan secara online dirumah-tanpa harus keluar rumah, kecuali kerjaan bersifat fisik tertentu. Begitu juga pekerjaan berbasis media-sosial yang mendapatkan “fee dari input content” , menjadi trending seperti menjadi youtuber, influencer, endorse –sebagai bintang iklan atau meng-iklan produk jasa-barang.

“ jualan online” menjadi modus ekonomi sejak adanya aplikasi media social dan setiap orang bisa mendapatkan –keuntungan ekonomi digital dalam bentuk uang secara online atau langsung offline. Media elektronik berbasis stasiun televisi sudah berubah pula bentuknya mengikuti basis aplikasi untuk mendapatkan pemirsanya/subscribernya, bila tidak akan tersingkirkan.

Perubahan juga terjadi –cara pandang orang terhadap apa yang sudah “mapan” atau norma atau konsep hidup yang ada. Khususnya terhadap bagian tubuhnya, seperti meng-endorse bagian wajahnya, dadanya, pinggulnya, bahkan bagian sensitive-organ sex di medsos untuk mengisi konten atau mendapatkan followers yang banyak; walaupun ada batasan atau aturan terhadap content yang sensitive dari admin aplikasi. Alasan sisi bisnis, batasan konten –menjadi longgar. Karena aplikasi tersebut mendapatkan keuntungan dari followers dan following yang banyak-juga iklan yang masuk. Orang tanpa malu atau beranggapan “bagian tubuh” adalah komoditas yang dapat menarik perhatian orang dan dapat menghasilkan uang atau bernilai ekonomi, hanya dengan menggunakan smartphone atau smart-camera bisa –meng-upload “gambar/video” dirinya ke aplikasi medsos- dimana dan kapan saja. Ada juga bukan alasan ekonomi, tetapi karena “iseng, kenakalan, narsis, flexing”. Keterbukaan yang global, membuat akses didapat semua orang untuk melihat “upload” yang trending/viral. Setiap orang dapat merespon atau mereaksi “anggapan apa yang baik atau yang buruk” dan hal itu dapat menjadi “content” dalam cannel medsosnya-yang bisa sebagai buzzer atau endorser atau influencer.

Dunia medsos menjadi “area bebas” tak terkendali, bila orang tidak memiliki standar norma –normal atau tanpa norma yang diakui bersama(disepakati bersama), orang bisa meng-eksplotasi dirinya sendiri atau orang lain –tanpa peduli –baik-buruk dampaknya -sikap-perilakunya bagi lingkungan dan masyarakat umumnya. Kegaduhan social-moral,susila, budaya, agama, dll. Dapat terjadi tidak hanya di dunia medsos/maya tetapi dunia nyata dengan sangat cepat dalam hitungan detik. Hal ini hanya terjadi karena jari dari “kehendak bebas/free will” yang mengklik smartphone dengan “kepentingan egonya”.

Kepentingan ego manusia yang sentris (egosentris) menjadi “trending” saat manusia “asyik “ dengan smartphonenya, asyik menyendiri menjadi individual masuk dalam virtual reality(VR) dari lingkungan sekitarnya/masyarakat sekitarnya; Atau sebaliknya dia masuk dalam dunia yang menguasai dirinya, kelompoknya(ego kelompok), yang meniadakan kelompok masyarakat lain. Intoleransi terhadap orang lain atau kelompok dengan kelompok terjadi dengan mudah di era sekarang karena medsos;karena jari pelaku medsos.

Cara pandangan manusia berubah secara positif kearah konstruktif - bahwa manusia memiliki kebutuhan bersama –baik secara individu dan masyarakat disekitarnya-interaksi yang luas dan cepat melalui sebaran informasi yang mudah diakses via internet. Manusia bisa berkunjung –wisata ke bagian dunia yang “unik dan menarik” – dibagian yang ada dan tidak ada di tempat tinggalnya; melalui medsos-internet, umat manusia menjadi lebih bersatu dan saling menghargai-hormati dan toleransi terhadap perbedaan kultur budaya- agama, normal-nilai social, aturan setiap bangsa-negara; tidak ada lagi diskriminasi berdasarkan SARA atau apapun; Dunia tanpa batas dan satu kesatuan manusia sebagai tempat hidup-kehidupan yang damai-sejahtera oleh ikatan jaringan informasi-seluruh aspek /system kehidupan. Internet of the thing sebagai network manusia hidup di era peradaban manusia modern yang serba cepat dan tepat serta terbuka; automatic – robotic dan artificial intelligence. Norma atau nilai nilai agamapun berubah dalam masalah masyarakat. Bagaimana pengajar atau pendakwah mengajarkan atau menyampaikan nilai –norma agama secara baik pada generasi kitab –ebook, milinial, five.zero. Tantangan fiqih terhadap informasi yang terbuka melalui medsos –internet harus dapat mengantispasi- disinformasi atau kebekuan –kebuntuan, kekakuan fatwa ulama.

Manusia dari sisi gender –laki laki dan wanita bukan menjadi masalah, bukan sesuatu yang perlu diperlakukan berbeda karena fisiknya, tetapi sama karena tanggung jawabnya, kesempatan mengaktualisasi dirinya sendiri; wanita dan laki laki memiliki kebutuhan yang sama dan satu sama lain saling membutuhkan dengan derajat/kedudukan yang sama. Perilaku social setiap orang menjadi sama di era digital internet of the thing; kesempatan orang muda dan tua, anak dan orang tua, wanita dan laki laki tidak dibatasi dengan smartphone; tergantung kehendak bebasnya , “mau apa?”. Orang bisa kaya sejak anak anak atau sudah tua sekali/manula; tidak ada istilah usia produktif sebagai usia bekerja. Kekayaaan dalam arti materi atau imateri dapat diwujudkan dalam bentuk uang di dunia nyata atau dunia tidak nyata(virtual reality); pembayaran transaksi bisnis dapat berupa uang elektronik/digital atau uang nominal atau uang crypto-seperti bitcoin.

Sejarah manusia mencatat, betapa orang saat ini –merasa sulit membayangkan kehidupan orang masa lalu – dari sisi informasi-komunikasi , perdagangan-ekonomi dibandingkan era sekarang ini. Bayangkan- dahulu kala, untuk menyampaikan informasi atau perintah atau aturan hukum atau menghantarkan hadiah, upeti –perlu seorang kurir atau kafilah yang berjalan berhari hari, bahkan berbulan bulan sampai ke penerimanya. Sungguh bersyukur lah kita sekarang, bisa menikmati kemudahan kemudahan infromasi –komunikasi, transfer , transportasi melalui sarana yang canggih.

Esensi sejarah dari hidup dan kehidupan peradaban manusia mempunyai nilai nilai perilaku manusia yang patut dan tidak patut, sejak dahulu sampai sekarang adalah sama. Setiap manusia mempunyai dan mendapat pilihan dan kehendak untuk sejahtera, bahagia, kemuliaan atau sebaliknya. Pilihan dan kehendak kita dalam ber-medsos atau ber-internet of the thing , apakah membuat kita sejahtera, bahagia, mulia ? atau sebaliknya kita salah menggunakannya menjadi “jauh” dari sejahtera, bahagia dan mulia.

Smartphone sudah menjadi alat kerja kita dalam kehidupan sehari hari yang tidak terpisahkan di era saat ini, yang memudahkan kerja dan aktifitas kita, namun nilai kehidupan kita tergantung dari kehendak bebas kita; “memilih dan menentukan nilai” baik atau buruk. Dalam bahasa sejarah atau kejadian diungkap dengan kata – “damai, tenang, sejahtera” dan lawan katanya “ konflik, perang, kehancuran” dari hubungan –interaksi kehidupan antara manusia; masyarakat, bangsa, negara dari sejak nabi Adam sampai sekarang. Bahasa medsospun dipenuhi oleh konten yang bersifat damai dan perang, antara berita benar dan bohong/hoaks (dan lain lainnya) yang kemudian tercatat sebagai jejak digital/sejarah setiap pelakunya.

Kesadaran diri bahwa setiap orang menuliskan sejarahnya di medsos dapat merekam semua aktifitas semua orang dan menyimpan dalam “bank data” menjadi “big data” dan “memframing” sebagai “biografi” setiap orang, kelompok, golongan masyarakat, bangsa dan negara, bahkan antara bangsa/negara. Namun “data data di bank data” dapat di hapus atau direkayasa, di”hack” untuk kepentingan “ baik atau jahat” oleh pemilik mesin atau peretas(hacker), virus internet/malware, kerusakan mesin. Keamanan dan system keamanan /perlindungan data pribadi menjadi sangat penting, agar tidak digunakan untuk kepentingan “jahat” atau dimanipulasi orang lain atau pihak lain.
Pada era serba digital dan online dalam kegiatan administrasi, transaksi ekonomi atau alat bayar, kekuatiran data pribadi, alat bayar, kartu pintar/ATM dicuri dengan di hack atau dimanipulasi menjadi masalah atau hal yang utama. Bagaimana ATM yang diblok atau isinya dikuras karena datanya sudah dirubah atau diketahui data dan passwordnya orang lain. Juga masalah koneksi jaringan siber atau internet yang lemah atau terputus karena gangguan sinyal atau listrik mati pada servernya. Antisipasi secara manual masih sangat penting untuk pengisian, pengumpulan dan penyimpanan data melalui kertas/formulir data

Jumat, 04 Maret 2022

Memahami perilaku manusia

 


  Tubuh “ menjadi  komoditas,-  penghasil uang, “kekayaan” atau Kapitalisasi organ tubuh –merupakan  aset untuk mencari uang. Apakah  maksudnya ?  Perlu mengenali  diri tentang tubuh manusia secara garis besar  dan keunikan manusia dalam perilakunya.

Secara   fisik,  manusia diberi organ tubuh yang sempurna, yang terdiri dari bagian kepala,  tubuh dan anggota gerak  tubuh, dan alat kelamin dan reproduksi.

Secara  Anatomi bagian kepala memiliki otak dan bagian indra- mata, telinga, hidung dan mulut  yang berfungsi sebagai pintu masuk-keluar makanan-minuman kedalam tubuh; melalui bagian leher sampai   perut.

Tubuh memiliki bagian organ paru paru-sebagai  pernafasan, usus sebagai pencernaan, ginjal sebagai  pengolahan,pengatur dan pembuangan cairan tubuh, jantung sebagai pompa –aliran darah, dan organ alat kelamin sebagai reproduksi dan hasrat biologis. Bagian anggota  gerak terdiri dari tangan dan kaki yang berfungsi sebagai alat gerak;  memegang, berjalan  dan bertujuan mewujudkan kebutuhan  dirinya dalam bermacam bentuk.

Keunikan manusia dari segi perilakunya adalah berbudaya yang  menciptakan peradaban dari waktu ke waktu.  Manusia  mampu merubah atau merekayasa  dirinya dan lingkungannya menjadi "sesuai dengan mimpinya", menciptakan tehnologi untuk memudahkan -menopang kehidupannya.  Itulah  perbedaan manusia yang  esensial dibandingkan mahluk lain. Dengan kata  lain  manusia esensinya   memiliki  "kehendak bebas/ free will" ;  sesuatu yang mendorong manusia -mampu untuk hidup dan bertahan hidup dalam keadaan apapun, lingkungan apapun dengan  berpikir- untuk merubah, memperbaruhi, mengembangkan, menciptakan pengetahuan, ilmu dan tehnologi "sesuai dengan tujuan hidupnya atau kepentingannya". 

Peradaban manusia  yang dihasilkan dari kehendak bebas dapat menghasilkan  "nilai atau norma"   baik  - buruk  atau diterima dan tidak diterima dalam kehidupan sosial manusia.  Nilai nilai / norma norma yang  dijalani atau dipraktekan sesuai kepentingan individu atau orang banyak yang bisa "menyimpang atau dimanfaatkan yang merugikan orang lain".  Sesuatu yang  tabu  bisa  menjadi hal "biasa" atau tidak tabu di suatu kelompok atau komunitas; begitu juga suatu bangsa atau negara. 

Dalam masyarakat sekarang  ini, sekat sekat  perbedaan -atau kesenjangan  nilai nilai  peradaban manusia makin   sempit atau berkurang, terutama sejak era tahun 2000 an , era kemajuan tehnologi informasi berbasis digital/internet, internet of  thing, melalui mesin pencari  data yahoo, google,  media daring seperti facebook,twitter, whats-app, youtube, instagram,  tiktok, dll. dan ditunjang dengan tehnologi handphone berbasis komputer sederhana sampai yang superkomputer -menjadi smartphone;  demikian juga perangkat komputer personal((PC), komputer lap-top, komputer tablet  dengan kemampuan kecepatan internet 5 G. Interaksi antara manusia yang cepat dan interaktif  juga berdampak negatif  -selain positif; yaitu  sumber informasi  tidak benar (hoaks)atau konten informasi yang  diplintir atau informasi pencitraaan palsu(fake) sebagai sesuatu yang disengaja untuk kepentingan tertentu(perang informasi/opini).  

Efek dari sebaran informasi via medsos(medial sosial internet)  dari sisi  ekonomi juga berdampak positif  dan negatif. Bagaimana  ekonomi berkembang melalui  media berbasis aplikasi digital, seperti gojek, grab, marketplace, e-commerse,  medsos-youtube,tiktok, instagram, dan semua transaksi berbasis digital. Pelaku usaha dan penggunanya    saling mendapatkan manfaat atau keuntungan(  dampak positif),  namun sebaliknya dapat terjadi sebaliknya bila basis data digital disalahgunakan untuk kepentingan sepihak apakah oleh pelaku usaha(produsen) atau pengguna usaha(konsumen) atau oleh pihak ke 3 (hacker).

Dalam dunia medsos , pengisi  youtube, tiktok, instagram bisa mendapatkan "bayaran" bila mencapai nilai konten tertentu dan juga dari iklan dalam konten yang dilihat. Prinsip simbiosis mutualisma ini sudah menjadi "penghasilan" bagi jasa produsen media dan jasa pengisi media. Bagaimana jasa pengisi media  membuat konten yang baik atau banyak dilihat penonton/pemirsa ?  Sesuai dengan target  ke pemirsa  - dengan sengaja  tidak mendidik atau dis-informatif,  namun banyak juga yang informatif dan mendidik, mencerahkan, dll.   

Pelaku " negatif " yang sengaja menjadikan "konten"  sebagai jualan ; sebagai  penghasilan / komoditas yang meniadakan atau tidak peduli atau bertentangan, melanggar dengan nilai nilai atau norma norma umum yang berlaku, Contohnya seperti tulisan-ucapan hoaks, opini sesat; perbuatan asusila, jahat  dalam ber-medsos.  Dalam "perang " informasi/berita  bahkan ada  "sponsor atau pendana "  dari  konten yang di produksi di medsos dengan tujuan  propaganda, framing opini/pengaruh, pengalihan issue,  proxy war,   chaos , dll.   Sasaran  terutama kepada masyarakat awam atau masyarakat yang rentan terhadap konten disinformatif-destruktif/hoaks/fitnah/fake. 

Peradaban  era milinial saat ini, dimana  mesin robotik dengan era tehnologi internet of thing(IoT) 4/5.  dengan aplikasi artificial intellgence(AI) , semakin memudahkan manusia bekerja dan memenuhi kebutuhannya dalam segala aspeks kehidupan;  terutama dalam aspeks sosial ekonomi, pendidikan, hukum-keamanan dan -sosial politik, serta sosio-budaya.  Dengan mudah terjadi pergerakan -percepatan aspeks aspeks tersebut berubah  dan saling mempengaruhi.

Ketika   "kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll" menjadi komoditas yang di"produksi" secara  sengaja, terus menurus dan  menguntungkan ke media sosial - maka akan berdampak pada pemirsa atau penonton -penerima konten yang negatif; menimbulkan persepsi salahpaham, kebencian, permusuhan, konflik bahkan "perang"; perubahan persepsi dalam sikap dan juga perilaku yang negatif. 

Banyak contoh dalam konten di youtube, tiktok, reels(instagram),dll. seperti orang yang "tidak malu" tampil "memamerkan" bagian tubuh yang seksi atau sensitif  agar dapat follower atau like atau komentar atau sekedar "iseng dan curhat" kepada teman kencannya; namun ada sengaja mengendorse atau mengiklankan diri untuk tujuan/motif  transaksi bisnis/ekonomi. Apa yang terjadi  pada era sekarang ini akan semakin terbuka di masa yang akan datang , pengaruh nilai nilai global semakin besar dan tidak bisa dibendung dengan menetapkan aturan lokal atau norma kelompok, tetapi sangat ditentukan kekuatan-kemampuan, kepribadian yang konsisten /teguh, konsep diri secara individual yang kuat. Perilaku manusia dituntun oleh  nilai nilai masyarakat yang universal dan nilai nilai agama yang juga adaptif dan kontekstual dalam implementasinya secara individu;  perilaku seperti inilah yang dianggap "sholeh atau berakhlak mulia".  Apapun  konten  dalam  medsos ' tidak mudah mempengaruhi atau berdampak destruktif-distorsif  pada sikap-perilaku secara  individu;   "kekebalan dari virus '"kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll." yang dijual sebagai komoditas atau tujuan psywar, proxywar.

Solusi secara individu adalah perubahan "mindset" dalam sikap-perilaku dalam melihat dunia secara global;  dunia pendidikan tidak bisa dengan pendekatan formal kurikulum saja tetapi perlu menga-antisipasi perubahan cepat perilaku-budaya secara global - dimana migrasi manusia semakin cepat dan luas  melalui  dunia wisata manca-negara yang terbuka ke bagian terasing bumi ini. Pembentukan kepribadian yang toleran, berjiwa/mental global dan taat pada nilai nilai universal manusia, menjadi prioritas dan kepentingan bersama  dalam lembaga pendidikan informal dan formal. Kegagalan  dalam pembentukan manusia yang" tangguh tersebut" akan  menghasilkan  manusia yang gagal beradaptasi - intoleransi, radikal, dan pengacau peradaban, dll.atau  bahasa kasarnya  "sampah peradaban".

 

Kamis, 03 Februari 2022

Memaknai "Pandangan Hidup" beragama dalam berbangsa dan bernegara di Era 4.0/5.0


Manusia  dari sudut pandang - makhluk hidup,  berada pada klas  makhluk  yang tertinggi, berada pada tempat puncak  ciptaaan Tuhan "yang mulia", yang cerdas, berakal, dan  berkehendak -merekayasa kehidupan  disekitarnya  dan "merajai makhluk hidup lainnya".  

Setiap individu manusia/orang  memiliki "kemampuan lahir" sebagai kodrat-takdir - fitrah untuk hidup, bertahan hidup dan merekayasa kehidupan untuk dirinya sendiri dan orang lain, bahkan sebagai pemimpin  merubah lingkungannya dan juga dunia  menjadi beradab , makmur sejahtera  atau sebaliknya - biadab, terpuruk dalam kesengsaraan-kemiskinan. 

Sejak manusia   dalam kandungan dan lahir di kehidupan dunia, kemudian  dari bayi sampai tumbuh dewasa, manusia  belajar  secara alami dan juga secara formal-informal- baik  secara  mandiri dan bersama - berkelompok atau kelas atau organisasi masyarakat/sosial.  Kemampuan dasar hidup  sebagai manusia dibentuk dari lingkungannya dan juga "kehendak akal, pikiran  bebas" yang diinginkan atau "dicita-citakan". Hal yang membuat manusia berbeda -sifat dan karakternyanya dengan "makhluk hidup lainnya"- seperti hewan,  tumbuhan. Manusia  berkembang menjadi  makhluk yang dinamis, agresif, kreatif, inovatif  dan  "mampu menciptakan lingkungan hidupnya yang baru", merekayasa memenuhi kebutuhan hidupnya -berupa makanan-minuman(sandang pangan), rumah, pakain dan membuat  sistem kehidupan yang mengolah  hidup dan kehidupan menjadi peradaban yang terus menerus bertahan untuk hidup selamanya dengan sistem politik-ideologi, pertahanan-keamanan, sosial-ekonomi, hukum, pendidikan,  budaya, dll.

Sejarah Manusia yang panjang, mulai pra-sejarah sampai sejarah itu di tulis di batu - kertas dan digital, menginformasikan  perubahan kehidupan peradaban manusia  secara bertahap- mulai dari sangat primitif  sampai moderen- era internet  of thing ;era 4.0 / 5.0  saat ini.

Ada hal dasar yang utama tidak berubah dari  kebutuhan manusia sejak dulu sampai sekarang, yaitu kebutuhan untuk hidup dan menghidupi;  kebutuhan  hidup makmur-sejahtera, bahagia; kebutuhan  damai-tenang-aman , saling mencintai, saling menghormati dalam keragaman perbedaan dari sistem peradaban masyarakat apapun  bentuknya, zamannya, ideologinya.

Perbedaan dalam perspektif  pandangan hidup sebagai way of life manusia   timbul atau ada karena  perbedaan manusia  melihat "dunia ini seperti apa dan bagaimana ?" 

  • Ada  yang menganggap  dunia sebagai kekuatan alam yang menguasai -nya -sehingga  harus mengikuti kehendak alam tersebut agar  Alam memberi hidup dan kehidupan menjadi sejahtera dan damai-bahagia. 
  • Ada yang menganggap dunia harus ditundukan dengan kekuatan manusia  dengan merubah lingkungan alam menjadi cocok dan membuat manusia jadi sejahtera dan damai- bahagia tanpa  tunduk dengan kekuatan alam.
  • Ada yang  menganggap  dunia hanya tempat sementara manusia hidup dan esensi kehidupan sebenarnya  adalah  kehidupan lain yang abadi; untuk itu manusia harus mengikuti orang yang bisa berhubungan dengan kekuatan alam abadi sebagai pemilik alam agar bisa hidup sejahtera-damai -bahagia di dunia sementara dan abadi. orang yang bisa  berhubungan atau dianggap memiliki kekuatan dengan pencipta alam sebagai pembawa agama(nabi), orang sakti/suci, dukun, dsb.  Semua aktifitas manusia harus mengikuti ritual ritual agar dunia" atas dan bawah"  berjalan seimbang dan mendapat restu/berkah.
  • Ada yang meyakinkan dunia ini fana /sementara,   kehidupan  dunia fana harus mengikuti kitab suci yang diajarkan nabi atau rosul akan membawa manusia pada kehidupan abadi yang  sejahtera-damai-bahagia . manusia yang tidak mengikuti ajaran kitab suci dianggap sesat  walaupun hidup di dunia kaya -sejahtera-damai-bahagia.  norma  norma agama  menjadi dasar  nilai nilai hidup dan kehidupan sejahtera-damai-bahagia di dunia abadi/kekal(surga). 
  • Ada yang menyakinkan  dunia  dilihat dari esensi ajaran kitab suci yang diyakini sebagai nilai nilai benar, baik  dan menguntungkan dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat di dunia fana ini; tanpa mempertentangkan  keyakinan orang lain yang  berbeda; keyakinan  agama sebagai hal yang individu/privasi yang menjadi pandangan hidup; bukan hanya ritual-seremonial sosial atau golongan/kelompok.  " cahaya kebaikan " menjadi  energi kedamaian  kepada setiap orang atau manusia, makhluk hidup, lingkungan disekitar dirinya(  rahmatan lil alamin). 
  • Ada yang meyakinkan dunia ini hanya tempat hidup yang harus dinikmati tanpa peduli pandangan -pandangan agama atau norma norma hukum/budaya masyarakat, yang penting saling  menghormati-toleransi,  hal hal dunia adalah  perspektif  akal-pikiran manusia saja. Pandangan manusia tidak perlu  beragama/ menganut agama tertentu(atheis/agnostik);  walaupun  sebenarnya keyakinan ini bisa  disebut sebagai agama akal/filsafat-yang meng-tuhan dirinya atau agama yang meniadakan agama agama  lain; suatu sikap -perilaku semua agama sama dan sama dengan akal-pikiran baik.