Translate

Telusuri via Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Hikmah hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2025

Kumpulan “buah pikir”

  • "apa adanya" , "kepolosan" , menerima seseorang dengan "yang terlihat" tanpa prasangka, tanpa menilai :siapa?,apa? adalah hal yang "sulit", lebih banyak prasangka dan menilai subjektif.
  • Esensinya manusia, laki laki dan wanita sesuai kodratnya , "bukan apa apa, bukan siapa siapa" sebagai makhluk( diciptakan) -hanya sebagai hamba; Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta.
  • Memahami apa yang orang mau dan aku mau ? butuh " effort " untuk mencapai "deal", sama sama yang dimau, "memberi dan menerima" ; Esensi interaksi sosial/ hubungan sosial haruslah dilakukan dengan "baik"- antara aku dan orang /sejawat/keluarga/etc.
  • Berolah raga ringan, seperti jalan kaki, joging, senam pernafasan,senam yoga, meditasi, selama 15-30 menit .. dapat menghilangkan stress, memulihkan keseimbangan imunitas tubuh, meningkatkan aktifitas otak kanan dan kiri secara seimbang. Lakukan secara teratur setiap hari atau 3 kali seminggu, Inshaa Allah badan kita selalu sehat -bugar secara fisik dan mental; jiwa dan raga dan produktif,
  • Berpikirlah!!!.. dengan banyak sudut pandang, membuat kita jadi terbuka dan toleran terhadap perbedaan, keragaman, pluralitas dan mudah memahami setiap perbedaan perilaku setiap orang, kelompok, masyarakat, bangsa..Itulah "kebebasan berpikir "
  • Pola pikir "lefthanded-mind", atau berpikir pola otak kananantara lain " out of the book" ; berpikir paralel , berpikir dua sisi atau "mirror minded"
  • "Orang bijak adalah... Hal yang rumit, menjadi sederhana dan realistis-praktis"

Sabtu, 22 Maret 2025

Aku bersujud.. pada Mu, Tuhanku

Bersujud, artinya menunduk diri atau merendahkan kepala kepada yang lebih "tinggi"

Dalam kehidupan manusia, bersujud bertanda tunduk kepada sesuatu yang"dianggap" lebih berkuasa, lebih kuat, lebih mulia. Kenyataan atau realitas ini , manusia seperti "menuhankan" atau bertuhan kepada yang membuatnya tunduk atau bersujud. bertuhan kepada "kekuasaan raja", "kekuasaan orang kaya-raya", "..kebenaran ilmu atau perangkat artificial intellgence",".. peradaban sosial tercanggih", dll..

Perilaku, sikap manusia dengan ketundukannya "pada sesuatu " , sering terlihat dari penampilan -kebiasaannya dalam sehari hari atau dalam kehidupan sosial masyarakat atau dalam rumah tangga

Kebiasaan menjadi seperti ritual "suci" sebagai wujud ketundukan atau bersujud kepada"nya" , dapat dikatakan seperti "terikat kuat" sulit dilepaskan atau menjadi "kebutuhan pelengkap".

Kebiasaan dalam Islam adalah Sholat wajib 5 waktu, Sholat Sunat, Puasa Ramadhan, Membayar Zakat, Berpergian Umrah, Haji, dan lain lainnya.

Salah satu bagian rukun sholat  adalah sikap dan gerakan "bersujud", bagaimana bersujud ?  yaitu caranya bagian kepala - muka bersentuh dengan tanah atau bumi tempat berpijak ,  dari posisi berdiri kepala tegak, kemudian sampai  bersujud. bila dihitung dalam Sholat wajib  ada 17 raka'at , setiap raka'at -2 kali  sujud atau 34 kali sujud dalam sehari. apalagi bila dilakukan sholat sunat  sebelum-sesudah sholat wajib atau sholat sunat lainnya, seperti sholat la'il-tahajud,  sholat dhuha. 

Rangkaian  ritual suci -dengan sholat yang menjadi sikap-perilaku sebagai seorang muslim sehari hari, merupakan bagian seharusnya dan menjadi kebutuhan dalam hidup.
Dengan  bersujud setiap sholat,  kepala yang menjadi pusat pengaturan aktifitas tubuh kita , seperti di"default" atau di resetting ,  direstore, direformat ,  agar tubuh kita kembali " seperti asal usul penciptaan yang tetap "bekerja baik". 

Dalam atau saat  sujud ,  kata penegas-afirmasi yang  terucap " Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi", menggema berulang ulang dalam otak-perangkat   alam sadar dan dibawah sadar,  seolah olah jalan alam ruh untuk berhubungan dengan Tuhan-penciptanya untuk selalu membangkitkan alam bawah sadar kepada alam sadar, untuk tunduk -patuh kepada Tuhan -Allah SWT. bukan tunduk atau bersujud kepada tuhan tuhan kecil atau menuhankan "sesuatu yang fana"

Sholat  adalah bagian cara Allah SWT , menjadikan seorang muslim kembali pada jalan yang lurus, bukan yang sesat(surat  pembuka "al fatihah")

Semoga  kita diberi "jalan yang lurus, bukan jalan yang  berliku liku dan menyesatkan" 


Kamis, 06 Maret 2025

Arti sebuah perjalanan hidup.... "ruang hidup"

 Ramadhan  story....


Waktu berjalan , seperti roda berputar , kembali rutin  - dalam  24 jam  , semua aktifitas  di lakukan dan dilalui , maju hari perhari,  bulan per bulan .. dst..  apa yang telah terjadi dan akan terjadi , antara rencana dan kenyataan, antara keinginan dan realisasinya... Begitulah  harapan -asa  diri  dan kenyataan-kehendak Tuhan, Allah  Subhana  wa  ta'ala. Hidup pada   tujuan dan keberadaannya- manusia  di  dunia. Semua kekuatan-tenaga dikerahkan untuk mencapai cita cita/asa dan keberadaan yang mulia- dan sejahtera, dalam makna "bahagia";  kenikmatan  hidup- kesenangan hidup, kepuasaan hidup, kemewahan hidup,...dst"




Sabtu, 15 Februari 2025

Katakan dengan Kata 'SEMANGAT'

 SEMANGAT..SEMANGAT..SEMANGAT


kata yang mengandung makna yang  " sangat dalam"

memberi dorongan bawah sadar ke dalam otak manusia   untuk "selalu bangkit" dari segala keadaan, apapun situasi  seorang , baik fisik, jiwa, mental atau  situasi dalam arti " kata kerja: 

Kondisi untuk "move on",  untuk "terus maju: bergerak, mengejar cita cita , berjuang terus -konsisten tanpa henti; tidak pernah menyerah......

kata "semangat"  mudah diterima dan dipahami artinya oleh semua orang  dalam kondisi seorang apa adanya; "dalam ketepurukan, sedih, gembira, ujian, galau, jenuh/bosan, dll. mulai dari anak kecil sampai orang tua  atau lanjut usia, mulai dari segala status sosial.... kata yang  familier.

Stimulasi bawah sadar dalam otak manusia , akan membangkitkan   energi  positif  dan secara terus menerus memulihkan (default, reset, recovery system, feedback mechanism) tubuh untuk " sehat/waras"


sekali lagi katakan setiap saat , waktu, hari  :  "SEMANGAT  SEMANGAT SEMANGAT !!!"

Jumat, 04 Maret 2022

Memahami perilaku manusia

 


  Tubuh “ menjadi  komoditas,-  penghasil uang, “kekayaan” atau Kapitalisasi organ tubuh –merupakan  aset untuk mencari uang. Apakah  maksudnya ?  Perlu mengenali  diri tentang tubuh manusia secara garis besar  dan keunikan manusia dalam perilakunya.

Secara   fisik,  manusia diberi organ tubuh yang sempurna, yang terdiri dari bagian kepala,  tubuh dan anggota gerak  tubuh, dan alat kelamin dan reproduksi.

Secara  Anatomi bagian kepala memiliki otak dan bagian indra- mata, telinga, hidung dan mulut  yang berfungsi sebagai pintu masuk-keluar makanan-minuman kedalam tubuh; melalui bagian leher sampai   perut.

Tubuh memiliki bagian organ paru paru-sebagai  pernafasan, usus sebagai pencernaan, ginjal sebagai  pengolahan,pengatur dan pembuangan cairan tubuh, jantung sebagai pompa –aliran darah, dan organ alat kelamin sebagai reproduksi dan hasrat biologis. Bagian anggota  gerak terdiri dari tangan dan kaki yang berfungsi sebagai alat gerak;  memegang, berjalan  dan bertujuan mewujudkan kebutuhan  dirinya dalam bermacam bentuk.

Keunikan manusia dari segi perilakunya adalah berbudaya yang  menciptakan peradaban dari waktu ke waktu.  Manusia  mampu merubah atau merekayasa  dirinya dan lingkungannya menjadi "sesuai dengan mimpinya", menciptakan tehnologi untuk memudahkan -menopang kehidupannya.  Itulah  perbedaan manusia yang  esensial dibandingkan mahluk lain. Dengan kata  lain  manusia esensinya   memiliki  "kehendak bebas/ free will" ;  sesuatu yang mendorong manusia -mampu untuk hidup dan bertahan hidup dalam keadaan apapun, lingkungan apapun dengan  berpikir- untuk merubah, memperbaruhi, mengembangkan, menciptakan pengetahuan, ilmu dan tehnologi "sesuai dengan tujuan hidupnya atau kepentingannya". 

Peradaban manusia  yang dihasilkan dari kehendak bebas dapat menghasilkan  "nilai atau norma"   baik  - buruk  atau diterima dan tidak diterima dalam kehidupan sosial manusia.  Nilai nilai / norma norma yang  dijalani atau dipraktekan sesuai kepentingan individu atau orang banyak yang bisa "menyimpang atau dimanfaatkan yang merugikan orang lain".  Sesuatu yang  tabu  bisa  menjadi hal "biasa" atau tidak tabu di suatu kelompok atau komunitas; begitu juga suatu bangsa atau negara. 

Dalam masyarakat sekarang  ini, sekat sekat  perbedaan -atau kesenjangan  nilai nilai  peradaban manusia makin   sempit atau berkurang, terutama sejak era tahun 2000 an , era kemajuan tehnologi informasi berbasis digital/internet, internet of  thing, melalui mesin pencari  data yahoo, google,  media daring seperti facebook,twitter, whats-app, youtube, instagram,  tiktok, dll. dan ditunjang dengan tehnologi handphone berbasis komputer sederhana sampai yang superkomputer -menjadi smartphone;  demikian juga perangkat komputer personal((PC), komputer lap-top, komputer tablet  dengan kemampuan kecepatan internet 5 G. Interaksi antara manusia yang cepat dan interaktif  juga berdampak negatif  -selain positif; yaitu  sumber informasi  tidak benar (hoaks)atau konten informasi yang  diplintir atau informasi pencitraaan palsu(fake) sebagai sesuatu yang disengaja untuk kepentingan tertentu(perang informasi/opini).  

Efek dari sebaran informasi via medsos(medial sosial internet)  dari sisi  ekonomi juga berdampak positif  dan negatif. Bagaimana  ekonomi berkembang melalui  media berbasis aplikasi digital, seperti gojek, grab, marketplace, e-commerse,  medsos-youtube,tiktok, instagram, dan semua transaksi berbasis digital. Pelaku usaha dan penggunanya    saling mendapatkan manfaat atau keuntungan(  dampak positif),  namun sebaliknya dapat terjadi sebaliknya bila basis data digital disalahgunakan untuk kepentingan sepihak apakah oleh pelaku usaha(produsen) atau pengguna usaha(konsumen) atau oleh pihak ke 3 (hacker).

Dalam dunia medsos , pengisi  youtube, tiktok, instagram bisa mendapatkan "bayaran" bila mencapai nilai konten tertentu dan juga dari iklan dalam konten yang dilihat. Prinsip simbiosis mutualisma ini sudah menjadi "penghasilan" bagi jasa produsen media dan jasa pengisi media. Bagaimana jasa pengisi media  membuat konten yang baik atau banyak dilihat penonton/pemirsa ?  Sesuai dengan target  ke pemirsa  - dengan sengaja  tidak mendidik atau dis-informatif,  namun banyak juga yang informatif dan mendidik, mencerahkan, dll.   

Pelaku " negatif " yang sengaja menjadikan "konten"  sebagai jualan ; sebagai  penghasilan / komoditas yang meniadakan atau tidak peduli atau bertentangan, melanggar dengan nilai nilai atau norma norma umum yang berlaku, Contohnya seperti tulisan-ucapan hoaks, opini sesat; perbuatan asusila, jahat  dalam ber-medsos.  Dalam "perang " informasi/berita  bahkan ada  "sponsor atau pendana "  dari  konten yang di produksi di medsos dengan tujuan  propaganda, framing opini/pengaruh, pengalihan issue,  proxy war,   chaos , dll.   Sasaran  terutama kepada masyarakat awam atau masyarakat yang rentan terhadap konten disinformatif-destruktif/hoaks/fitnah/fake. 

Peradaban  era milinial saat ini, dimana  mesin robotik dengan era tehnologi internet of thing(IoT) 4/5.  dengan aplikasi artificial intellgence(AI) , semakin memudahkan manusia bekerja dan memenuhi kebutuhannya dalam segala aspeks kehidupan;  terutama dalam aspeks sosial ekonomi, pendidikan, hukum-keamanan dan -sosial politik, serta sosio-budaya.  Dengan mudah terjadi pergerakan -percepatan aspeks aspeks tersebut berubah  dan saling mempengaruhi.

Ketika   "kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll" menjadi komoditas yang di"produksi" secara  sengaja, terus menurus dan  menguntungkan ke media sosial - maka akan berdampak pada pemirsa atau penonton -penerima konten yang negatif; menimbulkan persepsi salahpaham, kebencian, permusuhan, konflik bahkan "perang"; perubahan persepsi dalam sikap dan juga perilaku yang negatif. 

Banyak contoh dalam konten di youtube, tiktok, reels(instagram),dll. seperti orang yang "tidak malu" tampil "memamerkan" bagian tubuh yang seksi atau sensitif  agar dapat follower atau like atau komentar atau sekedar "iseng dan curhat" kepada teman kencannya; namun ada sengaja mengendorse atau mengiklankan diri untuk tujuan/motif  transaksi bisnis/ekonomi. Apa yang terjadi  pada era sekarang ini akan semakin terbuka di masa yang akan datang , pengaruh nilai nilai global semakin besar dan tidak bisa dibendung dengan menetapkan aturan lokal atau norma kelompok, tetapi sangat ditentukan kekuatan-kemampuan, kepribadian yang konsisten /teguh, konsep diri secara individual yang kuat. Perilaku manusia dituntun oleh  nilai nilai masyarakat yang universal dan nilai nilai agama yang juga adaptif dan kontekstual dalam implementasinya secara individu;  perilaku seperti inilah yang dianggap "sholeh atau berakhlak mulia".  Apapun  konten  dalam  medsos ' tidak mudah mempengaruhi atau berdampak destruktif-distorsif  pada sikap-perilaku secara  individu;   "kekebalan dari virus '"kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll." yang dijual sebagai komoditas atau tujuan psywar, proxywar.

Solusi secara individu adalah perubahan "mindset" dalam sikap-perilaku dalam melihat dunia secara global;  dunia pendidikan tidak bisa dengan pendekatan formal kurikulum saja tetapi perlu menga-antisipasi perubahan cepat perilaku-budaya secara global - dimana migrasi manusia semakin cepat dan luas  melalui  dunia wisata manca-negara yang terbuka ke bagian terasing bumi ini. Pembentukan kepribadian yang toleran, berjiwa/mental global dan taat pada nilai nilai universal manusia, menjadi prioritas dan kepentingan bersama  dalam lembaga pendidikan informal dan formal. Kegagalan  dalam pembentukan manusia yang" tangguh tersebut" akan  menghasilkan  manusia yang gagal beradaptasi - intoleransi, radikal, dan pengacau peradaban, dll.atau  bahasa kasarnya  "sampah peradaban".

 

Selasa, 24 November 2020

"Beragama" itu Sederhana, Mudah !!.


perilaku baik adalah perilaku orang beragama
"sederhana, mudah dan  bahagia" 

"beragama" membuat diri tercerahkan dan bahagia, juga orang lain, lingkungan ikut tercerahkan dan bahagia. beragama itu sederhana.


Berbagai perilaku orang orang yang mengaku beragama, belakang ini menjadi berita yang viral, heboh. bagaimana rupa "terkesan" orang yang 'tidak mengikuti aturan' , mau enak sendiri, merasa benar sendiri, mudah emosi dan marah, bicaranya kasar dan keras, suka mengancam dan perkusi orang lain, suka dengan kekerasan atas nama tuhan, dan lain lain. "kesan" wajah agama dan orang beragama dengan profil yang seram, angker, menakutkan bagi orang lain atau penganut agama lain. 


Bagaimana pemimpin atau ketua dan pengikut pengajian memahami agama ? bagaimana mempraktekan ajaran dan tauladan beragama dalam hubungan antara sesama manusia(mu'amalah) dan terhadap Tuhannya(ubudiyah) ? 

Realita saat ini menjadikan agama seperti sulit dipraktekkan atau menjadi momok dalam bermasyarakat sehingga mengesankan agama hanya dokrin yang membelenggu, tidak mencerahkan, memaksa dan menghukum pelakunya; akibat lain agama hanya sebagai simbol atau identitas sosial atau bagian kelompok. Agama menjadi wilayah yang sempit, eksklusif, sebagai otoritas ketuhanan. Hanya orang orang tertentu yang beragama mendapat otoritas keagamaan sebagai orang suci, orang yang dekat dengan tuhan. orang lain harus mengikuti jenjang ke-agamaan bila mendapat "status/makam" otoritas keagamaan tertinggi. Bagaimana orang harus belajar, berguru, membaca kitab kitab agama, bersekolah agama dari madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, S1,S2,S3 ? Bagaimana orang belajar kitab suci dan kitab kitab tafsirnya serta fatwa fatwa ulama ?. Apakah jalan mencapai status taqwa atau otoritas keagamaan harus seperti itu ? Apakah orang yang menempuh jalur akademik saja bisa mencapai status keagamaan tertinggi sebagai orang yang dekat tuhan ? dan pertanyaan pertanyaan lain yang pada hakekatnya adalah betapa "panjang" untuk "beragama". 


Jalan panjang mencapai agama yang dipahami dan dipraktekkan serta realita jaman - sering menimbulkan benturan atau konflik baik berasal dari diri sendiri , maupun didapat dari contoh perilaku tokoh agama atau pemimpin agama atau kelompok kelompok dalam agama. Ruang publik yang terbuka , menjadi tontonan umat, ketika perilaku orang mengataskan agama merusak kerukunan bermasyarakat atau berpolitik dengan menggunakan agama sebagai alat politik identitas. Nilai beragama pada perilaku beragama tidak ada atau tidak sesuai prakteknya, akibatnya umat atau pengikutnya tidak bisa menjadi teladan atau contoh buruk wajah agama. 


Esensi beragama adalah mencerahkan dan membahagiakan hidup dan kehidupan pelakunya; dampaknya bagian orang lain dan lingkungannya juga sama sehingga terwujud suasana -kondisi hidup dan kehidupan penuh kasih sayang, ramah, tentram, damai, sentosa/sejahtera. Wujud itu hanya berasal dari kesadaran diri masing masing pelaku beragama, bukan dari luar kesadaran atau bahasa lain wujud itu automatis timbul mulai dari "alam bawah sadar dan alam sadar" setiap orang beragama yang "baik".


Agama memang dapat sebagai alat, perangkat, metode dalam mencapai tujuan kehidupan yang ideal atau diimpikan tetapi memerlukan tehnologi, cara menggunakannya atau standar operasional prosedur(SOP) baik untuk diri sendiri atau bermasyarakat, berbangsa-bernegara; dari kerangka yang sederhana sampai yang kompleks.


Pada konteks individu, beragama artinya bernilai pada kemampuan mengendalikan diri dan berbuat kebaikan kepada orang lain, berkinerja melayani, membantu, bertanggung jawab pada tugas pokok serta fungsinya(tupoksi), demikian dalam keluarga, bermasyarakat,berbangsa bernegara- patuh terhadap norma masyarakat, peraturan pemerintah dan undang undang negara.


Sederhananya nilai agama mengikat segala perbuatan -kebaikan muamalah dengan nilai ketuhanan (ubudiyah) pelaku orang beragama, yang memberi nilai ketulusan, kepasrahan, kejujuran, ikhlasan, nilai balasan berupa kebaikan yang bertambah(Barokah) dan Pengetahuan -Ilmu yang luas (al-Hikmah) dari Allah subhana wa 'ala.


Itulah beragama, Agama itu mudah, mencerahkan, membahagiakan.

Jumat, 06 November 2020

Syukur atas Nikmat Allah.

 Syukur Nikmat:

Ketika Sakit:

  • Sakit mata ketika bisa melihat
  • Sakit gigi ketika bisa menggigit
  • Sakit muntah dan mual ketika bisa makan dan minum
  • Sakit perut kembung ketika buang angin dan sendawa
  • Sakit tidak bisa BAB ketika bisa
  • Sakit BAB mencret -diare ketika normal
  • Sakit tidak bisa BAK ketika bisa
  • Sakit kencing batu ketika keluar batu
  • Sakit batu kandung empedu ketika hilang
  • Sakit sesak nafas ketika bisa nafas lega
  • Sakit kehilangan keseimbangan badan dan Vertigo ketika bisa berjalan biasa dan bergerak
  • Sakit anggota gerak badan ketika bisa membawa barang atau bergerak luwes
  • Sakit tidak bisa tidur ketika bisa tidur
  • Sakit tidur terus ketika bisa bangun dan beraktifitas
  • Sakit tidak bisa berbicara ketika bisa bicara
  • Sakit banyak bicara ketika bisa sedikit bicara
  • Sakit hati dan sedih ketika bisa tertawa dan bahagia
  • Sakit dari kematian ketika bisa diberi kehidupan(kesembuhan);

    • Sakit tumor ganas ketika sembuh
    • Sakit terinfeksi COVID 19 ketika  sembuh
    • Sakit Koma  ketika sembuh
    • Sakit Perdarahan berat ketika sembuh
    • Sakit Syok berat ketika  sembuh
    • Sakit  Dehidrasi berat ketika sembuh
    • Sakit Sepsis berat ketika sembuh
    • Sakit depresi berat ketika sembuh
  • dst.nya.

Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?


Ketika  Sehat :

  • Mata dan indra ketika bisa melihat,merasakan,mengesankan keindahan objek alam, orang, objek hidup, fenomena, buku offline dan online  ilmu-pengetahuan - hasil tehnologi.
  • Mulut dan Gigi ketika bisa makan dan minum  -hal yang lezat dan tidak lezat  masuk kedalam pencernaan tubuh atau hal berupa obat yang dimakan dan minum.
  • Hidung ketika dapat mencium bau harum dan busuk, dapat menghisap udara segar dengan lega.
  • Telinga  ketika dapat mendengar suara yang keras dan lemah, suara yang indah dan fals, suara yang berbeda frekuensi dan temponya
  • Organ (liver, pankreas, kandung empedu,limpa)  dan Saluran pencernaan tubuh(esofagus, gaster,duodenum, small bowel, colon- rektum ketika  mencerna makanan dan minuman , obat , menyerap dan membuang  hasil metabolisme dari dan ke seluruh organ tubuh yang lain dengan baik.
  • Organ Ginjal dan Saluran kemih(ureter, kandung kemih) ketika mengalirkan, menyaring(filter), membuang dan menyerap kembali hasil metabolisme tubuh dalam bentuk cairan yang kotor dan bersih, mengatur keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah.
  • Organ Jantung dan pembuluh darah(arteri,vena, lymph) ketika memompa, mengatur -distribusi input-output hasil metabolisme dari dan ke dalam sel sel tubuh dan ruang ruang antara sel  ke seluruh organ tubuh, mulai dari otak sampai ujung kaki, dari permukaan kulit-rambut  sampai  organ organ dalam tubuh; menjaga dalam keadaan keseimbangan hemostasis
  • Otak besar, otak kecil, batang otak ketika  memproses  semua aktifitas organ tubuh yang disadari dan tanpa disadari(volunter-involunter) dan  meng-kontrol -kendali, rencana, dan  action dari input-out data  data yang diterima dari dalam otak(memory idea, pikiran, perasaan, emosi, spiritual) dan luar otak(persepsi  dari interaksi dengan lingkungan).
  • Tubuh dan anggota tubuh  ketika  dapat  bergerak, berjalan, berlari, melompat secara maksimal; memegang, mencekram, menggantung, mengepal, meninju dengan kuat.
Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?

  • Tubuh yang sehat:
  • ketika bisa berpikir, mengingat, menghapal, belajar-membaca-melihat-mendengar-merasakan dan  menyimpulkan sesuatu dengan baik dan bijak
  • ketika   dapat  berbagi  kebaikan   dalam bentuk  mengajar -ilmu, mengajar keterampilan, berbagi sedekah, infak, berbagi pikiran dan tenaga  dengan baik
  • ketika dapat bekerja  melayani orang lain dengan profesional 
  • ketika dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan kemampuan profesional 
  • ketika  dapat mengevaluasi diri dan merencanakan dan melaksanakan pekerjaan profesi
  • ketika  dapat  bersosialisasi  dan berkiprah baik dengan  keluarga, tetangga, masyarakat
  • ketika  dapat  menyumbangkan sesuatu kebaikan kepada bangsa dan negara 
  • Ketika miskin  tapi sehat
  • ketika kaya  tapi sakit
Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?