Translate

Telusuri via Blog Ini

Kamis, 17 Desember 2020

Mengenal Gejala Penyakit Meniere; Diantara Penyakit Gangguan keseimbangan dan Pendengaran



Penyakit Meniere adalah suatu kondisi yang menyebabkan vertigo. Beberapa pasien vertigo butuh bantuan- tanpa sadar mengalami gangguan ini. Ini bisa sangat melumpuhkan bagi mereka yang menderita karenanya. Gejala kondisi ini cukup melemahkan, terutama vertigo. Ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup Anda. Selain itu, hal itu dapat menyebabkan Anda melewatkan berbagai acara keluarga, sosial, dan pekerjaan yang penting.

Berikut beberapa gejala yang memengaruhi kehidupan:

  • Sensasi penuh, hidung tersumbat, atau tertekan di telinga yang terkena, seringkali hanya di satu telinga
  • Vertigo - perasaan bahwa Anda atau hal-hal di sekitar Anda tidak terkendali. Persepsi salah itu ada, bahkan saat tidak ada gerakan sama sekali. Episode vertigo terjadi secara tidak terduga dan dapat terjadi setidaknya 20 menit hingga beberapa jam (tetapi tidak lebih dari 24 jam)
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pendengaran yang berfluktuasi - tanpa perawatan yang tepat dan segera, hal ini dapat memburuk seiring waktu dan menjadi permanen.
  • Tinnitus - Suara berdengung, berdenging, atau mendesis di telinga
  • Kognitif dan mental berkabut

Penyakit Meniere biasanya menyerang orang yang berusia 20 hingga 50 tahun. Namun, penyakit ini dapat mulai muncul pada siapa pun pada usia berapa pun. Vertigo yang ditimbulkannya memengaruhi orang dengan berbagai cara. Untuk beberapa, serangan vertigo mereka mungkin datang dan pergi. tetapi yang lain, menjadi sengsara karena sering mengalaminya.

Selain itu, serangan vertigo lebih sering terjadi selama musim alergi bagi sebagian orang. Ini dapat membantu menjelaskan mengapa orang dengan penyakit Meniere mengalami perasaan yang mengerikan, tersumbat di telinga mereka. Bukan karena alerginya yang menyebabkannya, melainkan iritasi dari alerginya mempengaruhi tuba Eustachius, yang sudah terasa tertekan, bahkan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Faktor faktor  penyebab timbul gejala gejala Penyakit Meniere

Urutan Gejala Penyakit Meniere

Untuk meredakan vertigo, penting untuk dipahami bahwa mengetahui semua gejala penyakit Meniere tidak cukup untuk menunjukkan gambaran keseluruhan. Gejala kondisi ini dapat bervariasi tergantung pada tahap situasi Anda saat ini.

Penyakit Meniere memiliki beberapa fase: aura, tahap awal, tahap serangan, dan di antaranya. Ada juga tahap akhir Meniere. Mari kita lihat gejala apa yang menyertai setiap tahap. Dengan mempelajari gejala ini, Anda dapat melanjutkan untuk pindah ke tempat pribadi yang aman untuk membiarkan serangan Meniere yang sebenarnya berlalu.

Tahap Aura

Ini mungkin termasuk gejala berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing atau vertigo
  • Meningkatnya tekanan telinga
  • Tinnitus
  • Sensitivitas terhadap suara
  • Kehilangan pendengaran
  • Sensasi ketidaknyamanan yang samar-samar
Tahap Awal
Gejala ini mungkin muncul:
  • Tinnitus
  • Vertigo yang hebat dan spontan
  • Telinga terasa penuh (disebut aural fullness)
  • Gangguan pendengaran yang berfluktuasi

Tahap Serangan

Tahap ini terkenal dengan gejala-gejala berikut:

  • Nystagmus - menyentak mata yang tidak terkendali
  • Mual dan muntah
  • Keringat dingin
  • Kecemasan dan panik
  • Denyut jantung cepat
  • Penglihatan kabur
  • Gemetaran
  • Diare
  • Palpitasi jantung

Di Antara Tahap Serangan

Setelah tahap serangan, Anda akan lelah dan mungkin perlu tidur selama beberapa jam untuk pulih. Banyak pasien tetap bebas gejala. Namun, orang lain mungkin terus menunjukkan gejala-gejala ini.

  • Kelelahan atau kantuk
  • Perubahan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Sensasi kepala berat
  • Mudah teralihkan
  • Meraba-raba untuk menemukan kata yang tepat untuk diucapkan
  • Kecanggungan
  • Diare
  • Merasa pingsan atau pusing
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sensitivitas terhadap suara
  • Distorsi suara
  • Hilangnya kemandirian dan kepercayaan diri
  • Perasaan mabuk perjalanan, mual, atau mual
  • Kemarahan, ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan
  • Muntah
  • Masalah dengan visi– kabur, memantul, intensifikasi silau, fokus, dll.
  • Merasa tidak stabil– tiba-tiba jatuh, terhuyung-huyung, atau tersandung, kesulitan berjalan, mencari sesuatu untuk dipegang saat berjalan, dan terus menerus melihat ke bawah.

Tahap Akhir Penyakit Meniere

Pada tahap ini, Anda mungkin merasakan yang berikut:

  • Masalah dengan penglihatan dan keseimbangan Anda menggantikan vertigo
  • Telinga tersumbat dan tinitus lebih intens
  • Gangguan pendengaran yang lebih signifikan dan konstan
  • Gejala ini bisa menjadi lebih buruk saat Anda berada dalam pencahayaan redup, kelelahan, atau jika Anda melihat banyak pemandangan yang merangsang secara visual di sekitar Anda.
  • Serangan jatuh terjadi saat Anda jatuh dalam keadaan sadar



Minggu, 29 November 2020

"Cara Allah Menegur Manusia" dengan COVID 19


corona virus disease 2019

Virus adalah agen infeksi berukuran kecil yang bereproduksi di dalam sel inang yang hidup. Ketika terinfeksi, sel inang dipaksa untuk menghasilkan ribuan salinan identik virus asli dengan cepat. Virus sendiri tidak memiliki sel; pembentukan virus-virus baru berlangsung dalam sel inang yang terinfeksi.

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.  Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Kita dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika kita berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. kita juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut kita. 

Kasus  COVID  19 terjadi secara cepat keseluruh dunia dan  Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tanggal 12 Maret 2020 sebagai status Pandemi COVID 19. sejak ditemukan pertama kali di Wuhan Cina pada  pertengahan Desember 2019  sampai sekarang , telah tercatat kasus penderita COVID 19 sebanyak 62,3 juta  orang ,  sembuh  39,8 juta orang, meninggal 1,45 juta orang. di Indonesia pertanggal 29 November 2020. tercatat sebanyak sebagai penderita 534,266 orang  , sembuh  445,793 orang, meninggal 16.815 orang



Kasus baru per tanggal  28 November 2020  di Indonesia

Hampir   satu  tahun virus  corona  19 berulang tahun, seluruh negara di  dunia masih dalam ancaman dan serangan COVID 19, serta  masih menerapkan  protokol kesehatan sesuai rekomendasi WHO, untuk melawan COVID 19 dan mulai di cobakan vaksinasi virus dengan obat vaksin khusus covid 19 secara massal ke seluruh dunia - terutama pada tahun 2021. 

Akibat  COVID  19 telah berdampak ke seluruh aspek kehidupan manusia, baik langsung dan tidak langsung. Penerapan  jaga jarak   secara sosial, fisik, karantina virus  merubah kebiasaan semua manusia dalam berinteraksi  termasuk dalam kegiatan ekonomi, sosial, sekolah, seni budaya, kegiatan ibadah, politik  dan keamanan.  Pola  baru diterapkan sebagai budaya atau kebiasaan baru ; "era  new normal",  untuk mengatasi dampak  terhadap ekonomi dan bangkit dari resesi ekonomi karena mandeknya kegiatan  ekonomi akibat dari pembatasan atau karantina wilayah bagi pelaku ekonomi. 

Bagaimana  seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tenaga medis-kesehatan, relawan ,  polisi, tentara bekerja untuk  mencegah  agar penyakit   virus ini dapat diatasi dan tidak menyebar -menginfeksi orang orang yang  rentan atau dengan kondisi memiliki penyakit lain yang dapat melemahkan imunnya atau disebut orang dengan komorbid. Bahkan dari mereka  mereka  telah menjadi korban "ganasnya"  virus corona  terutama tenaga medis-dokter, paramedis-perawat, aparat keamanan. 

Dalam perjuangan melawan COVID 19  selama hampir 1 tahun ini, terutama bagi  mereka di garis terdepan -yang merawat pasien Covid 19 di ICU, rawat inap  isolasi -seperti  dokter dan perawat, petugas  kesehatan, staf rumah sakit, sopir ambulan, cleaning service, aparat keamanan -serta Tim Satgas COVID 19. sudah menjadi  resiko yang harus dihadapi setiap harinya. Namun  
masih  ada orang orang yang tidak menyadari dan  membuat hoaks tentang  COVID 19 sebagai hal yang "sepele" dan  bahkan "COVID 19 " itu tidak ada -hanya konspirasi cina,  mafia obat virus, dan lain lain.

Berbagai regulasi dibuat oleh pemerintah pemerintah  / negara negara  di dunia dan  WHO. Regulasi berdasarkan zona    bebas, hijau, kuning, merah dan hitam; ada karantina wilayah dengan menerapkan PSBB(pembatasan sosial berskala besar) bahkan lockdown terutama  pada zone merah dan hitam.  Perang melawan COVID 19 memerlukan komitmen bersama dan  kerjasama dari seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara, tanpa itu maka kita tidak dapat menang melawan COVID  19. dampaknya adalah kehancuran ekonomi, ketepurukan sosial, keamanan dan politik-hukum. 

Kerawanan akibat pelanggaran protokol kesehatan seperti  Kerumunan  massal, tidak menjaga  jarak, tidak memakai masker, tidak mencuci tangan  dapat meningkatkan  kembali penyebaran  virus dan infeksi berulang dan sangat  tinggi resiko kematiannya terhadap orang dengan penyakit  komorbid (seperti, kencing manis, jantung koroner, hipertensi, penyakit imun ). Mereka yang  tanpa komorbid dapat tertular COVID 19 - tanpa gejala ataupun gejala yang  ringan, tetapi dapat menularkan ke orang normal yang belum tertular. Rangkaian penularan ini yang harus terus di putus dengan "gerakan 3 M" yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak + Menghindari Kerumunan. 

Ketidak patuhan atau tidak kepedulian terhadap protokol kesehatan pada kejadian penjemputan massa di bandara , acara pernikahan, pertunjukan musik, olah raga, tempat ibadah, peringatan ulang  tahun, dan lain lain. perlu  dicegah dan diberi sangsi yang tegas. karena  melukai hati mereka yang telah berjuang melawan covid 19 dan memberatkan pemerintah dalam "Pemulihan ekonomi nasional".

Pemerintah mendapat tanggung jawab untuk merawat dan menyembuhkan pasien covid 19 secara gratis; biaya setiap pasien covid 19 rata rata  lebih kurang  80 juta rupiah, bahkan pada kasus berat bisa ratusan juga(400jutaan rupiah). Pemerintah  menanggung  biaya rumah sakit covid 19, sehingga  peningkatan kasus  baru dapat menambah  alokasi dana untuk covid 19 dan mengurangi dana untuk pemulihan ekonomi nasional - memperlambat mengatasi pengangguran  akibat PHK atau tenaga kerja baru yang mencari perkerjaan. 

Pandemi PENYAKIT VIRUS CORONA adalah fenomena  alamiah  atau  sunnahtullah yang berlaku terhadap seluruh manusia,  tanpa kecuali apapun   statusnya -mulai  rakyat kecil-miskin  sampai bangsawan-elite- kaya,  bukan ulama  sampai ulama, bukan pemimpin sampai pemimpin, bahkan status  negara belum maju sampai adidaya-sangat maju. 

Inilah  CARA  ALLAH  SWT  menegur  kesombongan kita -manusia, dengan  makluk mikrokosmos, virus corona, bahkan kita merasakan "kesombongan virus corona 19".  Mudah mudahan kita "menyadari dengan sungguh sungguh" untuk merubah kebiasaan hidup kita lebih baik lagi dengan "alam-lingkungan",  beradaptasi pada kebudayaan baru dunia " new normal  dengan 3 M"


wallahu'alam

protokol kesehatan  di Mesjid/Rumah  Ibadah


Selasa, 24 November 2020

"Beragama" itu Sederhana, Mudah !!.


perilaku baik adalah perilaku orang beragama
"sederhana, mudah dan  bahagia" 

"beragama" membuat diri tercerahkan dan bahagia, juga orang lain, lingkungan ikut tercerahkan dan bahagia. beragama itu sederhana.


Berbagai perilaku orang orang yang mengaku beragama, belakang ini menjadi berita yang viral, heboh. bagaimana rupa "terkesan" orang yang 'tidak mengikuti aturan' , mau enak sendiri, merasa benar sendiri, mudah emosi dan marah, bicaranya kasar dan keras, suka mengancam dan perkusi orang lain, suka dengan kekerasan atas nama tuhan, dan lain lain. "kesan" wajah agama dan orang beragama dengan profil yang seram, angker, menakutkan bagi orang lain atau penganut agama lain. 


Bagaimana pemimpin atau ketua dan pengikut pengajian memahami agama ? bagaimana mempraktekan ajaran dan tauladan beragama dalam hubungan antara sesama manusia(mu'amalah) dan terhadap Tuhannya(ubudiyah) ? 

Realita saat ini menjadikan agama seperti sulit dipraktekkan atau menjadi momok dalam bermasyarakat sehingga mengesankan agama hanya dokrin yang membelenggu, tidak mencerahkan, memaksa dan menghukum pelakunya; akibat lain agama hanya sebagai simbol atau identitas sosial atau bagian kelompok. Agama menjadi wilayah yang sempit, eksklusif, sebagai otoritas ketuhanan. Hanya orang orang tertentu yang beragama mendapat otoritas keagamaan sebagai orang suci, orang yang dekat dengan tuhan. orang lain harus mengikuti jenjang ke-agamaan bila mendapat "status/makam" otoritas keagamaan tertinggi. Bagaimana orang harus belajar, berguru, membaca kitab kitab agama, bersekolah agama dari madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, S1,S2,S3 ? Bagaimana orang belajar kitab suci dan kitab kitab tafsirnya serta fatwa fatwa ulama ?. Apakah jalan mencapai status taqwa atau otoritas keagamaan harus seperti itu ? Apakah orang yang menempuh jalur akademik saja bisa mencapai status keagamaan tertinggi sebagai orang yang dekat tuhan ? dan pertanyaan pertanyaan lain yang pada hakekatnya adalah betapa "panjang" untuk "beragama". 


Jalan panjang mencapai agama yang dipahami dan dipraktekkan serta realita jaman - sering menimbulkan benturan atau konflik baik berasal dari diri sendiri , maupun didapat dari contoh perilaku tokoh agama atau pemimpin agama atau kelompok kelompok dalam agama. Ruang publik yang terbuka , menjadi tontonan umat, ketika perilaku orang mengataskan agama merusak kerukunan bermasyarakat atau berpolitik dengan menggunakan agama sebagai alat politik identitas. Nilai beragama pada perilaku beragama tidak ada atau tidak sesuai prakteknya, akibatnya umat atau pengikutnya tidak bisa menjadi teladan atau contoh buruk wajah agama. 


Esensi beragama adalah mencerahkan dan membahagiakan hidup dan kehidupan pelakunya; dampaknya bagian orang lain dan lingkungannya juga sama sehingga terwujud suasana -kondisi hidup dan kehidupan penuh kasih sayang, ramah, tentram, damai, sentosa/sejahtera. Wujud itu hanya berasal dari kesadaran diri masing masing pelaku beragama, bukan dari luar kesadaran atau bahasa lain wujud itu automatis timbul mulai dari "alam bawah sadar dan alam sadar" setiap orang beragama yang "baik".


Agama memang dapat sebagai alat, perangkat, metode dalam mencapai tujuan kehidupan yang ideal atau diimpikan tetapi memerlukan tehnologi, cara menggunakannya atau standar operasional prosedur(SOP) baik untuk diri sendiri atau bermasyarakat, berbangsa-bernegara; dari kerangka yang sederhana sampai yang kompleks.


Pada konteks individu, beragama artinya bernilai pada kemampuan mengendalikan diri dan berbuat kebaikan kepada orang lain, berkinerja melayani, membantu, bertanggung jawab pada tugas pokok serta fungsinya(tupoksi), demikian dalam keluarga, bermasyarakat,berbangsa bernegara- patuh terhadap norma masyarakat, peraturan pemerintah dan undang undang negara.


Sederhananya nilai agama mengikat segala perbuatan -kebaikan muamalah dengan nilai ketuhanan (ubudiyah) pelaku orang beragama, yang memberi nilai ketulusan, kepasrahan, kejujuran, ikhlasan, nilai balasan berupa kebaikan yang bertambah(Barokah) dan Pengetahuan -Ilmu yang luas (al-Hikmah) dari Allah subhana wa 'ala.


Itulah beragama, Agama itu mudah, mencerahkan, membahagiakan.

Jumat, 06 November 2020

Syukur atas Nikmat Allah.

 Syukur Nikmat:

Ketika Sakit:

  • Sakit mata ketika bisa melihat
  • Sakit gigi ketika bisa menggigit
  • Sakit muntah dan mual ketika bisa makan dan minum
  • Sakit perut kembung ketika buang angin dan sendawa
  • Sakit tidak bisa BAB ketika bisa
  • Sakit BAB mencret -diare ketika normal
  • Sakit tidak bisa BAK ketika bisa
  • Sakit kencing batu ketika keluar batu
  • Sakit batu kandung empedu ketika hilang
  • Sakit sesak nafas ketika bisa nafas lega
  • Sakit kehilangan keseimbangan badan dan Vertigo ketika bisa berjalan biasa dan bergerak
  • Sakit anggota gerak badan ketika bisa membawa barang atau bergerak luwes
  • Sakit tidak bisa tidur ketika bisa tidur
  • Sakit tidur terus ketika bisa bangun dan beraktifitas
  • Sakit tidak bisa berbicara ketika bisa bicara
  • Sakit banyak bicara ketika bisa sedikit bicara
  • Sakit hati dan sedih ketika bisa tertawa dan bahagia
  • Sakit dari kematian ketika bisa diberi kehidupan(kesembuhan);

    • Sakit tumor ganas ketika sembuh
    • Sakit terinfeksi COVID 19 ketika  sembuh
    • Sakit Koma  ketika sembuh
    • Sakit Perdarahan berat ketika sembuh
    • Sakit Syok berat ketika  sembuh
    • Sakit  Dehidrasi berat ketika sembuh
    • Sakit Sepsis berat ketika sembuh
    • Sakit depresi berat ketika sembuh
  • dst.nya.

Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?


Ketika  Sehat :

  • Mata dan indra ketika bisa melihat,merasakan,mengesankan keindahan objek alam, orang, objek hidup, fenomena, buku offline dan online  ilmu-pengetahuan - hasil tehnologi.
  • Mulut dan Gigi ketika bisa makan dan minum  -hal yang lezat dan tidak lezat  masuk kedalam pencernaan tubuh atau hal berupa obat yang dimakan dan minum.
  • Hidung ketika dapat mencium bau harum dan busuk, dapat menghisap udara segar dengan lega.
  • Telinga  ketika dapat mendengar suara yang keras dan lemah, suara yang indah dan fals, suara yang berbeda frekuensi dan temponya
  • Organ (liver, pankreas, kandung empedu,limpa)  dan Saluran pencernaan tubuh(esofagus, gaster,duodenum, small bowel, colon- rektum ketika  mencerna makanan dan minuman , obat , menyerap dan membuang  hasil metabolisme dari dan ke seluruh organ tubuh yang lain dengan baik.
  • Organ Ginjal dan Saluran kemih(ureter, kandung kemih) ketika mengalirkan, menyaring(filter), membuang dan menyerap kembali hasil metabolisme tubuh dalam bentuk cairan yang kotor dan bersih, mengatur keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah.
  • Organ Jantung dan pembuluh darah(arteri,vena, lymph) ketika memompa, mengatur -distribusi input-output hasil metabolisme dari dan ke dalam sel sel tubuh dan ruang ruang antara sel  ke seluruh organ tubuh, mulai dari otak sampai ujung kaki, dari permukaan kulit-rambut  sampai  organ organ dalam tubuh; menjaga dalam keadaan keseimbangan hemostasis
  • Otak besar, otak kecil, batang otak ketika  memproses  semua aktifitas organ tubuh yang disadari dan tanpa disadari(volunter-involunter) dan  meng-kontrol -kendali, rencana, dan  action dari input-out data  data yang diterima dari dalam otak(memory idea, pikiran, perasaan, emosi, spiritual) dan luar otak(persepsi  dari interaksi dengan lingkungan).
  • Tubuh dan anggota tubuh  ketika  dapat  bergerak, berjalan, berlari, melompat secara maksimal; memegang, mencekram, menggantung, mengepal, meninju dengan kuat.
Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?

  • Tubuh yang sehat:
  • ketika bisa berpikir, mengingat, menghapal, belajar-membaca-melihat-mendengar-merasakan dan  menyimpulkan sesuatu dengan baik dan bijak
  • ketika   dapat  berbagi  kebaikan   dalam bentuk  mengajar -ilmu, mengajar keterampilan, berbagi sedekah, infak, berbagi pikiran dan tenaga  dengan baik
  • ketika dapat bekerja  melayani orang lain dengan profesional 
  • ketika dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan kemampuan profesional 
  • ketika  dapat mengevaluasi diri dan merencanakan dan melaksanakan pekerjaan profesi
  • ketika  dapat  bersosialisasi  dan berkiprah baik dengan  keluarga, tetangga, masyarakat
  • ketika  dapat  menyumbangkan sesuatu kebaikan kepada bangsa dan negara 
  • Ketika miskin  tapi sehat
  • ketika kaya  tapi sakit
Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?

 

Minggu, 01 November 2020

"Hack otak " / otak-atik 'OTAK'




"Hack Otak "-  Apa  itu   dan bagaimana ? caranya memprogram "bahasa otak" dengan merubah kalimat afirmasi dari negatif menjadi positif; dari pesimis, sulit, sial, males, pemarah, jahil, dengki, sedih, mental blok, putus asa, sulit belajar, galau, dll. menjadi bahasa yang positif, seperti saya kuat, move on, optimis, sedang belajar maju atau ujian naik kelas, semua masalah ada jalan solusinya, saya selalu bersyukur, saya senang orang lain sukses dan saya yang berikutnya sukses, dstnya.



NLP (neuro linguistic programming) sesuatu metode yang  digunakan untuk  merubah mindset otak yang negatif -yang menyebabkan " "konflik" dalam otak, menjadi positif -menghilangkan konflik/ gangguan sikap- perilaku akibat mindset otak yg salah akibat trauma fisik-psikis masalah lalu atau terus menerus berlangsung yang berhubungan dengan keluarga, masyarakat, lingkungan alam, pendidikan/sekolah; yang kemudian dihubungkan dengan masa depan, yang menimbulkan " kekuatiran hambatan (blok), ketidak berdayaan, perang atau kalah, dll." Aki batnya "pintu rizki, pintu bahagia" seperti tertutup. Berpikir positif dan berusaha berbuat baik, berdoa dengan bahasa bersyukur dapat " memperbaiki atau merubah mindset otak yang salah menjadi benar". Orang lain tidak dapat merubah seseorang jadi baik tetapi hanya orang tersebut yang bisa merubahnya (meng-hack otaknya sendiri). Tepat sekali apa yang dikatakan" musuh yang besar adalah melawan nafsu-kehendak dari dirimu sendiri". 

Melawan artinya ada konflik yg harus dihilangkan. 

Bahagia artinya tidak ada konflik antara harapan dan kenyataan yg menimbulkan rasa syukur. 

(Catatan : hikmah rizki,syukur)


Jumat, 30 Oktober 2020

NLP (Neuro-Linguistic Programming)



Neuro-linguistic programming (NLP) adalah sebuah pendekatan komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses neurologi ("neuro"), bahasa ("linguistic") dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman ("programming") dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan. Bandler dan Grinder mengklaim bahwa ketrampilan seseorang dapat "dimodel" menggunakan metodologi NLP kemudian ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh siapa saja. Bandler dan Grinder juga mengklaim bahwa NLP dapat mengobati masalah seperti pobia, depresi, gangguan kebiasaan, penyakit psikosomatik, miopi, alergi, flu dan gangguan belajar, seringkali hanya dalam satu sesi terapi.  NLP telah diadopsi oleh beberapa hipnoterapis dan dalam seminar-seminar yang dipasarkan untuk bisnis dan pemerintahan.Ulasan penelitian empiris menunjukkan bahwa NLP telah gagal memproduksi hasil yang dapat diandalkan terhadap ajaran intinya. Bukti ilmiah mengungkapkan bahwa NLP didiskreditkan sebagai pseudosains. Ulasan ilmiah menunjukkan adanya beberapa kesalahan faktual, dan gagal untuk menghasilkan hasil yang ditegaskan oleh para pendukungnya. Menurut psikolog klinis Grant Devilly (2005), NLP telah mengalami penurunan dalam prevalensi sejak tahun 1970-an. Kritik telah melampaui kurangnya bukti empiris untuk efektivitas, mengatakan bahwa NLP memamerkan karakteristik pseudosains, judul, konsep dan terminologinya juga. NLP tampil sebagai contoh dari pseudosains untuk memfasilitasi pengajaran literasi sains di tingkat profesional dan universitas. NLP juga muncul pada daftar intervensi yang didiskreditkan berbasis ulasan konsensus ahli. Dalam penelitian yang dirancang untuk mengidentifikasi "faktor dukun" dalam praktik kesehatan mental modern, Norcross et al. (2006) mendaftarkan NLP sebagai kemungkinan didiskreditkan untuk pengobatan masalah perilaku. Norcross et al. (2010) mendaftarkan NLP dalam sepuluh besar intervensi yang paling didiskreditkan, Glasner-Edwards dan Rawson (2010) mendaftarkan terapi NLP sebagai "pasti didiskreditkan"

Sejarah dan konsep

Menurut Bandler dan Grinder, NLP terdiri dari metodologi yang disebut "modeling" dan serangkaian teknik yang berasal dari aplikasi awal yang dikembangkan oleh Bandler dan Grinder. Banyak di antara metode-metode yang dianggap fundamental berasal dari pemodelan oleh Bandler dan Grinder terhadap hasil karya Virginia Satir, Milton Erickson, dan Fritz Perls. Bandler dan Grinder juga menarik teori-teori dari Gregory Bateson, Alfred Korzybski dan Noam Chomsky, terutama transformasi grammar. Bandler dan Grinder mengklaim bahwa terapi "ajaib" yang dilakukan oleh Perls, Satir dan Erickson, dan pada aktivitas manusia yang kompleks, memiliki suatu struktur tertentu yang kemudian dapat dikodifikasikan menggunakan metodologi mereka untuk selanjutnya dapat dipelajari oleh orang lain. Buku mereka pada tahun 1975 berjudul The Structure of Magic I: A Book about Language and Therapy ditujukan untuk menjadi kodifikasi teknik terapi dari Perls dan Satir.

Bandler dan Grinder mengatakan bahwa mereka menggunakan proses pemodelan mereka sendiri untuk memodelkan Virginia Satir sehingga mereka dapat menghasilkan apa yang mereka sebut Meta-Model, model untuk mengumpulkan informasi dan menantang bahasa klien dan pemikiran yang mendasari. Mereka mengklaim bahwa dengan menantang distorsi linguistik, menentukan generalisasi, dan memulihkan informasi yang dihapus dalam pernyataan klien, konsep tata bahasa transformasional dari struktur permukaan menghasilkan representasi yang lebih lengkap dari struktur dalam yang mendasari dan karena itu memiliki manfaat terapeutik. Juga berasal dari Satir adalah penahan, mondar-mandir masa depan dan sistem representasi. 
Sebaliknya, Milton-Model — model dari bahasa Milton Erickson yang konon menghipnotis — digambarkan oleh Bandler dan Grinder sebagai "artfully samar-samar" dan metaforis. Milton-Model digunakan dalam kombinasi dengan Meta-Model sebagai pelembut, untuk menginduksi "trans" dan untuk menyampaikan sugesti terapeutik tidak langsung. 

Namun, dosen tambahan dalam linguistik Karen Stollznow mendeskripsikan referensi Bandler dan Grinder kepada para ahli seperti nameropping. Selain Satir, orang-orang yang mereka sebut sebagai pengaruh tidak bekerja sama dengan Bandler atau Grinder. Chomsky sendiri tidak memiliki hubungan apapun dengan NLP; karya aslinya dimaksudkan sebagai teori, bukan terapi. Stollznow menulis, "[selain meminjam terminologi, NLP tidak memiliki kemiripan otentik dengan teori atau filosofi Chomsky mana pun — linguistik, kognitif, atau politik."

Menurut André Muller Weitzenhoffer, seorang peneliti di bidang hipnosis, "kelemahan utama dari analisis linguistik Bandler dan Grinder adalah bahwa sebagian besar dibangun di atas hipotesis yang belum teruji dan didukung oleh data yang sama sekali tidak memadai." Weitzenhoffer menambahkan bahwa Bandler dan Grinder menyalahgunakan logika formal dan matematika, mendefinisikan ulang atau kesalahpahaman istilah dari linguistik leksikon (misalnya, nominalisasi), membuat façade ilmiah dengan tidak perlu memperumit konsep Ericksonian dengan klaim tidak berdasar, membuat kesalahan faktual, dan mengabaikan atau membingungkan konsep-konsep yang menjadi inti pendekatan Erickson. 

Bandler (Circa 1997), menyatakan, "NLP didasarka, pada mencari tahu apa yang berhasil dan memformalkannya. Untuk memformalkan pola, saya menggunakan segalanya mulai dari linguistik hingga holografi ... Model yang membentuk NLP semuanya adalah model formal berdasarkan matematika, prinsip-prinsip logika seperti kalkulus predikat dan persamaan matematika yang mendasari holografi. " Namun, tidak ada penyebutan matematika holografi maupun holografi secara umum di McClendon, Spitzer, atau Grinder akun dari pengembangan NLP.

Mengenai masalah pengembangan NLP, Grinder mengingat:

Ingatan saya tentang apa yang kami pikirkan pada saat penemuan (berkenaan dengan kode klasik yang kami kembangkan — yaitu, tahun 1973 hingga 1978) adalah bahwa kami cukup eksplisit untuk menggulingkan paradigma dan, misalnya, Saya, untuk satu, merasa sangat berguna untuk merencanakan kampanye ini menggunakan sebagian sebagai panduan karya luar biasa Thomas Kuhn (The Structure of Scientific Revolutions) di mana dia merinci beberapa kondisi yang secara historis diperoleh di tengah-tengah pergeseran paradigma . Misalnya, saya yakin sangat berguna bahwa tidak seorang pun dari kami yang memenuhi syarat di bidang yang pertama kami kejar — psikologi dan khususnya, aplikasi terapeutiknya; ini menjadi salah satu kondisi yang diidentifikasi Kuhn dalam studi historisnya tentang pergeseran paradigma.

Filsuf Robert Todd Carroll menjawab bahwa Grinder belum memahami teks Kuhn tentang sejarah dan filsafat sains, The Structure of Scientific Revolutions. Carroll menjawab: (a) ilmuwan individu tidak pernah atau mereka pernah mampu menciptakan perubahan paradigma secara sukarela dan Kuhn tidak menyarankan sebaliknya; (b) Teks Kuhn tidak memuat gagasan bahwa tidak memenuhi syarat dalam suatu bidang ilmu merupakan prasyarat untuk menghasilkan suatu hasil yang memerlukan pergeseran paradigma dalam bidang tersebut dan (c) Struktur Revolusi Ilmiah terutama merupakan karya sejarah dan bukan teks instruktif tentang menciptakan perubahan paradigma dan teks semacam itu tidak mungkin — penemuan luar biasa bukanlah prosedur yang dirumuskan. Carroll menjelaskan bahwa pergeseran paradigma bukanlah kegiatan yang direncanakan, melainkan merupakan hasil dari upaya ilmiah dalam paradigma (dominan) saat ini yang menghasilkan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara memadai dalam paradigma saat ini — karenanya terjadi pergeseran paradigma, yaitu adopsi paradigma baru.

Dalam mengembangkan NLP, Bandler dan Grinder tidak menanggapi krisis paradigmatik dalam psikologi juga tidak menghasilkan data yang menyebabkan krisis paradigmatik dalam psikologi. Tidak ada gunanya Bandler dan Grinder menyebabkan atau berpartisipasi dalam perubahan paradigma. "Apa yang dilakukan Grinder dan Bandler sehingga mustahil untuk terus melakukan psikologi ... tanpa menerima ide-ide mereka? Tidak ada," bantah Carroll.


Komponen utama dan konsep inti




NLP dapat dipahami dalam tiga komponen besar dan konsep utama yang berkaitan dengan:

  1. Subyektivitas. Menurut Bandler dan Grinder
    • :Kami mengalami dunia secara subyektif sehingga kami menciptakan representasi subjektif dari pengalaman kami. Representasi subjektif dari pengalaman ini dibentuk dari panca indera dan bahasa. Artinya, pengalaman sadar subyektif kita adalah dalam pengertian tradisional penglihatan, audisi, taktik, penciuman, dan nafsu sehingga ketika kita — misalnya — melatih suatu aktivitas "di kepala kita", mengingat suatu peristiwa, atau mengantisipasi masa depan kita. akan "melihat" gambar, "mendengar" suara, "merasakan" rasa, "merasakan" sensasi sentuhan, "mencium" bau, dan berpikir dalam beberapa bahasa (alami).  Lebih jauh lagi, diklaim bahwa representasi subjektif dari pengalaman memiliki struktur yang dapat dilihat, sebuah pola. Dalam pengertian inilah NLP kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang struktur pengalaman subjektif.
    • Perilaku dapat dijelaskan dan dipahami dalam kerangka representasi subjektif berbasis-indra ini. Perilaku secara luas dipahami untuk memasukkan komunikasi verbal dan non-verbal, perilaku tidak kompeten, maladaptif atau "patologis" serta perilaku yang efektif atau terampil.
    • Perilaku (dalam diri sendiri dan orang lain) dapat dimodifikasi dengan memanipulasi representasi subjektif berbasis indra ini.
  2. Kesadaran. NLP didasarkan pada gagasan bahwa kesadaran bercabang menjadi komponen sadar dan komponen bawah sadar. Representasi subjektif yang terjadi di luar kesadaran individu terdiri dari apa yang disebut sebagai "pikiran bawah sadar". 
  3. Belajar. NLP menggunakan metode pembelajaran tiruan — disebut pemodelan — yang diklaim mampu mengkodifikasi dan mereproduksi keahlian seorang contoh dalam domain aktivitas apa pun. Bagian penting dari proses kodifikasi adalah deskripsi urutan representasi sensorik / linguistik dari pengalaman subjektif dari eksemplar selama pelaksanaan keahlian.

Teknik


Sebuah "bagan isyarat mengakses mata" seperti yang muncul sebagai contoh dalam Bandler & Grinder's Frogs into Princes (1979). Enam arah mewakili "konstruksi visual", "ingatan visual", "konstruksi pendengaran", "ingatan auditori", "kinestetik" dan "dialog internal pendengaran".

Menurut sebuah studi dari Steinbach, interaksi klasik dalam NLP dapat dipahami dalam beberapa tahap utama termasuk membangun hubungan, mengumpulkan informasi tentang keadaan masalah mental dan tujuan yang diinginkan, dengan menggunakan alat dan teknik khusus untuk melakukan intervensi, dan mengintegrasikan perubahan yang diusulkan dalam kehidupan klien. Seluruh proses dipandu oleh respon non-verbal klien.Yang pertama adalah tindakan membangun dan mempertahankan hubungan antara praktisi dan klien yang dicapai melalui pacing-leading perilaku verbal (misalnya predikat sensorik dan kata kunci) dan perilaku non-verbal (misalnya matching-mirroring perilaku non-verbal, atau menanggapi gerakan mata) dari klien.

Setelah hubungan terbentuk, praktisi mulai mengumpulkan informasi (misalnya dengan menggunakan pertanyaan Meta-Model) tentang keadaan klien saat ini serta membantu klien menentukan keadaan atau tujuan yang diinginkan untuk interaksi. Praktisi memberi perhatian khusus pada respon verbal dan non-verbal ketika klien mendefinisikan keadaan sekarang dan keadaan yang diinginkan dan setiap "sumber daya" yang mungkin diperlukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Klien biasanya didorong untuk mempertimbangkan konsekuensi hasil yang diinginkan, dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kehidupan dan hubungan pribadi atau profesional nya, dengan mempertimbangkan niat positif dari setiap masalah yang mungkin timbul (misal:memeriksa ekologi). Keempat, praktisi membantu klien dalam mencapai hasil yang diinginkan dengan menggunakan alat dan teknik tertentu untuk mengubah representasi internal dan tanggapan terhadap rangsangan di dunia. Akhirnya, perubahan di future-pacing dengan membantu klien untuk berlatih secara mental dan mengintegrasikan perubahan kedalam kehidupannya. Sebagai contoh, klien mungkin diminta untuk "melangkah ke masa depan" dan mewakili (secara mental melihat, mendengar dan merasakan) bagaimana rasanya ketika telah mencapai hasilnya.

Menurut Stollznow (2010), "NLP juga melibatkan analisis fringe discourse dan pedoman praktis untuk meningkatkan komunikasi. Misalnya, satu teks menegaskan ketika Anda mengadopsi kata "tapi", orang akan mengingat apa yang Anda katakan sesudahnya. Dengan menggunakan kata "dan", orang-orang mengingat apa yang Anda katakan sebelum dan sesudahnya.


Komersialisasi dan Evaluasi

Pada akhir 1970-an, gerakan potensi manusia telah berkembang menjadi industri dan menyediakan pasar untuk beberapa ide NLP. Di pusat pertumbuhan ini adalah Institut Esalen di Big Sur, California. Perls telah memimpin banyak seminar terapi Gestalt di Esalen. Satir adalah pemimpin awal dan Bateson adalah guru tamu. Bandler dan Grinder mengklaim bahwa selain sebagai metode terapeutik, NLP juga merupakan studi komunikasi dan mulai memasarkannya sebagai alat bisnis, mengklaim bahwa, "jika ada manusia yang dapat melakukan sesuatu, Anda juga bisa." Setelah 150 siswa membayar $ 1.000 masing-masing untuk lokakarya sepuluh hari di Santa Cruz, California, Bandler dan Grinder berhenti menulis akademis dan menghasilkan buku-buku populer dari transkrip seminar, seperti Frogs into Princes, yang terjual lebih dari 270.000 eksemplar. Menurut dokumen pengadilan yang berkaitan dengan sengketa kekayaan intelektual antara Bandler dan Grinder, Bandler menghasilkan lebih dari $ 800.000 pada tahun 1980 dari bengkel dan penjualan buku.

Sebuah komunitas psikoterapis dan siswa mulai terbentuk di sekitar karya awal Bandler dan Grinder, yang mengarah pada pertumbuhan dan penyebaran NLP sebagai teori dan praktik. Misalnya, Tony Robbins berlatih dengan Grinder dan memanfaatkan beberapa ide dari NLP sebagai bagian dari program self-help dan motivational speaking miliknya.  Bandler memimpin beberapa upaya yang gagal untuk mengecualikan pihak lain dari menggunakan NLP.  Sementara itu, meningkatnya jumlah praktisi dan ahli teori menyebabkan NLP menjadi lebih tidak seragam daripada saat didirikan. [18] Sebelum penurunan NLP, peneliti ilmiah mulai menguji dasar-dasar teoritisnya secara empiris, dengan penelitian menunjukkan kurangnya dukungan empiris untuk teori-teori penting NLP. Tahun 1990-an ditandai dengan lebih sedikit studi ilmiah yang mengevaluasi metode NLP dibandingkan dekade sebelumnya. Tomasz Witkowski mengaitkan hal ini dengan minat yang menurun dalam debat sebagai akibat dari kurangnya dukungan empiris untuk NLP dari para pendukungnya.

sumber:NLP

Kamis, 29 Oktober 2020

Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammmad SAW adalah seorang yang diutus Allah SWT menjadi Rasulullah setelah menerima Wahyu wahyu-Nya melalui malaikat Jibril dan kumpulan wahyu tersebut dikompilasi menjadi kitab suci yang disebut Al Quran. Orang orang yang mengikuti ajaran rasulullah dan menganutnya disebut sebagai orang islam atau muslim. 

Penganut agama islam meyakini dan mengimani Allah dan Rasul-Nya sebagai rukun islam dan rukun iman. Penganut agama menjadikan agama sebagai petunjuk atau alat untuk mencapai kehidupan yang damai dan bahagia, selamat-sejahtera. Sebagai Ideologi adalah kehidupan ideal yang tertinggi dan yang memuaskan lahir dan bathin. Begitulah kehidupan yang ideal bagi seorang yang mengaku beriman atau berislam; pun penganut agama lain.

Idea atau ajaran agama ditulis dalam kitab suci  agama, seperti agama nabi  Daud - Zabur, agama nabi Musa -Taurat, nabi Isa - Injil dan nabi Muhammad - Al Qur'an. Bagaimana  ajaran agama tersebut menjadi peradaban atau dipraktekkan secara luas ?. Masing  masing  agama  mempunyai metode yang berbeda-beda  sesuai dengan jamannya;dimana kitab suci tersebut dicatat atau diajarkan. Dasarnya  semua agama mengajarkan kebaikan untuk hidup -baik diri sendiri dan bermasyarakat. Contoh -contoh ajaran kebaikan diberikan melalui nabi yang membawa ajaran Tuhan; contoh praktek dalam kehidupan sehari hari sebagai seorang nabi dan keluarganya serta dalam kehidupan nabi bermasyarakat. Kisah kisah  para  nabi dan kaumnya pun menjadi contoh  contoh yang diajarkan dalam kitab suci.

Kelahiran Nabi  Muhammad SAW, menjadi momentum sejarah –lahirnya agama  islam di tanah arab. Secara sejarah kelahiran tersebut menjadi peristiwa  besar dalam masa 1500 tahun yang  lalu, yang menimbulkan perubahan peradaban zaman sebelum kelahiran dan sesudahnya di  jazirah arab secara khusus  dan kemudian peradaban dunia secara luas.

Misi nabi  Muhammad SAW diutus adalah hanya untuk memperbaiki akhlak manusia – masyarakat arab khususnya  kemudian umat manusia secara luas. Penekanan misi - memperbaiki akhlak manusia adalah suatu yang sangat mendasar atau sangat prinsip, bahwa memperbaiki adalah suatu proses dari yang rusak, buruk, negatif menjadi baik – positif. Suatu proses beragama yang  dinamis –intens, konsisten, istikoma, bersinambungan-kontinyu  sehingga  menjadi perilaku-perbuatan yang baik atau disebut akhlakul karimah.  Kehidupan ideal yang diajarkan sebagai muslim adalah nilai nilai  dari akhlakul karimah yang  dicontohkan nabi Muhammad, rasulullah SAW. Nilai  nilai universal kenabian dari Nabi Muhammad,  yang tetap hidup sampai akhir jaman dan juga  melalui tuntunan kitab suci Al  Quranul karim  yang dipahami muslim setelah beliau wafat – sampai masa sekarang. 

Bagaimana kehidupan umat Nabi Muhammad di masa  sekarang ini ?   Apakah menjadi umatan  rahmatan lil alamin  ?.  Apakah sudah tercapai kehidupan manusia yang ideal seperti yang di ajarkan para rosulullah ?

Tentu kita  tidak dapat menjawab secara meyakinkan atau benar. Tidak ada agama pun yang bisa menjawab : “sudah mencapai yang ideal”.  Kalau dikatakan agama itu sebagai  rambu rambu jalan, maka kita bisa mengatakan dengan yakin ”sudah mencapainya atau sesuai rambu “.

Praktek  agama, perspektif agama , tafsir agama, fatwa agama adalah  produk beragama yang  sangat  dipengaruhi oleh tempat dan kebudayaaan, perkembangan ilmu pengetahuan(sains) dan tehnologi manusia(bersifat universal/sunnatullah). Oleh karena itu wajah beragama atau cermin kehidupan beragama sangat dipengaruhi oleh persepsi orang secara individu atau kelompok. Inilah yang menimbulkan “bias beragama” antara   nilai ideal agama(misi agama)  dengan  perilaku (akhlak) real beragama yang tidak sama atau “tidak pas”.  Persepsi  kelompok yang menopoli “kebenaran” dan menafikan kelompok lain dalam satu agama, bahkan memaksakan “kebenaran tersebut” kepada kelompok lain diluar agamanya. Jadilah wajah perilaku beragama yang “seram” sebagai wajah agama atau ajaran agama yang buruk atau negative atau seolah olah itulah ujud asli ajaran agama. Sejarah agama agama mencatat – perilaku perilaku  buruk pemegang “kebenaran tuhan” atas agama. Sejarah kelam-hitam  kemanusian terjadi dibelahan dunia oleh pelaku pelaku atas nama agama ; pelaku sebagai pemegang kebenaran tuhan di dunia dan membunuh  atas nama tuhan serta korban dianggap musuh tuhan atau pendosa agama.

Masa sekarang, “memperbaiki perilaku/akhlak” seperti misi nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT. Yang sangat relevan sekali adalah memperbaiki  perilaku membuat “berita bohong, fitnah  atas nama kebenaran atau merebut pengaruh politik(kekuasaan). Seolah hadist nabi mengingatkan (1500 tahun yang lalu) pada jaman ini lebih banyak orang  bekerja berbasis informasi-digital(internet) dengan mudah menyebarkan dengan jari jarinya  berbuat negatif via media social(medsos).  Dengan mudah seorang ilmuwan, ustadz, ulama, pakar agama melalui  podcast(youtube), instagram, facebook, whatsapp, telegram, tik tok , dan aplikasi lainnya  menyebarkan sesuatu yang negative tanpa dapat disaring  bahwa yang disharenya adalah kebohongan atau dapat berdampak negative kepada yang menerima atau membacanya; walaupun juga dapat  berdampak positif sebagai sesuatu  pengetahuan yang  baik atau yang inspiratif.

Maulid  Nabi  Muhammad SAW adalah momen intropeksi diri dan refleksi diri  atas segala  ajaran – nilai nilai  ke-islaman yang patut  tetap  kita  tauladani dari  akhlakul karimah nabi -  dalam kehidupan kita saat ini.  Nilai nilai sederhana yang selalu harus kita tauladani adalah  berbuat kebaikan kepada semua manusia tanpa melihat latar belakangnya; perilaku lembut dalam berbicara, senyum, sopan –santun , rendah hati, pemaaf, pemurah, jujur, sabar (dstnya.)  terhadap semua orang termasuk kepada hewan, tumbuhan dan lingkungan alam. Ini adalah  nilai nilai  islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam ; sebagai  perspektif kehidupan islam.

Marilah kita selalu tauladani kehidupan nabi dan rosulullah Muhammad SAW dalam kehidupan kita sekarang dengan perspektif kehidupan saat ini dengan menerapkan  nilai nilai kenabian  yang merupakan nilai nilai al Quran dalam praktek yang praksis.

 

Kata Kunci:

Wajah beragama adalah wujud persepsi seorang penganut beragama. Ajaran agama adalah ajaran ideal perspektif kehidupan.  Perspektif agama  adalah kebaikan bagi atau untuk penganutnya. Perspektif islam adalah kehidupan rahmatan lil alamin – baldatun thoyyibatun wa rabbun  ghofur





Kamis, 22 Oktober 2020

INFEKSI VIRUS CORONA 19(COVID19)

Masa inkubasi

(Pembaruan terbaru 30 Juni 2020)
Perkiraan saat ini menunjukkan periode inkubasi rata-rata dari lima hingga enam hari untuk COVID-19, dengan rentang dari dua hingga 14 hari. Studi pemodelan menunjukkan bahwa masa inkubasi bisa dari 2,3 hari (95% CI, 0,8-3,0 hari) sebelum onset gejala dan hingga 14 hari.

Patologi dan patogenesis

(Pembaruan terbaru 20 Juni 2020)
Temuan histologis dari paru-paru termasuk kerusakan alveolar difus yang mirip dengan cedera paru-paru yang disebabkan oleh virus pernapasan lain, seperti MERS-CoV dan virus influenza. Ciri khas infeksi SARS-CoV-2 adalah kerusakan vaskular, dengan cedera endotel yang parah, trombosis yang meluas, mikroangiopati dan angiogenesis.

Penumpahan  virus(viral shedding)

(Pembaruan terbaru 10 Agustus 2020)
Penumpahan virus RNA lebih tinggi pada saat onset gejala dan menurun setelah beberapa hari atau minggu. Selama infeksi, RNA virus telah diidentifikasi dalam spesimen saluran pernapasan 1-2 hari sebelum timbulnya gejala dan dapat bertahan hingga delapan hari pada kasus ringan, dan untuk periode yang lebih lama pada kasus yang lebih ringan. kasus yang parah, memuncak pada minggu kedua setelah infeksi. Penumpahan RNA virus yang berkepanjangan telah dilaporkan dari usap nasofaring (hingga 67 hari di antara pasien dewasa) dan dalam tinja (lebih dari satu bulan setelah infeksi pada pasien anak). Virus menular telah terdeteksi hingga hari kedelapan setelah onset penyakit .

Late viral RNA clearance  (≥15 hari setelah onset penyakit), dikaitkan dengan jenis kelamin laki-laki, usia tua, hipertensi, keterlambatan masuk ke rumah sakit, penyakit parah saat masuk, ventilasi mekanis invasif, dan pengobatan kortikosteroid.

Deteksi RNA virus oleh PCR tidak sama dengan infektifitas, kecuali partikel virus infeksius telah dikonfirmasi melalui isolasi virus dan dikultur dari sampel tertentu. Namun, viral load dapat menjadi penanda yang berpotensi berguna untuk menilai tingkat keparahan penyakit dan prognosis: sebuah penelitian menunjukkan bahwa viral load pada kasus yang parah hingga 60 kali lebih tinggi dibandingkan pada kasus ringan. RNA subgenomik virus (sgRNA) memberikan bukti perantara replikatif SARS-CoV-2 dan telah terbukti berkorelasi cukup baik dengan virus menular dalam kultur. Dalam sebuah studi dari Hong Kong yang mencakup kasus COVID-19 yang didominasi ringan, deteksi sgRNA positif hingga delapan hari setelah onset gejala. Sebaliknya, RNA virus dapat dideteksi setelah berminggu-minggu dengan RT-PCR.

Dalam hal profil viral load, SARS-CoV-2 mirip dengan influenza, yang memuncak pada sekitar waktu timbulnya gejala, tetapi berbeda dengan SARS-CoV, yang memuncak pada sekitar 10 hari setelah gejala. onset gejala, dan MERS-CoV yang memuncak pada minggu kedua setelah onset gejala. Usia yang lebih tua juga dikaitkan dengan viral load yang lebih tinggi. Viral load yang tinggi mendekati onset gejala menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat dengan mudah ditularkan pada tahap awal infeksi.

Viral RNA telah terdeteksi di feses, darah utuh , serum, saliva, spesimen nasofaring, urin; cairan mata, ASI dan dalam sampel plasenta atau membran janin. Sebuah korelasi telah disarankan antara isolasi virus yang layak dan viral load awal (yaitu batas siklus [Ct]).

Sejauh ini belum ada laporan penularan COVID-19 melalui zat asal manusia / substances of human origin (SoHO). Bukti lebih lanjut diperlukan untuk menilai pentingnya temuan terbaru dari RNA virus dalam cairan mani  dan ASI  untuk keamanan donasi mereka, karena infektivitas RNA yang terdeteksi dalam ASI dan cairan mani belum terbukti. Tiga organisasi di bidang kedokteran reproduksi bersama-sama mengeluarkan pernyataan tentang dimulainya kembali perawatan kesuburan yang telah dihentikan pada bulan Maret . Rekomendasi dalam pembaruan pertama dokumen teknis ECDC tentang keamanan pasokan SoHO di UE / EEA tetap valid.

Koinfeksi dan infeksi sekunder

(Pembaruan terbaru 30 Juni 2020)
Adanya patogen non-SARS-CoV-2 mungkin tidak memberikan kepastian bahwa pasien juga tidak menderita SARS-CoV-2. Di antara 116 usapan nasofaring pasien COVID-19 yang bergejala di California Utara, 20,7% positif untuk satu atau lebih patogen tambahan. Koinfeksi yang paling umum adalah rhinovirus / enterovirus (6,9%), virus pernapasan syncytial (5,2%), dan coronavirus musiman (4,3%). Pada 62 (8%) dari 806 pasien yang diidentifikasi dalam laporan yang diterbitkan, koinfeksi bakteri atau jamur dilaporkan selama masuk.

Karakteristik Klinis COVID-19(Up date)

Karakteristik klinis COVID-19

Informasi epidemiologis terperinci tentang kasus yang dikonfirmasi laboratorium yang dilaporkan ke Sistem Pengawasan Eropa (TESSy) diterbitkan dalam laporan pengawasan mingguan COVID-19 ECDC.

Angka-angka yang disajikan, menurut negara dan untuk UE / EEA dan Inggris Raya secara keseluruhan, mencakup aspek-aspek termasuk: distribusi gejala berdasarkan usia; risiko khusus usia dan jenis kelamin untuk rawat inap, rawat inap parah, dan kematian; negara dan distribusi usia tertentu dari penundaan waktu perkembangan penyakit, seperti durasi dari onset gejala sampai hasil; dan proporsi kasus dengan kondisi kesehatan dasar yang dilaporkan. Data dari TESSy tidak tersedia pada bagian di bawah ini karena informasi terbaru tersedia secara online.

Gejala dan tanda (Update terbaru 15 Juli 2020)

Sebuah studi observasi terhadap 1..420 pasien dengan penyakit ringan atau sedang menunjukkan bahwa gejala yang paling umum adalah sakit kepala (70,3%), kehilangan penciuman (70,2%), hidung tersumbat (67,8%), batuk (63,2%), astenia (63,3%) ), mialgia (62,5%), rinorea (60,1%), disfungsi gustatori (54,2%) dan sakit tenggorokan (52,9%). Demam dilaporkan sebanyak 45,4%. International Severe Acute Respiratory and Emerging Infections Consortium (ISARIC) melaporkan 25.849 kasus COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di seluruh spektrum klinis yang luas. Lima gejala yang paling umum saat masuk rumah sakit adalah riwayat demam, sesak napas, batuk, kelelahan / malaise, dan kebingungan (N = 25.849). Analisis data dari 4.203 pasien yang sebagian besar dari China mengidentifikasi demam, batuk dan sesak (masing-masing 80,5%, 58,3% dan 23,8%) sebagai gejala klinis yang paling umum, dan hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes (16,4%, 12,1% dan 9,8%, masing-masing) sebagai komorbiditas yang paling umum. Sebuah penelitian terhadap 20133 pasien rawat inap dari rumah sakit perawatan akut di Inggris, Wales dan Skotlandia mengidentifikasi pengelompokan gejala dengan tiga kelompok umum: satu kelompok gejala pernapasan dengan batuk, dahak, sesak napas, dan demam; sekelompok gejala muskuloskeletal dengan mialgia, nyeri sendi, sakit kepala, dan kelelahan; sekelompok gejala enterik dengan sakit perut, muntah, dan diare. Dua puluh sembilan persen (5 384/18 605) pasien datang dengan gejala gastrointestinal saat masuk, sebagian besar berkaitan dengan gejala pernapasan, sementara 4% pasien hanya menunjukkan gejala gastrointestinal. Disfungsi penciuman dan penciuman telah diidentifikasi sebagai gejala umum dengan prevalensi gabungan 52,73% di 10 penelitian dengan ukuran sampel total 1.627 pasien dari Amerika Utara, Eropa dan Asia. Demikian pula, sensasi rasa yang berubah ditemukan di antara 49,8% pasien COVID-19 dalam analisis yang dikumpulkan dari lima penelitian dengan 817 pasien .

Gejala yang paling sering dilaporkan pada anak-anak adalah demam dan batuk. Gejala lain termasuk gejala gastrointestinal, sakit tenggorokan / faringitis, sesak napas, mialgia, hidung tersumbat / hidung tersumbat dan sakit kepala dengan prevalensi yang bervariasi di antara penelitian yang berbeda. Penelitian secara kohort dari 582 kasus pediatrik infeksi SARS-CoV-2 dari 21 negara Eropa, tanda dan gejala yang muncul di institusi layanan kesehatan termasuk demam (65%), infeksi saluran pernapasan atas (54%), sakit kepala (28%) ), infeksi saluran pernapasan bagian bawah (25%) dan gejala gastrointestinal (22%). Sejalan dengan itu, penelitian dari Italia, Jerman, Inggris dan Turki menggambarkan gejala yang sama dan melaporkan demam dan batuk sebagai yang paling umum diamati. Pasien anak-anak juga telah dilaporkan dengan keterlibatan kardiovaskular, yaitu miokarditis, serta disfungsi ginjal.

Selasa, 20 Oktober 2020

BERSYUKUR HIDUP DAN JADI WARGA INDONESIA

tanah airku  Indonesia

Menjelajahi  negeri negeri  di belahan bumi lain di luar indonesia, sekarang ini tidak harus  mendatangi langsung tetapi dapat mengenal dan mengetahui keberadaannya via internet; The internet of  thing(IOT). Semua  lebih terbuka dan dapat diakses melalui aplikasi pencari data informasi -seperti google, yahoo, youtube, facebook, instagram, telegram, whats-ap,dll.  

Pemanfaatan  internet dengan medianya, dapat  memperkaya wawasan-pengetahuan,ilmu, keterampilan; dapat  memperkuat  nilai nilai  kebersamaan - umat bangsa  bangsa - tanpa batas atau sekat sekat fisik yang  positif. Memuliakan peradaban umat manusia yang lebih interaktif dan saling mengenal -saling menghargai-hormat, saling, membutuhkan dengan keunikan budaya budaya antar bangsa bangsa di dunia.

Namun internet juga  dapat menjadi alat permusuhan, penghancuran  hubungan antar manusia, antar bangsa, negara; sebagai alat  dan senjata politik -ideologi yang disebarkan untuk memecah, menguasai, menghancurkan lawan -sebagai musuh.

sebelum dan sesudah  "chaos"


Sebagai contoh kerusakan dan porak-porandanya negara Libia, Suriah, Irak, Yaman akibat konflik yang terjadi karena pengaruh propaganda, provokasi, hoaks yang terus menerus antara kekuatan politik sekterian atau ideologis atau kepentingan negara asing atas rakyat mereka. konflik yang berkepanjangan membuat penderitaan dan ketepurukan baik politik, sosial, ekonomi, keamanan, hukum bagi rakyat. 

Bagaimana issue issue negatif -hoaks disebarkan dengan cepat melalui medsos; seperti twitter, telegram, skype, instagram,dll.. Kekuatan hoaks mampu mengurangi kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan bahkan membenci dan memusuhi pemerintah yang sah dan akhirnya terjadi peperangan atas nama rakyat dan rezim pemerintah. Timbullah kekuatan kekuatan sempalan yang didukung oleh kepentingan negara asing -ikut memecah persatuan bangsa -negara sehingga membagi negara menjadi kecil dengan pemimpin kekuasaan yang berebut wilayah. Contoh sejarah dunia moderen , kasus negara republik Suriah, negeri yang dahulu bersatu-sejahtera, dengan kebudayaan kuno-mesopotamia, sekarang -kita bisa melihat gedung gedung dan infrastruktur hancur; apalagi kekuatan ISIS yang didukung negara asing - atas nama ideologinya menghancurkan semua peninggalan budaya -kuno yang dianggap sirik. Sekarang ini wilayah negara Suriah masih belum utuh kembali - kekuatan pembrontak, kekuatan kurdi masih bertahan untuk melawan pemerintahan yang sah presiden Bashar al Assad.


BAHAGIA  itu sederhana

Menjelajahi dunia  melalui youtube, mempelajari antropologi  manusia, bangsa bangsa lain, dari yang sampai sekarang masih primitif sampai peradaban  moderen  -Sociaty  4.0  atau  5.0 era. memberi wawasan/cakrawala yang luas dan hikmah yang dalam - sebagai warga bangsa indonesia, dan warga negara republik indonesia.  Patut  disyukuri hidup di indonesia yang damai, kaya dengan sumber alamnya-baik di darat dan lautannya; kaya dengan kebudayaannya yang tinggi. Kemajuan pembangunan ekonomi, dengan pembangunan  infrastruktur yang masif, SDM yang terampil, regulasi yang  menopang  kesejahteraan menjadi prioritas program pembangunan pemerintah kabinet kerja, Presiden Joko Widodo.

Bersyukur kepada Allah SWT, karena dibandingkan dengan negara lain, Hidup di Indonesia lebih mudah, lebih enak, lebih damai, lebih bebas - demokratis. Coba kita bandingkan(lihat youtube) dengan negara Kuba,Venezuela, Korea Utara, Kamboja, Laos - yang tidak ada peperangan. Atau bandingankan testimoni diaspora indonesia di luar negeri; seperti di eropa, amerika, arab saudi/timur tengah, singapura, malaysia, dll. 

Dalam konteks Globalisasi, tentu kita harus menjadi masyarakat dunia yang bisa bersaing maju dengan bangsa-negara lain. Kepentingan ekonomilah membuat kita harus bekerja sama dan berkolaborasi dengan investor asing yang berminat membangun atau menjadi pelaku ekonomi dalam pembangunan indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi - kesejahteraan rakyat. Potensi kekayaaan alam indonesia baik sumber tambang, hutan, mau pun keindahan wisatanya belum banyak di olah dengan baik-untuk kesejahteraan seluruh rakyat indonesia. Oleh karena itulah perlu modal investasi atau kemudahan berusaha mengolah sumber sumber tersebut. Iklim usaha yang kondusif, memudahkan pengembangan usaha bagi pengusaha kecil menjadi menengah atau besar atau memudahkan pencari kerja -bekerja sesuai dengan keterampilannya dan mengembangkan kariernya.

Bersyukur lah pemerintah indonesia melihat jauh kedepan nasib bangsa -negara ini dan bercita cita agar indonesia bisa menjadi negara ekonomi kuat di tahun 2045 (100 tahun indonesia merdeka); dengan terobosan besar yaitu membuat Undang undang (UU)Omnibus law cipta kerja yang di setujui oleh DPR tanggal 5 Oktober 2020. sesuatu undang undang mensinkronkan dan luruskan undang undang sebelumnya yang tumpang tindih-bertentangan menjadi searah, sederhana, sehingga memudahkan implementasi perizinan usaha, perburuhan, pencari kerja, hak dan kewajiban pihak pihak berkepentingan; penciptaan pengusaha baru dan tenaga kerja baru yang lebih banyak.

Namun suara dan keinginan pemerintah tersebut tidak bergayung sambut dengan pihak lain , dari buruh, mahasiswa, sebagian kecil rakyat, karena mereka berprasangka negatif terhadap DPR dan Pemerintah setelah menerima Hoaks Omnibus law, walaupun penjelasan pemerintah, DPR , Tokoh masyarakat telah mengklarifikasi yang benar. Demo berserial dengan anarkis dilakukan penentang Omnibus law. Kerusakan akibat anarkis pendemo yang sistematis -telah melukai orang lain- pembayar pajak, karena kerusakan pada fasilitas umum-seperti Halte bus, MRT, Gedung DPRD, Kendaraan dinas aparat negara yang dibakar. 


halte bus 

halte bus 

rumah  masyarakat


Seperti ingin indonesia 'Chaos", yang tujuannya agar pemerintah jatuh dan mundur, diganti pemerintahan yang baru ; hasil demo - chaos??. Apakah pemerintahan baru bisa lebih baik dan menciptakan kerja dan kesejahteraan lebih ? atau sebaliknya "semua jadi mimpi buruk" seperti pemerintahan gagal seperti di Libia?

Perbedaan pendapat atau penentangan produk politik yaitu undang undang yang sudah disetujui dan disahkan mayoritas wakil rakyat- walaupun sebagian kecil tidak setuju, sudah menjadi hukum negara yang harus di taati semua pihak. Bila ada keberatan dalam implementasi -prakteknya yang merugikan rakyat dan negara, dapat dilakukan -uji materi undang undang tersebut "judicial review" apakah berlawanan atau tidak sesuai dengan perundangan yang lebih tinggi kedudukannya (UUD)?

Tentu kita boleh berdemonstrasi untuk menyatakan pendapatnya, tetapi tidak bisa memaksa kehendak -atas nama rakyat, berdemo berulang-ulang, apalagi sampai berbuat anarkis. Bukankah esensi demo yang berdasarkan hoaks atau prasangka yang salah bisa kehilangan makna dan dianggap antidemokrasi, karena menggunakan kekuatan demo untuk kekuasaan(democrazy) 

Demokrasi Indonesia harus ada etika, berdemo sesuai martabat, dan channel demokrasi terbuka dan institusi konstitusi menjadi penegak -penengah sengketa-konflik produk politik yaitu undang undang dan peraturan pemerintah. Tanpa Etika demokrasi berarti kita menjadi pecundang

Semoga kita selalu bersyukur, mudah mudahan lebih banyak orang waras di republik ini yang mencegah dan menghindarkan indonesia chaos dan terpuruk.


Pemeriksaan HSG( Saluran Ovarium dan Rahim Wanita)





Gambar Rahim ,posisi retrofleksi/versi, tuba fallopii kanan-kiri normal dengan kontas tumpah(spill) ke rongga pinggul(pelvis)



Indikasi utama :
Pada pasangan yang infertil (tidak subur) baik primer ataupun sekunder, sering dilakukan pemeriksaan yang dinamakan HSG (Histerosalfingografi). HSG dilakukan guna mendeteksi kondisi rahim dan saluran indung telur. Pemeriksaan HSG dilakukan dengan memasukan cateter kecil ukuran 8 French(2,6 mm) (foley cateter no.8) dengan memasangnya kedalam mulut rahim(cerviks) dan memfiksasinya dengan balon udara pada ujung cateter agar tidak lepas ketika di masukan cairan kontras yang mengandung Yodium ( terlihat berwarna putih/opak, jika di ekspos  sinar X/Rontgen), dan mempergunakan sinar X untuk diagnostik. Gambaran kontras akan "mencetak" bentuk rahim dan saluran indung telur (tuba) dan keadaan sekitar rahim/ adnexa. Sehingga dokter dapat mengetahui dan menentukan ada tidaknya kelainan di rahim atau sumbatan pada saluran kandung telur atau jaringan sekitar rahim dan saluran kandung telur (tuba falopii kanan dan kiri). 

Indikasi HSG yang lain bisa dideteksi yaitu: 
Mioma uteri, Polip rahim, Adhesi-synechiae (perlengketan) rahim-tuba-adnexa, Endometriosis, Endometritis, Anomali bentuk rahim atau kelainan ginekologis. 

  • Pemeriksaan HSG paling banyak dilakukan pada wanita dengan indikasi atau alasan masalah kesuburan atau terlambat mendapatkan keturunan setelah menikah sekian lama, atau karena ada keluhan kandungan. Setiap wanita ingin mendapatkan keturunan dan mencari pengobatan untuk bisa hamil , sebaiknya menjalani pemeriksaan ini, untuk mengetahui apakah ada gangguan kesuburan bersifat organik/struktur anatomi atau bukan dari rahim atau dan tuba. keuntungan lain pemeriksaan HSG dapat juga menjadi terapi dan meningkatkan angka kehamilan pada sejumlah wanita, karena kontras yodium pada pemeriksaan HSG dapat bersifat sebagai pelumas- membantu membersihkan dan membuka sumbatan tuba yang ringan, merangsang mukosa /lendir saluran kandungan. 
  • Prosedur HSG dilakukan di Bagian Radiologi. dilakukan dengan persiapan dan penjadwalan atau perjanjian antara Bagian Radiologi dengan Pasien. Kemudian setelah mengajukan surat permintaan dari dokter Obsgyn ke bagian radiologi, pasien mendapatkan keterangan prosedur pemeriksaan dari petugas/ dokter radiologi berupa informed consent secara lisan dan jadwal pemeriksaan, serta hal persiapan diri, bahan dan alat. Pemeriksaan biasanya di lakukan menjelang 3-4 hari sebelum puncak masa subur (perkiraaan ovulasi) atau pada hari ke 9-11 dari awal siklus menstruasi -yang normal (siklus rata-rata 28-30 hari). Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Spesialis radiologi dan radiografer. 

Pada Waktu pemeriksaan - pasien datang sesuai jadwalnya, petugas atau dokter akan memberi penjelasan kembali (informed consent) dan menilai kesiapan pasien, baik secara fisik dan mental dan kemudian dibuat surat persetujuan tindakan yang ditandatangi oleh pasien sendiri atau suami/keluarga terdekat dan petugas/dokter. Selanjutnya, Pasien dipersilakan masuk ke ruang pemeriksaan radiologi dengan memakai baju khusus pasien, alat dan bahan untuk pemeriksaan sudah lengkap dipersiapkan pada tempat pemeriksaan. 

Prosedur selanjutnya adalah sebagai berikut: 
  1. Pasien berbaring dalam posisi litotomi (sama seperti prosedur pap smear) posisi harus rileks/ tidak boleh kaku/tegang, sebaiknya pasien dalam keadaan senyaman mungkin, dengan berdoa sebelumnya. Demikian juga dokter atau petugas harus bersikap rileks juga dan berkomunikasi dengan pasien agar tahapan pemeriksaan berlangsung baik dan pasien dapat menjadi nyaman, tenang. 
  2. Dilakukan vulva-vaginal higiene dengan betadine, sebaiknya pasien sudah mencukur rambut di daerah vulva 
  3. Spekulum diberi pelicin /jelly agar mudah dan tidak sakit dimasukan kedalam vagina, spekulum dibuka sampai terlihat portio/mulut leher rahim. Periksa permukaan dinding vagina, portio - secara inspekulo, bentuk celah, posisi, apakah adanya erosi, pus/ kelainan. 
  4. Kemudian permukaan portio dibersihkan dengan betadin sampai permukan orifisium/celah bersih atau terlihat jelas 
  5. Kemudian diukur posisi /kedalaman uterus/rahim dengan sonde 
  6. Kateter foley no 8 di jepit dengan tang panjang dimasukan kearah celah portio sampai bagian balon cateter masuk kedalam mulut rahim 
  7. Kateter kemudian di fiksasi dengan mengembangkan balon dengan udara sebanyak 2-3 cc dengan spuit 5 cc, ketika itu dapat timbul rasa mules- bila pasien tegang atau mulut rahim kaku. setelah terfiksasi maindrain cateter di lepas keluar cateter. 
  8. Zat kontras lalu dimasukkan perlahan dengan spuit 10 cc ke dalam rahim lewat kateter sebanyak 1 cc ,untuk melihat rongga rahim, kemudian di tambah 1cc untuk melihat saluran telur /ovarium ; bila terlihat lancar kontras langsung tumpah(spill ) ke rongga pinggul, tetapi bila tidak lancar bisa ditambahkan kontras 1-2 cc lagi(total 5-10cc) , agar kontras  spill pada keadaan  tuba yang spasme atau ada obstruksi parsial.   Biasanya ketika spill pasien merasa sakit mules -seperti -menstruasi, tapi hanya sebentar saat awalnya saja, kemudian menghilang, kadang-kadang bisa agak lama, dengan bantuan obat anti nyeri /mules dapat mengurangi keluhan. bila tidak tampak spill bisanya pasien tidak mengeluh nyeri atau bisa hanya mules saja. 
  9. Pemeriksaan  dengan kontras bisa dilakukan pada posisi berbaring(supine) dan tengkurap(prone) atau oblik, untuk mendapatkan gambar posisi  kelainan yang baik/informatif
  10. Setelah dianggap cukup/selesai pasien diminta buang air kecil di kamar kecil(WC), kemudian di foto kembali untuk melihat kontras yang tersisa ; kontras akan menyebar dan menghilang dari rongga pinggul terserap oleh sistem limfatik;  bila tidak cepat menghilang - kemungkinan ada infeksi/ radang di daerah pinggul (pelvic inflammatory disease/PID)
  • Bila lancar dari pemasangan spekulum(cocor bebek), pemasangan cateter sampai injeksi kontras dan foto, memerlukan waktu pemeriksaan, paling cepat 10 menit dan bila ada sumbatan/ tidak lancar paling lama 30 menit. 
  • Hasilnya dapat diberitahukan ke pasien, agar pasien menjadi lebih nyaman dan memberi energi positif setelah pemeriksaan. 
  • Dokter radiologi membuat hasil pemeriksaan dalam bentuk ekspertise kepada dokter pengirim. 

Kesulitan Pemeriksaan HSG dapat timbul biasanya
  • Pasien sebelumnya sudah takut, tegang, dan kurang kooperatif sehingga pemasangan alat spikulum sulit dan berarti cateter tidak dapat di pasang dan difiksasi ke mulut rahim 
  • Pasien memiliki kelainan posisi atau bentuk mulut rahim atau hymen atau vagina yang rigid karena ketakutan/tegang 
  • Komunikasi atau informed consent Pasien dan dokter sebelum pemeriksaan kurang baik 
Bagaimana Mengatasinya ?

Untuk mengatasi hal tersebut dan memudahkan pemeriksaan dapat diberikan kepada pasien sebelum pemeriksaan konsuling/hipnoterapi agar pasien tenang dan merasa nyaman,siap secara mental, tetapi bila pasien masih takut atau tegang atau sakit dapat diberikan sebelumnya atau sesudahnya obat premedikasi/ penenang/penghilang sakit oleh dokter. 

Efek samping ?

Sebagaimana tindakan diagnostik lain, pasien mengeluh setelah pemeriksaan adanya komplikasi/efek samping yang timbul. Tetapi sangat jarang sekali (hanya 1%) seperti: spotting(bercak darah), nyeri-mules, infeksi rahim, reaksi alergi kontras, sampai pingsan karena refleks vagal (syncope). 

Pengalaman penulis, keluhan efek samping sangat jarang sekali. kebanyakan pasien sebelumnya di"hantui rasa takut" karena sebelumnya membaca hal-hal yang " kurang menyenangkan sekitar pemeriksaan HSG" atau juga bisa terjadi karena teknik pemeriksaan HSG masih menggunakan "cara lama dengan penjepitan portio dengan tenaculum". Mudah-mudahan tulisan dapat memberi informasi dan membantu pemahaman ibu-ibu yang disarankan untuk pemeriksaan HSG oleh dokter Kandungannya. 


Contoh hasil Pemeriksaan Histerosalfingografi(saluran kandung telur dan rahim) 

1. KASUS  1  CONTOH HASIL HSG.


  • Injeksi kontras pertama sebanyak 3 cc- belum tampak tumpah ke luar rongga pinggul melalui tuba fallopi (Spill)

  • Injeksi kontras kedua - 5cc- tampak Spill , pada tuba fallopi kiri yang posisinya lebih rendah dari bagian kanan

  • Injeksi kontras - 5 cc, Tidak tampak Spill pada tuba fallopi kanan; tampak tuba bagian kanan bagian ampula melebar dan menggumpal



  • Setelah Buang air kemih(Post Voiding)-kontras sebagian menyebar kedalam rongga pinggul dan sebagian masih tampak kontras masih tertahan dalam tuba fallopi kanan
2.  KASUS 2. CONTOH HASIL HSG:







  • Hasil normal berupa tidak adanya sumbatan pada kedua tuba (tuba paten) serta bentuk dan ukuran rahim yang normal. 
  • Hasil tidak normal yang mungkin ditemukan adalah sumbatan pada tuba (non-paten tuba), adanya adesi pada dinding rahim (ada bagian yang saling berlengketan) serta bentuk rahim yang tidak seperti biasanya. 
  • Jika hasil HSG normal- berarti tidak ada kelainan organik, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan lainnya guna mencari penyebab ketidaksuburannya, sedangkan jika hasilnya tidak normal maka dibutuhkan tindakan medis guna mengatasi kelainan yang ada seperti jika terjadi sumbatan tuba perlu dilakukan tindakan peniupan tuba (hidrotubasi atau pertubasi).

Pada kasus 1. Gambaran HSG diatas dapat disimpulkan:
Tuba fallopi kiri paten , bagian kanan tersumbat/non paten pada distal tuba(ampula) ;  Rahim normal (antefleksi)
 
Pada kasus 2. Gambaran HSG diatas dapat disimpulkan: 
Tuba fallopi kanan dan kiri paten( normal);  Rahim normal(antefleksi) 

Baca juga pengalaman pasien penulis:
http://catatandee.blogspot.com/2009/07/pemeriksaan-hsg-di-rs-syarif.html
https://www.youtube.com. HSG

by Admin