Bersujud, artinya menunduk diri atau merendahkan kepala kepada yang lebih "tinggi"
Dalam kehidupan manusia, bersujud bertanda tunduk kepada sesuatu yang"dianggap" lebih berkuasa, lebih kuat, lebih mulia. Kenyataan atau realitas ini , manusia seperti "menuhankan" atau bertuhan kepada yang membuatnya tunduk atau bersujud. bertuhan kepada "kekuasaan raja", "kekuasaan orang kaya-raya", "..kebenaran ilmu atau perangkat artificial intellgence",".. peradaban sosial tercanggih", dll..
Perilaku, sikap manusia dengan ketundukannya "pada sesuatu " , sering terlihat dari penampilan -kebiasaannya dalam sehari hari atau dalam kehidupan sosial masyarakat atau dalam rumah tangga
Kebiasaan menjadi seperti ritual "suci" sebagai wujud ketundukan atau bersujud kepada"nya" , dapat dikatakan seperti "terikat kuat" sulit dilepaskan atau menjadi "kebutuhan pelengkap".
Kebiasaan dalam Islam adalah Sholat wajib 5 waktu, Sholat Sunat, Puasa Ramadhan, Membayar Zakat, Berpergian Umrah, Haji, dan lain lainnya.
Salah satu bagian rukun sholat adalah sikap dan gerakan "bersujud", bagaimana bersujud ? yaitu caranya bagian kepala - muka bersentuh dengan tanah atau bumi tempat berpijak , dari posisi berdiri kepala tegak, kemudian sampai bersujud. bila dihitung dalam Sholat wajib ada 17 raka'at , setiap raka'at -2 kali sujud atau 34 kali sujud dalam sehari. apalagi bila dilakukan sholat sunat sebelum-sesudah sholat wajib atau sholat sunat lainnya, seperti sholat la'il-tahajud, sholat dhuha.
Rangkaian ritual suci -dengan sholat yang menjadi sikap-perilaku sebagai seorang muslim sehari hari, merupakan bagian seharusnya dan menjadi kebutuhan dalam hidup.
Dengan bersujud setiap sholat, kepala yang menjadi pusat pengaturan aktifitas tubuh kita , seperti di"default" atau di resetting , direstore, direformat , agar tubuh kita kembali " seperti asal usul penciptaan yang tetap "bekerja baik".
Dalam atau saat sujud , kata penegas-afirmasi yang terucap " Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi", menggema berulang ulang dalam otak-perangkat alam sadar dan dibawah sadar, seolah olah jalan alam ruh untuk berhubungan dengan Tuhan-penciptanya untuk selalu membangkitkan alam bawah sadar kepada alam sadar, untuk tunduk -patuh kepada Tuhan -Allah SWT. bukan tunduk atau bersujud kepada tuhan tuhan kecil atau menuhankan "sesuatu yang fana"
Sholat adalah bagian cara Allah SWT , menjadikan seorang muslim kembali pada jalan yang lurus, bukan yang sesat(surat pembuka "al fatihah")
Semoga kita diberi "jalan yang lurus, bukan jalan yang berliku liku dan menyesatkan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar