Translate

Telusuri via Blog Ini

Kamis, 29 Oktober 2020

Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammmad SAW adalah seorang yang diutus Allah SWT menjadi Rasulullah setelah menerima Wahyu wahyu-Nya melalui malaikat Jibril dan kumpulan wahyu tersebut dikompilasi menjadi kitab suci yang disebut Al Quran. Orang orang yang mengikuti ajaran rasulullah dan menganutnya disebut sebagai orang islam atau muslim. 

Penganut agama islam meyakini dan mengimani Allah dan Rasul-Nya sebagai rukun islam dan rukun iman. Penganut agama menjadikan agama sebagai petunjuk atau alat untuk mencapai kehidupan yang damai dan bahagia, selamat-sejahtera. Sebagai Ideologi adalah kehidupan ideal yang tertinggi dan yang memuaskan lahir dan bathin. Begitulah kehidupan yang ideal bagi seorang yang mengaku beriman atau berislam; pun penganut agama lain.

Idea atau ajaran agama ditulis dalam kitab suci  agama, seperti agama nabi  Daud - Zabur, agama nabi Musa -Taurat, nabi Isa - Injil dan nabi Muhammad - Al Qur'an. Bagaimana  ajaran agama tersebut menjadi peradaban atau dipraktekkan secara luas ?. Masing  masing  agama  mempunyai metode yang berbeda-beda  sesuai dengan jamannya;dimana kitab suci tersebut dicatat atau diajarkan. Dasarnya  semua agama mengajarkan kebaikan untuk hidup -baik diri sendiri dan bermasyarakat. Contoh -contoh ajaran kebaikan diberikan melalui nabi yang membawa ajaran Tuhan; contoh praktek dalam kehidupan sehari hari sebagai seorang nabi dan keluarganya serta dalam kehidupan nabi bermasyarakat. Kisah kisah  para  nabi dan kaumnya pun menjadi contoh  contoh yang diajarkan dalam kitab suci.

Kelahiran Nabi  Muhammad SAW, menjadi momentum sejarah –lahirnya agama  islam di tanah arab. Secara sejarah kelahiran tersebut menjadi peristiwa  besar dalam masa 1500 tahun yang  lalu, yang menimbulkan perubahan peradaban zaman sebelum kelahiran dan sesudahnya di  jazirah arab secara khusus  dan kemudian peradaban dunia secara luas.

Misi nabi  Muhammad SAW diutus adalah hanya untuk memperbaiki akhlak manusia – masyarakat arab khususnya  kemudian umat manusia secara luas. Penekanan misi - memperbaiki akhlak manusia adalah suatu yang sangat mendasar atau sangat prinsip, bahwa memperbaiki adalah suatu proses dari yang rusak, buruk, negatif menjadi baik – positif. Suatu proses beragama yang  dinamis –intens, konsisten, istikoma, bersinambungan-kontinyu  sehingga  menjadi perilaku-perbuatan yang baik atau disebut akhlakul karimah.  Kehidupan ideal yang diajarkan sebagai muslim adalah nilai nilai  dari akhlakul karimah yang  dicontohkan nabi Muhammad, rasulullah SAW. Nilai  nilai universal kenabian dari Nabi Muhammad,  yang tetap hidup sampai akhir jaman dan juga  melalui tuntunan kitab suci Al  Quranul karim  yang dipahami muslim setelah beliau wafat – sampai masa sekarang. 

Bagaimana kehidupan umat Nabi Muhammad di masa  sekarang ini ?   Apakah menjadi umatan  rahmatan lil alamin  ?.  Apakah sudah tercapai kehidupan manusia yang ideal seperti yang di ajarkan para rosulullah ?

Tentu kita  tidak dapat menjawab secara meyakinkan atau benar. Tidak ada agama pun yang bisa menjawab : “sudah mencapai yang ideal”.  Kalau dikatakan agama itu sebagai  rambu rambu jalan, maka kita bisa mengatakan dengan yakin ”sudah mencapainya atau sesuai rambu “.

Praktek  agama, perspektif agama , tafsir agama, fatwa agama adalah  produk beragama yang  sangat  dipengaruhi oleh tempat dan kebudayaaan, perkembangan ilmu pengetahuan(sains) dan tehnologi manusia(bersifat universal/sunnatullah). Oleh karena itu wajah beragama atau cermin kehidupan beragama sangat dipengaruhi oleh persepsi orang secara individu atau kelompok. Inilah yang menimbulkan “bias beragama” antara   nilai ideal agama(misi agama)  dengan  perilaku (akhlak) real beragama yang tidak sama atau “tidak pas”.  Persepsi  kelompok yang menopoli “kebenaran” dan menafikan kelompok lain dalam satu agama, bahkan memaksakan “kebenaran tersebut” kepada kelompok lain diluar agamanya. Jadilah wajah perilaku beragama yang “seram” sebagai wajah agama atau ajaran agama yang buruk atau negative atau seolah olah itulah ujud asli ajaran agama. Sejarah agama agama mencatat – perilaku perilaku  buruk pemegang “kebenaran tuhan” atas agama. Sejarah kelam-hitam  kemanusian terjadi dibelahan dunia oleh pelaku pelaku atas nama agama ; pelaku sebagai pemegang kebenaran tuhan di dunia dan membunuh  atas nama tuhan serta korban dianggap musuh tuhan atau pendosa agama.

Masa sekarang, “memperbaiki perilaku/akhlak” seperti misi nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT. Yang sangat relevan sekali adalah memperbaiki  perilaku membuat “berita bohong, fitnah  atas nama kebenaran atau merebut pengaruh politik(kekuasaan). Seolah hadist nabi mengingatkan (1500 tahun yang lalu) pada jaman ini lebih banyak orang  bekerja berbasis informasi-digital(internet) dengan mudah menyebarkan dengan jari jarinya  berbuat negatif via media social(medsos).  Dengan mudah seorang ilmuwan, ustadz, ulama, pakar agama melalui  podcast(youtube), instagram, facebook, whatsapp, telegram, tik tok , dan aplikasi lainnya  menyebarkan sesuatu yang negative tanpa dapat disaring  bahwa yang disharenya adalah kebohongan atau dapat berdampak negative kepada yang menerima atau membacanya; walaupun juga dapat  berdampak positif sebagai sesuatu  pengetahuan yang  baik atau yang inspiratif.

Maulid  Nabi  Muhammad SAW adalah momen intropeksi diri dan refleksi diri  atas segala  ajaran – nilai nilai  ke-islaman yang patut  tetap  kita  tauladani dari  akhlakul karimah nabi -  dalam kehidupan kita saat ini.  Nilai nilai sederhana yang selalu harus kita tauladani adalah  berbuat kebaikan kepada semua manusia tanpa melihat latar belakangnya; perilaku lembut dalam berbicara, senyum, sopan –santun , rendah hati, pemaaf, pemurah, jujur, sabar (dstnya.)  terhadap semua orang termasuk kepada hewan, tumbuhan dan lingkungan alam. Ini adalah  nilai nilai  islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam ; sebagai  perspektif kehidupan islam.

Marilah kita selalu tauladani kehidupan nabi dan rosulullah Muhammad SAW dalam kehidupan kita sekarang dengan perspektif kehidupan saat ini dengan menerapkan  nilai nilai kenabian  yang merupakan nilai nilai al Quran dalam praktek yang praksis.

 

Kata Kunci:

Wajah beragama adalah wujud persepsi seorang penganut beragama. Ajaran agama adalah ajaran ideal perspektif kehidupan.  Perspektif agama  adalah kebaikan bagi atau untuk penganutnya. Perspektif islam adalah kehidupan rahmatan lil alamin – baldatun thoyyibatun wa rabbun  ghofur





Tidak ada komentar: