Translate

Telusuri via Blog Ini

Senin, 12 Desember 2016

Menjadikan Maulid Nabi, sebagai Refleksi Cinta Rosul

“Hari  senen 12  Desember 2016  libur,  tanggal merah”,   begitu   kata sahabat.  Memangnya  libur apa ?, penasaran kataku. “ Hari Maulid  nabi – 12 rabi'ul- awwal 1438 H...”.  “ Masya Allah “ dalam hatiku,  karena yang ku ingat hanya hari lahir (maulid) anakku dan istriku di bulan Desember.  Aku selalu  merayakan secara sederhana , sebagai rasa syukur , sekeluarga  dengan  makan bersama atau potong kue ulang tahun  yang dipesan di toko kue dan itu  sudah menjadi tradisi keluarga untuk  menguatkan kebersamaan, kasih sayang, mengingatkan tentang sejarah “hidup” sebagai makhluk di dunia.

Menjadi  tradisiku setiap Maulid  Nabi Muhammad SAW, sebagai  hari perayaan “ refleksi diri” bagaimana  sejarah Nabi atau kehidupan Nabi dahulu, bagaimana direfleksikan dalam kehidupan saat ini dan apa yang telah  diamalkan,  seperti telah Beliau contohkan dan harus  menjadi tauladan terbaik / uswatun hasanah bagi setiap muslim / umat muhammad.

Sekilas sejarah, walaupun hari tanggalnya masih berbeda  pendapat, pastinya, hal ini tidak penting  bagiku, apakah tanggal  9  atau 12 rabbiul’awal. Dalam sejarah  mencatat “katanya” sepakat hari senen, tahun gajah, 571 Masehi; sampai sekarang periwayat/sejarahwan islam berbeda pendapat tentang  tanggal bulan maulid.

Para sarjana sejarahwan Islam berbeda pendapat tentang sejarah yang sebenarnya, kelahiran Nabi saw. Hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim hanya menyebut bahwa Nabi Muhammad  SAW lahir pada hari senen tanpa menyebut tanggal bulannya. Dalam buku karya besar sejarah Islam, seperti al-Bidayah wa al-Nihayah oleh al-Imam Ibn Kathir (meninggal 774H) disebutkan  berbagai pendapat tentang hari dan tanggal bulan kelahiran/ maulid  Nabi Muhammad saw.

Apa pun yang penting, sejarahwan Timur atau Barat, Utara atau Selatan tidak pernah berbeda pendapat tentang lahirnya seorang insan bernama Muhammad bin Abdillah yang diikrarkan oleh umat Islam sebagai rasul terakhir yang diutuskan Allah.

Ketidak pastian  atau Kegagalan Ahli sejarahwan untuk mengetahui tanggal bulan Maulid Nabi saw. dikarenakan  antara lain,  para sahabat Nabi saw saat itu, tidak merayakannya. Walaupun dalam sejarah Islam, merekalah generasi yang paling mencintai Nabi saw.  namun mereka tidak membuat perayaan khusus hari maulid Nabi saw disebabkan karena mereka tidak melihat Baginda Rosul melakukan hal yang demikian.

Dalam Fatwa al-Azhar,  diakui bahwa ahli sejarahwan Islam tidak mengetahui , siapa  yang memulai perayaan Maulid Nabi saw, kecuali  zaman dinasti  Fatimiyyah di Mesir yang mengadakannya secara besar-besaran.

Kita semua bersyukur dan bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad saw.  Allah SWT  telah mengabadikan dalam nama surah dalam Al Qur’an; “Muhammad”. Suatu  yang sangat istimewa selain  nama  nama surah lain  dari  para nabi dan rosul Allah, seperti Ibrahim, Yunus,Yusuf, Ali Imran, Maryam, Luqman.

Makna  diturunkan   “wahyu Allah” adalah  dilahirkannya para nabi dan rasul Allah kepada umatnya. Umat  Muhammad  adalah umat manusia dan sekalian alam, yang mendapatkan  tuntunan wahyu ilahi yang terakhir melalui  nabi dan rosul bernama  Muhammad saw. Karena  itu merayakan lahirnya/ maulidnya adalah wujud  rasa syukur dengan refleksi diri umatnya, terhadap tuntunan-petunjuk Allah melalui  kitab  Al Qur’an dan contoh contoh sunnah nabi-rosul, agar selalu  diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari,    sampai akhir zaman.

Kita wajib mengetahui dan memaham  tentang sejarah Nabi-Rosullah,Muhammad saw. Setiap tahun kita merayakan maulid, apakah umat Islam bertambah  makin  mentauladani dan berperilaku seperti Beliau, atau sesuai  tuntunan  Al Qur’an dan Sunnah Rosul ?.

Marilah kita  kembali dan kembali  mengulang selalu merefleksikan diri  dengan  memahami dan mengamalkan –kajian ke-islaman kita  dengan belajar setiap waktu.   marilah kita   merefleksikan diri  di hari maulid Nabi, untuk membuka lembaran Qur’an, yaitu surah Muhammad (47),  dalam kajian menggunakan metoda tafsir Sistematika Al Qur’an berikut  ini(kajian dalam Blog  ini): 

QUR’AN SURAH   47 :  MUHAMMAD; AL- QITAL

TOPIK SENTRAL SURAH :
Nama judul surah terdapat pada ayat 2, dari topik pertama surah ( 1 s/d 19 ), yang menerangkan adanya 2 golongan manusia :
  •  Yang kafir dan menghalang-halangi manusia berjalan dijalan Allah
  •  Yang beriman, yang beramal shaleh dan yakin akan kebenaran Al-Qur’an yang diturunkan pada Muhammad,

Amalan golongan pertama akan dihapus oleh Tuhan dan amalan golongan kedua pasti akan diterima-Nya. Nama judul kedua terdapat pada banyak ayat ayat topik kedua ( 20 s/d 38), yang menggolongkan manusia atas dasar perintah perang, menjadi 3 golongan :
  •  Yang patuh mengikuti perintah (21)
  •  Yang  ingkar ( 20) dan murtad ( 25)
  • Yang munafik ( 29-30)

Amalan bagi golongan kedua dan ketiga akan hapus amalannya, hanya yang pertama yang diterima.

TEMA  SURAH :
Berdasarkan nama judul yang pertama, Tuhan menggunakan keyakinan akan kebenaran Al-Qur’an yang diturunkan pada MUHAMMAD sebagai kriteria penggolongan manusia, sedangkan berdasarkan nama judul surah yang kedua, perintah peranglah yang menjadi kriteria-nya. Jadi disini disejajarkan antara keyakinan akan kebenaran wahyu dan perintah perang, untuk memenangkan ajaran Tuhan terhadap ajaran manusia.

SUDUT PANDANG SURAH :

Kesejajaran akan PENGETAHUAN dan TINDAKAN, antara TEORI dan PRAKTEK, antara KEYAKINAN dan PERILAKU, antara ILMU dan AMAL, antara UCAPAN dan TINDAKAN merupakan KRITERIA KE-IMAN-AN. Konsekwensi dan Konsistensi, taqwa dan tawakal disini baru mempunyai arti.

Minggu, 11 Desember 2016

Mengapa Perlu Metoda Tafsir Al Quran?..(2)



Akhirnya apakah ‘ metoda tafsir’ yang dapat digunakan pada abad ini sebagai landasan ijma‘ tidak perlu dicari, karena yang ada pada saat ini hanyalah persyaratan mufassirnya saja ?. Apakah metoda yang ada yang telah dianggap baku, terutama di negara kita ini telah mencukupi ?. Kalau iya, mengapa ijma’ tidak pernah mencapai tujuannya untuk menyatukan pendapat umat ?. Mengapa para ulama kita selalu saja berbeda pendapat tanpa ada usaha maksimal untuk saling mendekati dan mengapa banyak terjadi percekcokan, bahkan permusuhan ?. Mengapa falsafah hidup Qur’an , yang notabene datang dari Sang Pencipta , tidak dapat mengimbangi falsafah hidup dunia(materialisme-liberalisme) yang ada ?.  Mengapa banyak tulisan tulisan yang mengkritik, bahkan banyak pula yang menghujat kitab kitab tafsir, bahkan Al Qur’an yang tidak rasional ?. 

Sekian banyak pertanyaan yang menghujam benak penulis, yang membuat sangat prihatin menghadapi masa depan kehidupan manusia. Sangat tegas dan jelas, bahwa Allah , Pencipta dan Penguasa kehidupan telah menurunkan Wahyu terakhir-Nya, untuk memerintahkan pada seluruh manusia, makhluk-Nya yang telah menirima penugasan untuk mewujudkan kehidupan duniawinya sebagai Peradaban Ilahiyah berdasarkan Al Qur’an.

Namun apa yang terjadi ?, Justru Peradaban Jahiliyah (peradaban sekuler, materialisme-liberalisme ) yang sekarang menguasai kehidupan duniawi manusia. Inilah alasan utama penulis memberanikan diri untuk menuliskan tulisan ini, karena hanya Kitab Wahyu Al Qur’an yang diturunkan untuk seluruh kaum, bangsa manusia.

Mudah mudahan Allah mengampuni penulis , bila tulisan ini justru melahirkan hal hal yang lebih buruk dari sebelumnya dan kalau sekiranya tulisan ada gunanya meskipun sebutir zarrah, mudah mudahan Allah membukakan mata hati kita semua untuk melanjutkan upaya meningkatkan derajad kekaaffahan umat manusia , terutama umat Muhammad, sehingga mampu melaksanakan perintah-Nya yang berbunyi: “liyudz-hira-hu ala ad-dieni kullihi”.

Upaya untuk ini jelas diperlukan perubahan cakrawala beragama, yang dimulai dengan mencoba melihat wajah Al Qur’an dari sekedar sekumpulan 6.236 ayat yang terbagi dalam 114 surah menjadi suatu diskursus lengkap (text book) yang mengandung kehendak Ilahi. Bagaimana manusia seharusnya menata hidup duniawinya. Apakah Al Qur’an dapat difahami melalui pendekatan “ Ilmiah” seperti ilmu ilmu lain, yang mampu melahirkan peradaban pada waktu ini ?. Pandangan ini akan melahirkan perubahan ‘ metoda ilmu tafsir’ yang melahirkan pandangan hidup / weltanschauung theokratik yang mampu menandingi ideologi demkrasi ?.

Diharapkan bawah penemuan Sistematika Al Qur’an akan melahirkan suatu tafsir alternatif yang berupa Tafsir Perspektif ( al-syuri) atau Tafsir Sistematik. Artinya kita akan mampu menggunakan Al Quran untuk menciptakan sistem peradaban Ilahiyah di muka bumi seperti tugas yang diembankan pada umat manusia melalui umat Muhammad ?!

Tafsir ini diharapkan akan dapat melampaui batasan tafsir dari ayat ke ayat, dari surah ke surah yang terkesan fragmentaris dan berulang-ulang, ipso facto ( kenyataan yang ada) selalu bersifat problematis. Sistematika ini harus mampu membangun tafsir tematik dan sistematik sedemikian rupa, sehingga mampu melahirkan konsep universal tentang kehidupan Islami ( dunia, manusia dan sistem ideologi-sosial –ekonomi-politik- budayanya).

Ini berarti bahwa tafsir harus mampu mencakup kemajuan iptek dalam arti bahwa agama islam itu dapat diterima oleh dunia manusia. Dengan demikan akan terasa adanya tali penghubung antara langit dan bumi sebagai disebut dalam QS, Azzukruf (43): 84.

” wa huwalladzii fissamaa’ ilahu wa fil ardhi ilahu wa huwal hakiimul a’lim “
Dan Dia-lah Tuhan (yang disembah) dilangit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dia-lah yang Maha bijaksana lagi Maha mengetahui

Jadi melalui metoda tafsir ini diharapkan lahirnya dimensi revolusioner dari khazanah intelektual lama, yang terdiri dari tiga macam ilmu pengetahuan:
  1. Ilmu-ilmu Normatif Rasional (al-ulum al naqliyah al aqliyah), seperti ilmu Usul Al Dien, Usul al Fiqh, ilmu Tasawuf dan seterusnya, sehingga lahir “ falsafah hidup Qur’ani” atau Karos.
  2. Ilmu-ilmu Rasional Semata ( apa yang disebut ilmu kauniyah/logos/ falsafah ilmu sekarang, yang mampu menglah kehidupan ini dari segi fisik (materi) hingga sosial budaya, yang akan melahirkan tehnologi dan sistem perekayasaan kehidupan sosial budaya dalam kerangka Qur’ani dan melahirkan iptek yang lahir dari imtaq.
  3. Ilmu-ilmu Normatif Tradisional ( al naqliyah), seperti ilmu Al Qur’an, hadist, sirah Nabi dan tafsir yang dapat digunakan tiap manusia sebagai penunjang (Jurisprudensi) dalam upayanya memahami wahyu secara mandiri, disamping lahirnya ilmu agama yang hidup, mampu mencakup perubahan perubahan yang dihasilkan oleh hasil perkembangan ilmu pengetahuan sampai falsafah hidup modern dan menjabarkannya dalam kehidupan sehari-harinya. 
Pada saat ini Ilmu tafsir yang dominan hanya yang tradisional, yang ternyata belum mampu menempatkan tingkat ilmiahnya sejajar dengan Sains-Meta, Sains-Falsafah, Hidup-Ideologi, yang melahirkan sistem –sistem kehidupan yang membangun peradaban sekuler yang menguasai kehidupan.

Hasil umat islam tidak lagi merupakan Umatan wasathan dan menjadi umat pinggiran dalam kehidupan ini. Perkembangan ilmu cepat sekali maju mulai Abad XIX yang diupayakan bukan oleh umat islam, sehingga baik yang berupa ranah materi, maupun ranah pemikirannya belum mampu menjamah kehidupan umat. Bahkan sikap umat pada umumnya malah menjauhinya atau membebeknya

Penafsiran Al Qur’an seharusnya mampu melahirkan ilmu agama atau karos yang mampu menghasilkan ranah sistem perekayasaan kehidupan dan ranah penalaran seperti fungsi sains pada waktu ini.

INSHAA ALLAH !

Referensi :
Dari  Pengantar buku:  SISTEMATIKA AL QURAN, Mengungkap Pesan Ilahi  didalam  Susunan Kitab Suci  - by Ahmad Baghowi Bachar.

Mengapa Perlu Metoda Tafsir Al Quran ? (1)

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghapuskan hyme pemujaan metoda tafsir yang sudah diterima tanpa protes dan kritik (' taken for granted') oleh sebagian besar umat. Sesungguhnya telah banyak Ulama besar yang ada diluar tanah air, mulai 2-3 abad yang lalu, yang telah memulai dengan mencari suatu metoda tafsir alternatif, meskipun mereka belum menyatakannya dalam bahasa yang gamblang, terang dan tegas dan langsung sebagai suatu metoda tafsir. Penulis sangat memprihatinkan keadaan umat pada waktu ini yang kelihatannya makin lemah, karena ukhwah diniyah makin menipis dan banyak organisasi, partai , bahkan negara negara islam , yang telah menerima peradaban sekuler. Islamnya yang tampak, hanya seremonial 'ubudiyah nya. Seremoni pemujaan , seperti agama agama yang lain, kebanyakan umat malah memuja dan mengikuti ideologi sekuler, sehingga saat ini peradaban sekulerlah yang menguasai dunia. 

Sebaliknya mereka yang tidak mau tunduk pada negara atau pemerintahan yang sekuler, mengambil sikap ekstrim dan dikenal sebagai kaum ekstremis, yang saya kira tidak pernah diajarkan Nabi dan ajaran Islam. 

Apakah ini disebabkan karena penafsirannya tentang ajaran Islam melalui Al Qur'an, dengan ilmu tafsir tradisional yang ada, tidak lagi mumpuni untuk melawan globalisasi peradaban sekuler ?. 

Penulis juga tidak mempunyai pretensi, bahwa penulis berani mensejajarkan diri dengan para ulama, para mujahid itu. Tulisan ini lahir dari suatu dorongan keinginan untuk memahami Al Qur'an bagi seorang awam, pendatang baru dalam mencari apa makna beragama menurut Al Qur'an, sebagai satu satunya buku standar bagi seorang muslim. Karena melalui jalan tradisional yang ada, penulis belum mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang selalu menggoda benak. 

Apa yang penulis dapatkan dari cara yang selama ini diperoleh, tidak dapat memberikan kemantapan pemahaman dalam keinginan untuk memahami ajaran agama melalui Al Qur'an. Semua pertanyaan yang diajukan pada para ulama yang dianggap mampu menjawab, penulis belum mendapatkan jawabannya yang dapat penulis gunakan sebagai cara untuk memahami Al Qur'an secara mandiri, karena dalam Islam tidak ada lembaga kependetaan dan taklid diharamkan. 

Jawabannya belum dapat menjawab secara memuaskan penulis, karena semuanya hanya berwujud “barang jadi” yang harus diterima, jauh dari suatu metodologi yang dapat memberi kemampuan untuk dapat mandiri, bebas dari taklid. Karena penulis yakin akan ungkapan Al Qur'an sendiri, bahwa Al Qur'an diturunkan untuk semua manusia, sehingga tiap manusia wajib, harus dan pasti mampu memhami Al Qur'an sendiri, tentu saja sesuai dengan kemampuannya, pasti ada sesuatu metoda sebagai acara untuk mempelajari sendiri, serupa dengan mempelajari ilmu dari naskah tulis ilmiah (text book). 

Apa yang sangat memperihatikan penulis, umat Muhammad tidak akan punah, tetapi akan mengalami kepunahan keislamannya (mindset -imtaqnya), mengalami proses “ fading away “, seperti yang diungkapkan nabi waktu dipanggil kembali Tuhan dengan keluhannya “Ummatii, ummatii...!” 

Permasalah yang menggoda penulis ialah: 

1. Apakah benar Al Qur’an, hanya sebagai kumpulan / kolongmerasi dari 6.236 ayat, seperti yang lazim digambarkan oleh ‘Uummul Qur’an

2. Apakah maknah surah ? Apakah hanya suatu petunjuk tempat ayat ? Nama surah bahkan dapat diganti dengan normor urut saja. Sedangkan nama judul surah itu terasa aneh dan sulit dipahami untuk menebak pokok isi kandungan surahnya/ tema surahnya 

3. Apakah ‘unit fungsional terkecil ‘ Al Qur’an sebagai “ hudaa dan furqan” ? dan apa ‘unit struktural terkecilnya ‘

4. Apakah makna nama judul judul surah

5. Mengapa tertib susunan ayat dan surah wahyu diubah dari tertib susunan nuzul nya menjadi tertib susunan surah dan ayat Al Qur’an ? 

6. Apakah pokok kandungan Al Qur’an ?, Kandungan surah ?, Kandungan ayat 

7. Mengapa kalau dibaca secara selintas isinya terasa tidak runtut?,  Bagaimana cara Al Qur’an mengemas pesannya ? 

8. Mengapa diperlukan ilmu tafsir ?,Apakah tidak cukup dengan alih bahasa saja ? 

9. Apakah itu benar bahasa yang digunakan Al Qur’an itu bahasa ethnis Arab.? 

10. Kalau Al Qur’an mengklaim dirinya berlaku bagi setiap manusia tanpa mengingat budaya dan tingkat pendidikannya/ penalarannya, bagaimana rumusan bahasanya sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dikandungnya 

11. Kalau Al Qur’an mengklaim dirinya berlaku sepanjang masa, apakah semua masalah dan permasalahan hidup di masa mendatang itu dapat diantipasi, di prediksi atau dicakup atau dikooptasi oleh Al Qur’an , bagaimana cara mengatasinya ?

Inilah pertanyaan pertanyaan yang penulis belum mendapatkan jawabannya dengan tuntas




(by A Baghowi B.   bersambung....)

Rabu, 23 November 2016

Sosmed untuk "kehidupan bersama"



Berawal dari WA-an jadi mengelitikku untuk  menulisnya kembali
Ini copasnya wa ku 


" Agama utk kehidupan kita, agar menjadi kita orang baik sesuai keyakinan kita.
Tdk bisa orang lain memaksa kita beragama dengan  caranya...
Marilah bersabar dan berlapang dada dengan perbedaan, kemajemukan , kebinekaan indonesia. Hidup indah dan damai , bahagia  diantaranya adalah harapan kita semua , kualitas hidup kita, kualitas kedewasaan diri kita dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mudah mudahan kita tidak mudah terprovokasi dengan issu issu  sosmed yang  memecah belah kerukunan kita.
Hidup indonesiaku dan  keluarga .....ku"


"Efek samping obat....eh..efek samping sosmed, apalagi tanpa pemakaian yang hati hati, seperti makan obat -ada yang palsu, atau asli  tetapi kedaluarsa... bisa negatif- bagi tubuh kita.
Karena itu sosmed yang positif seperti  obat yang baik-mujarab , memberi kekuatan kesehatan tubuh kita, sebaliknya yang  negatif - dapat membuat kita jadi tambah lemah dan sakit"

Saat ini sebaiknya kita bisa bijaksana makan obat (bersosmed) , agar kehidupan kita tetap terjaga baik, sehat wal afiat, tidak  bermasalah; tidak terjerat hukum atau bahkan masuk penjara.

Era informasi dalam bingkai alam demokrasi di Indonesia(sebagai negara menganut sistem demokrasi) tentu kita beruntung hidup saat ini, dimana keterbukaan, bebas berpendapat dijamin negara; tidak dilarang. apalagi dibanding negara lain yang menganut sistem otoriter atau sosialis komunis; dimana urusan pemerintahan dilaksanakan oleh satu partai dan untuk urusan pemerintahan dan negara tidak bisa dikritik bebas oleh semua rakyat, walaupun globalisasi sudah merasuk dengan perangkat medsos masuk keseluruh rakyatnya; dengan smartphone semakin memudahkan untuk berkomunikasi. tetapi urusan politik tidak bisa  orang sembarangan mengkritik pemerintah atau pejabat negara.

Dalam bersosmed seharusnya kita bisa "bijak" , ber-etika  terutama dalam menyampaikan pendapat, berita, issue. apalagi  apa yang kita sampaikan berdasarkan "sesuatu yang tidak benar,hoaks atau tidak jelas sumbernya". apa yang kita sampaikan bisa mempengaruhi orang dengan "persepsi yang salah atau merugikan"; apalagi bila pendapat tersebut di "share" ke orang lain  lebih banyak lagi dan "viral".

Pandemi Corona virus disease (COVID) 19 saat ini - yang bermula sejak desember 19 di Wuhan,Cina, telah menyadarkan  kita  tentang  makna " viral"  yang selama ini hanya dikenal dalam pengertian virus komputer atau berita yang "banyak dibicarakan atau ditonton" yang tersebar dalam waktu  cepat dan lama; Virus corona  menunjukan eksistensinya sebagai "materi  partikel yang hidup" yang menjadi musuh manusia  seluruh dunia dan merubah perilaku hidup manusia  secara fisik,psikis,
Ketakutan  terhadap COVID 19 melanda semua negara, semua berperang untuk melawan musuh "yang tidak terlihat, seperti melawan Hantu". Perubahan  perilaku manusia , bumi seperti terdiam, semua orang berdiam dirumah saja untuk menghentikan penyebaran virus sebagai usaha  melawan serangan dahsyat virus terhadap manusia. Ekonomi dunia menurun dan seperti lumpuh yang dapat menimbulkan kerawanan sosial-ekonomi, angka kematian meningkat secara  cepat dibandingkan  virus virus  sebelumnya - dalam waktu 6 bulan.
Kita  disadarkan juga,  "berita Hoaks yang viral"  sangat  berbahaya -sama seperti COVID 19   sebagai musuh " tanpa wujud" yang dapat menebarkan ketakutan dan menimbulkan korban secara fisik, psikis.

"pelaku medsos" bisa  menjadi musuh -seperti COVID 19, karena  serangannya, tatanan hidup sosial menjadi rusak dan menghilangkan imun -ketahanan sosial bermasyarakat. Oleh karena itulah, sepatutnyalah kita menjaga  imunitas sosial bermasyarakat, berbangsa negara  agar kuat, sehat wal afiat;  marilah kita jangan  menjadi " covid 19" di dalam kehidupan masyarakat.



















Waaah serius  banget...😬😬😀😁😆😅😅

Sabtu, 18 Juni 2016

Memahami AlQuran dari Sudut Pengulangan Kata-Kalimat


Dalam AlQuran  terdapat  pengulangan kata,kalimat, baik dalam ayat , ayat dalam  surat  dan antara surat dengan surat  untuk menjelaskan atau mendefinisikan “suatu   atau topik atau tema” kehidupan kepada manusia tentang  hubungan makhluk dan Penciptanya(Alkhalik), tentang makhluk dengan makhluk lain, tentang makhluk hidup dan alam sekitarnya –juga alam raya.

Pengulangan kata/kalimat , bermakna  suatu    proses  dan  sebagai “ketetapan”- stationary ; suatu proses dari langkah awal kembali ke awal lagi; kalau itu kata atau kalimat  berarti “penekanan”, memberi bobot kepada  suatu. Kalau itu proses  kimia/fisika / biologi  berarti   keseimbangan aksi-reaksi , siklus fisika, siklus kehidupan/biologi. Kalau  dari kosmologi  berarti orbit  atom, molekul,  senyawa, benda, bulan, bumi, matahari, bintang , galaksi.

Ketika  “ketetapan” pengulangan  tidak terjadi,  maka akan terjadi “kematian”- yaitu dapat “kematian kecil”  dan bila terjadi pada makro kosmos  akan terjadi  kematian alam atau   “kiamat”
Pengulangan dalam proses   sering secara sederhana  digambarkan sebagai lingkaran atau bola, elips atau oval atau secara kompleks sebagai segi banyak. Dengan kata lain Pengulangan  dalam arti proses –memiliki maksud dan tujuan atau arah dan sasaran atau kerangka dan bentuk atau ruang dan waktu yang tetap dan menetap untuk menjaga kelangsungan hidup/kelestarian kehidupan makhluk hidup/keseimbangan alam.

Dalam  ilmu pengetahuan  “arti pengulangan”  memiliki banyak rupa atau bentuk; seperti dalam  biologi  dengan istilah “Siklus Hidup”, fisiologi  - Homeostasis,feedback mechanism, ilmu kimia/farmasi reaksi keseimbangan, ilmu fisika - orbit  atom, keseimbangan energi  atau dalam ilmu sosial – politik-  hubungan manusia dan perubahan sosial-politik atau dalam ilmu ekonomi – hukum neraca  keuangan, dstnya.

Dari  sudut   pandang  ilmu alam  / kauniah  dapat dipahami, Al Quran    banyak  memberikan  “penekanan atau pembobotan”  terhadap  masalah kehidupan manusia  dari segala aspeks  kehidupan; baik  masalah   hubungannya  dengan Maha Pencipta(Ubudiyah) dan  hubungan dengan manusia serta lingkungannya(Mu’amalah) dengan pengulangan kata kata, kalimat di dalam ayat, ayat dalam surat yang sama  atau dalam surat lain; antara surat dengan surat lain  dalam AlQuran; antara  surat makiyah dengan makiyah atau makiyah dengan madinah atau madinah dengan madinah. Dalam konfigurasi “pengulangan” ; Konfigurasi  pengulangan dalam AlQuran adalah suatu ketetapan –yang sesuai dengan ketetapan dengan Ilmu Alam. Pemahaman tentang Al Quran akan lebih mudah dan saling terkait  satu sama lain – seperti siklus atau orbit  atau reaksi  keseimbangan diantara ayat dengan ayat, ayat dengan surat dan interaksi  surat dengan surat didalam menjelaskan suatu masalah kehidupan manusia;  baik masalah sosial, politik, ekonomi, sejarah, tehnologi dan masalah ketuhanan(teologi).

Inilah makna  pengulangan  dalam Alquran  dan kaitan dengan ilmu pengetahuan seperti  “pembaca   diajak berdialog  dari  segala  sudut  pandang” ;  dari segala latar belakang  pembacanya apakah dia beriman atau belum beriman; apakah dia  muslim atau  belum muslim. Memahami  kehidupan  menurut  sudut  perspektif  Al Quran ; bisa dimulai dengan memahami  ilmu pengetahuan- apakah ilmu pasti atau ilmu  sosial atau  ilmu terapan/tehnologi. Pengulangan  kata kata Allah, “apakah kamu tidak berpikir, atau apakah kamu tidak perhatikan...dll”  menunjukan pembaca pemula diajak dialog  melalui  ilmu pengetahuan  untuk mengenal ALLAH. Kemudian  diberi contoh contoh kejadian-kejadian  terdahulu , sekarang , dan akan datang.  Begitulah  dialog   terjadi  berulang –ulang   melalui  ayat –ayat    pendek  atau surat  pendek atau  ayat ayat atau surat panjang.

Pengulangan yang  menyentuh  perasaan,  pikiran atau  menyentuh  hati(qolbu) dan akal/rasio sehingga  pembaca   seperti   membaca  jatidirinya ; siapa dirinya dan hakekat keberadaannya  di dunia  serta  keberadaan  penciptanya. Al Quran menggambarkan keadaan tersebut : ketika hati bergetar saat  membaca  atau mendengar ayat ayat Alquraan; itulah keadaan  hati  orang yang beriman kepada Allah SWT.

Kondisi “beriman” tersebut  adalah proses  yang dinamis , bukan instan. Proses dinamis yang terus diasah, dirawat, dijalankan  dengan  terus menurus  berdialog dengan Sang Maha Pencipta, seperti roda  berputar, seperti orbitnya  bulan terhadap bumi dan  bumi terhadap matahari  agar nilai keimanannya  “ stabil” ;imannya   tetap  hidup dan menghidupkan dalam hatinya  sehingga  Allah memanggil ke Alam  Akhirat.

Karena  itu pula Allah SWT,  mengangkat  derajat  orang yang berilmu pengetahuan dan beriman sebagai Ulil albab. Karena   mereka   terus menurus setiap waktu selalu  menjaga imannya  dengan  selalu mempelajari, memperhatikan kejadian sosial-alam  dan al quran , kemudian beramal   dengan ilmunya kepada  masyarakat.  Subhanallah.

Menjaga  Iman  adalah  suatu proses  selalu  dalam  fitrah manusia  sebagai  hambah  Allah sesuai dengan janji  manusia ketika di alam ruh sebelum lahir  ke dunia atau  dengan  kata  lain   menjalankan  usaha – berulang-ulang   apa yang sudah di syareatkan Allah  dalam Alquran dan disunnahkan oleh rasulullah –Nabi Muhammad dalam praktek kehidupan  sehari hari.
Wallahu’alam.

Ciputat ,13 Ramadhan 1437H/18 Juni 2016


Minggu, 01 Mei 2016

Makna Agama dan Sains Bagiku

"Pembulu darah arteri "


Lapisan dinding pembuluh darah terdiri dari tunika intima, media, adventitia/luar Arteri dan Vena - sangat dipengaruhi oleh "stress" yang berasal dari faktor psikis atau fisik atau lingkungan ; perubahan patologis /penyakit pada pembuluh darah terutama arteri terjadi berlangsung lama akibat "stress". Perubahan terjadi pada lapisan endotel intima, aktifitas hormon, sel fibroblas, serabut elastis, kolagen, sel otot polos dan rangsangan syaraf serta asupan darah dari vasa vasorum . 



Hubungan / Interaksi fisik -psikis dengan gaya hidup(style of life), pandangan hidup(way of life) sangat erat dengan timbulnya penyakit; terutama pembuluh darah. 
Stress Fisik atau Psikis yg berlebihan dapat menimbulkan stress pada pembuluh darah, seperti dapat terjadi penebalan lapisan intima dan pengerasan/pengapuran sehingga menyempitkan diameter arteri atau lepasnya plaks /trombus menjadi embolus dan mengurangi atau menyumbat aliran darah ; bila ke otak terjadi stroke. Bila lapisan media hilang elasitasnya atau kerusakan sel otot polosnya dan lapisan intima mengisi dengan jaringan fibrosis/trombus, maka dapat terjadi pelebaran/ robekan dinding arteri; timbul aneurisma(pelebaran arteri) atau pecahnya (ruptur) pembuluh darah dan berakibat perdarahan, bila tidak cepat ditolong/distop perdarahannya dapat menimbulkan kematian

Oleh karena itu penting mencegah " stress pembuluh darah"
Konsep : "dalam jiwa yang tenang terdapat fisik yang tenang" yang berarti : dalam jiwa sehat terdapat fisik yang sehat dan sebalik dalam fisik yang sehat terdapat jiwa yang sehat. 

Secara sederhana : psikis dan fisik saling mempengaruhi -agar dalam keadaan seimbang, bila baik - baiklah semuanya/tidak ada penyakit, begitu sebaliknya tidak seimbang timbul penyakit. 

Aktifitas psikis , seperti aktifitas spiritual, komunikasi, interaksi -emosi, mental, pikiran yang baik atau aktifitas fisik, seperti makan, minum, kerja, interaksi sosial, tidur-istirahat, olahraga, rekreasi yang baik.

Gaya hidup dan pandangan hidup sangat mempengaruhi "keseimbangan" fisik-psikis yang baik dalam "jangka lama" 

Gaya hidup dipengaruhi sudut pandang hidup atau pandangan hidup; sejatinya "pandangan hidup " adalah "cerminan religius" atau Ajaran/ Pandangan agama/Keyakinan seorang

"Pembuluh darah yang baik " cerminan kesehatan fisik dan psikis yang juga baik atau cerminan sikap, perilaku, perbuatan fisik-psikis yang sehat atau cerminan gaya hidup yang sehat atau cerminan amalan agama yang baik.

Menjaga Kesehatan psikis dan fisik yang baik/sehat adalah Kewajiban dan menjadi Ibadah /amal sholeh; Apalagi bila sakit, wajib untuk memulihkan /berobat. 

(sudut pandang, makna agama bagiku)

Rabu, 25 November 2015

Hari Guru 25 November 2015



Selamat Hari Guru , 

Kembali ke " Ruh Guru " ideal /sejatinya dari bias "realitas hidup" sebagai tuntutan materi yang menjadikan guru tidak ideal; guru sekarang ini seperti menghadapi atau situasi yang berlawanan sebagai tuntutan; seperti pergulatan antara kompetensi vs kesejahteraan, sistem pendidikan vs kebijakan negara/pemerintah, tujuan vs hasil..dstnya ..hal ini seperti rentang panjang ... dalam persimpangan...yang "rancu"... belum ada suatu "titik sama" melangkah... yang sinkron-harmoni ...sebagai "harapan bersama dan berderajat tinggi/sebagi marwah guru.." Hal ini pun terjadi pada pendidikan dokter dan tenaga kesehatan...yang "semraut-paut" ..kehilangan "ruh nya" ...pendidikan ..."manusia indonesia"..menjadi apa saja seperti menjadi "parsial" tidak "total/utuh"...................sangat menyedihkan/memperihatinkan 
Semoga pola pikir guru/dosen selalu diberikan penyadaran kepada hakekat - ruh, tujuan pendidikan dan akhir dari ..tugas -kewajibannya mendidik murid / mahasiswa sebagai pengabdiannya kepada masyarakat, pengemban amanah Allah SWT... mensejahterakan dan memakmurkan dunia melalui ilmu dan tehnologi yang "baik/haq" bukan yang "bathil"/ menyesatkan.
Terima kasih ....Guru guruku dan murid/mahasiswaku.... tanpa MU ...tidak ada  ilmu yang diamalkan , bermanfat dan mensejahterakan...

Rabu, 14 Oktober 2015

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1 MUHARAM 1937H



Tahun Rohani, tahun spiritual di mulai dari tahun Hijriah.... tapak tilas keimanan dan perjuangan dalam menuju dan menjalankan amanah Allah sebagai hamba Allah , sebagai khalifah fil ardh dalam mencapai alama semesta yang rahmatan alamin, baldatun wa robbun ghoffur. Hijrah bermakna pembaruan, pencerahan, perubahan lebih baik....dari sikap yang jumud, status quo, jahiliyah...menjadi "move on to Allah" yang di abadikan sebagai waktu dalam hitungan bulan qomariyah- sebagai " tahun Hijriah " ; Tahun Hijriah adalah tahun umat islam dimulai hijrah umat islam dari Mekkah ke Medinah-atas printah Allah melalui wahyuNya  kepada Rasulullah -Nabi Muhammad SAW; Tonggak sejarah ini oleh Umar bin khattab -khulafaurrasyidin ke 2 ditetapkan sebagai awal tahun hijriah.

Jumat, 25 September 2015

SELAMAT IEDUL ADHA 1436 Hijiriah/2015






Idul Adha (di Republik Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.
Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Makna Iedul Adha adalah hakekat nilai keimanan/keyakinan seorang terhadap Maha Penciptanya tentang nilai nilai hidup, cinta, kepemilikan, godaan, keraguan, ujian , hambatan, permusuhan , kegigihan dan kekuatan dalam kehidupan menjadi seorang muslim yang baik. Pengorbanan disimbolkan dengan kehidupan keluarga , kecintaan terhadap istri/suami dan khususnya anak - darah daging dan simbol kecintaan tersebut diwakili hewan ternak-peliharaan; domba/kambing, sapi/kerbau, kuda, onta. Simbol pengorbanan terhadap anak yang dicintai(nabi ismail), godaan,keraguan, ujian dan sikap gigih -teguh (nabi ibrahim) menghadapi syetan dan permusuhan terhadap syetan adalah setiap muslim diperintahkan berkorban dengan Hewan kurban yang baik, sebagai simbol juga kemenangan melawan syetan dan bukti kecintaan/keimanan terhadap Allah SWT. Daging korban dibagikan sebagai wujud amalan sholeh-kepedulihan bagi orang/masyarakat disekitarnya. Pengorbanan berarti sebagai evaluasi diri setiap muslim atas kecintaannya terhadap duniawi dan hakekat kecintaan terhadap manusia atau Allah. Maha Besar Allah .

Selasa, 18 Agustus 2015

MERDEKA ....AYO KERJA BANGSAKU


M a k n a 70 Tahun, Kemerdekaan Negaraku - Republik Indonesia,

Bukan saja berarti " merdeka secara fisik - bertanah air indonesia, tetapi merdeka secara intelektual, jiwa, spiritual dan atau kata lain dalam wujud merdeka dalam daya cipta atau ber-kebudayaan - ekonomi, sosial, politik, keamanan dan beragama..dll.." 

Bebas dari belenggu kemiskinan, korupsi, narkoba, "kebodohan/jahiliyah", ketidak-adilan hukum, mafia ekonomi-monopoli-nepotis... dan sekterian radikalisme, dll.

Perubahan peradaban dan dinamika internasional di era cyberspace; era transformasi - komunikasi informasi, ilmu dan tehnologi dan interaksi sosial manusia terkoneksi dan  terjadi transaksi atau akulturisasi secara cepat bahkan dalam hitungan kecepatan cahaya (300ribu km/detik)..yang dapat berakibat -sebab positif atau negatif....
Benturan -benturan atau  singgungan sosial, budaya, politik, keamanan dapat berdampak merenggangkan kesatuan dan persatuan negara dan bangsa indonesia; bahkan memecah dan meruntuhkan bangun besar "indonesia".

Pejuang generasi sekarang dan generasi "muda dan akan datang" harus " peduli kepada perjuangan menjaga dan merawat serta menegakan dan membangun "persatuan dan kesatuan " bangsa dan negara-- lebih fokus dan prioritas - kepada pembangunan karakter manusia indonesia yang berkualitas- berintergritas kuat- sebagai patriot bangsa...membangun nasionalisme..melalui pendidikan sejarah..kebudayaan..etika, antropologi selain sain dan tehnologi...

S e m o g a ....



HIDUPLAH DAN JAYA LAH SERTA SEJAHTERA LAH INDONESIA RAYA KU

70 TAHUN BERLALU DAN SELAMANYA LAH INDONESIAKU

MERDEKA .!!!

Aamiin YRA/

Jumat, 24 Juli 2015

Makna Idul Fitri dan Silahturahim


"Kembali ke Fitrah"- kembali kepada kesucian ;  kembali ke jati diri sebagai orang beriman, orang islam, orang yang patuh dan tunduk kepada Maha Pencipta-nya kembali sebagai  orang yang menang  .. dan...sebagainya. Begitulah menggemanya ungkapan tersebut di ucapkan, dituliskan, disebarkan oleh ustadz, media informasi, media sosial dan oleh kita dalam silahturahim. Betapa mulianya  ungkapan - makna  dari kembali ke fitrah seusai kita melaksanakan Puasa  ramadhan dan merayakannya pada 1  Syawal.  Selepas  waktu yang terus berjalan.... seperti tertiup angin...bekas  jejak ungkapan-makna idul fitri pun seperti menghilang....bahkan  berselang  berapa hari setelah 1 Syawal. ..ungkapan terbaik- dalam wujud mudik lebaran- silahturahim antar keluarga, saudara, teman, yang lalu-  mulai meluntur atau mengalami erosi.  Hal ini terungkap dari  ucapan atau pernyataan, tulisan  di media sosial atau elektronik, media informasi tertulis yang menunjukan sikap -perilaku yang mencerminkan intoleransi, menyebarkan fitnah, menyulutkan permusuhan, kebencian bahkan adudomba untuk saling bermusuhan, berperang... 
Sangat disayangkan "tokoh atau orang menjadi contoh /panutan" ikut mengumbar "issue issue" yang mempengaruhi  umat /masyarakat dengan wajah yang "Marah" bukan menyejukan dan mendamaikan -merukunkan umat dalam setiap  timbul konflik atau masalah antar warga, masyarakat, agama(SARA). Sangat  disayangkan "buah ramadhan" tidak tampak terlihat -terwujud dalam tutur kata, tulisan sebagai orang yang damai, peduli sosial dan lingkungan, orang yang menjadi rahmatan alamin. 
Jelaslah Islam itu Damai dan Sejahtera; Sebab itu ramadhan, syawal, menjadi  moment  moment latihan -  menjadi orang yang  lembut hatinya,  jernih pikiranya, dan teduh-sejuk  emosinya...selain terjaga   setiap waktu oleh  moment sholat dan rukun rukun islam yang lain.  Sangat lah  berbeda  jika  sebaliknya ...hati yang keras, pikiran yang kotor, emosi yang panas-gelisah ...tidaklah mungkin mewujudkan  islam yang damai-sejahtera atau rahmatan alamin. oleh karena itu wujud  islam adalah  damai dan sejahtera - sesuai sebagai  agama yang fitrah; sesuai dengan fitrah  manusia yaitu sebagai Hambah Allah, Makhluk  Allah.

Makna Silahturahim adalah fitrah manusia  sebagai  makluk  sosial yang saling bergantung, saling membutuhkan dalam tali kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan/pertemanan atau satu umah ; umat manusia.  Sesungguhnya  silahturahim menghilangkan  permusuhan, perselisihan, konflik diantara manusia sehingga mengrekonstruksi menjadi persaudaraan, perdamaian, dan mewujudkan kebersamaan  dan kesejahteraan umat manusia.  

"Wajah umat islam " terwujud  dalam  tali silahturahim yang kuat  dalam kontruksi Islam yang Damai dan Sejahtera. Suatu Utopia  bila "terpecah" tali silaturahim. Rekontruksi-restrukturisasi sosial -budaya,ekonomi, politik, - terjadi  pada  saat  bulan puasa ramadhan dan bulan syawal-  menjadi momen "start" untuk  memperbaiki dan menjaga   serta  meningkatkan "jati diri" umat islam.
Profil  umat  islam "mudah terlihat" dari profilnya di media sosial/informasi; ungkapan sikap-perilaku, pikiran -emosi menjadi ukuran/parameter/faktor dari  wujud "wajah " orang yang  mengungkapkan "kematangan" sikap-prilakunya dalam ber-islam. Tentunya diharapkan - selepas  Idul fitri  1436 Hijriah ini,  profil ungkapan  di media sosial / informasi lebih baik, lebih hati hati, lebih  sejuk, damai dan  menguatkan tali silahturahim


Kamis, 16 Juli 2015

IDUL FITRI 1436 H

Allahu Akbar- Allahu Akbar - Allahu Akbar
Allahu  Akbar Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro..
Wasubhanallohi Bukrotaw Wa'ashila...
Laa ilaha Illallohu Wala Na'budu Illa Iyyahu ..
Muhlishina Lahuddin, Walaw Karihal Kafirun..
Laa ilahaillahu Wahdah, Shodaqo Wa'dah..
Wanashoro 'abdah, Wa'a'aza Jundahu Wahazamal Ahzaba Wahdah..
Laa ilaha Illallohu Wallohu Akbar..
Allohu Akbar Walillahilhamd...
Maha  Besar  Allah ...segala puji  hanya  kepada -Nya


Sebulan  sudah kita  puasa ramadhan dan  tiba saatnya datang 1 Syawal -Hari  Idul Fitri 1436 H  kita rayakan...Hari  kembali Fitrah  -menapaki  kehidupan baru dengan jiwa yang bersih-suci  penuh optimisme, semangat, motivasi  fitri/ terbarukan dengan amal sholeh yang lebih baik dan mulia;  menapaki jejak  11 bulan ke depan menuju  bulan ramadhan 14037 dan seterusnya--seperti  peredaran Bumi dan Matahari, atau Bulan dan Bumi; tapak tilas  waktu berulang -ulang menuju   Taqwa..sebagai  Kemuliaan  manusia  hidup  di dunia dan juga menyiapkan kehidupan akhiratnya.

Beda fitrah  manusia  dengan  makhluk lain  adalah  manusia  mempunyai "kehendak bebas/free will" dan mengemban amanah sebagai khalifah fil ardhi, sedangkan persamaannya manusia tunduk dan patuh kepada  hukum alam-tunduk dengan waktu dan tempat/ruangan. Karena kehendak bebas manusia dipengaruhi oleh nafsu dan akalnya yang bisa merekayasa  kehidupan lingkungan sekitarnya atau alam yang bisa " merusak" kehidupan lain atau membangun kehidupan yang lebih"sesuai" atau layak dengan kehidupan yang damai-sejahtera. Makhluk  lain   beradaptasi dan tunduk -taat  dengan fitrahnya dan manusia sangat mempengaruhi kehidupan mereka; bahkan ancaman kepunahan terjadi karena intervensi manusia kepada  mereka. oleh karena itu manusia pun bertanggung jawab atas  kelestarian alam dan makhluk hidup lain. Kesadaran  tentang hal itu sering  dilupakan  manusia karena  hawa nafsunya atau  pikirannya yang merusak/negatif. Kesadaran akan kembali ke jati diri yang damai- penuh kasih sayang terhadap alam dan lingkungan kehidupannya itulah menjadi keharusan manusia kembali ke fitrahnya sebagai makhluk. 

Kembali ke Fitrah adalah kembali kepada nilai nilai kehidupan seperti  kehendak Allah  bukan kehendak bebas manusia, dengan cara pengendalikan hawa nafsu dan akal manusia sesuai syareat sehingga dapat melaksanakan fungsi -tugas sebagai khalifah fil ardhi menjadikan kehidupan Bumi dan Langit yang rahmatan alamin/badaltun thoyyibatun warobbun ghofur-  Kehidupan yang  penuh  Rahmat bagi alam,  penuh Kebaikan dan ampunan Allah 

Tapak  tilas   berulang puasa  ramadhan, dari dan ke  1  syawal - ibarat  seperti  tawaf  haji- 7 kali mengelilingi Ka'bah sebagai pusat kehidupan alam semesta atau  juga seperti peredaran bumi, matahari, galaksi adalah re-evaluasi -intropeksi-reinforcement-repowering kehidupan- recycle of  life  agar kita  selalu bisa  memperbaiki  diri dan memuliakan  kualitas kehidupan kita -bukan saja kuantitas amalan sholeh. Oleh karena  itu merindukan selalu datangnya  bulan puasa  ramadhan dan "menangiskan" berlalunya bulan ramadhan. 

Berharap dapat menemui kembali "seperti kekasih"- kembali datang kepadanya. Kekuatiran, kecemasan  dan kepasraan  bila tidak dapat bertemu lagi. Itulah dampak psikologis - makna dan hikmahnya kembali ke fitrah setelah  satu bulan  berpuasa ramadhan. berharap bertemu 11 bulan lagi dan kembali berpuasa di bulan Ramaddhan 

Semoga kita kembali dan kembali ke Fitrah..sampai  ajal-maut mengembalikan kita kepada sang Maha Pencipta-Allah SWT dalam keadaan  Taqwa.

Rabu, 08 Juli 2015

Berpuasa Ramadhan, Otak kanan dan kiri

Bagaimana kah .otak kanan dan otak kiri bekerja selama ber- Puasa ?

Proses mental-emosi, psikis-empati - simpati(kepedulian), romantis, kekhusukan, solidaritas sosial, toleransi,, kebersamaan..yang bersifat abstrak--kualitatif....adalah proses otak kanan.
sedangkan otak kiri ...mengukur , menghitung secara matematika, batasan, jumlah, lama, untung-rugi, kurang bagi, kelipatan....bersifat real/ fisik kuantitatif

Puasa Ramadhan secara syareat ....mengintergrasikan, mengendalikan kerja otak kanan dan kiri bekerja seimbang, harmonis,serasi...yang menjadikan orang kidal atau bukan merasakan "sensasi berbeda " dalam berpuasa.... nilai nilai spiritual dirasakan menonjol dalam ukuran kuantitas (pada orang kidal ) dan kualitas (pada orang non kidal) ; proses saling menyilang(cross check)

"kepekaan " yang meningkat secara sinergis ... menjadikan proses otak kanan dan kiri lebih meningkat seimbang dan optimal.... tetapi bila puasa dijalankan hanya secara kuantitas atau kualitas.... akan dirasakan puasa hanya sebagai menahan lapar dan haus dalam hitungan jam...hari( otak kiri mendominasi)... atau puasa dirasakan menahan marah, emosi, nafsu...(otak kanan mendominasi)

Oleh karena itu " beruntung dan berbahagialah " orang yang berpuasa ramadhan yang dapat menjalankan puasanya sesuai syareat - mendapatkan menginterigrasikan dan mengendalikan dan meningkatkan fungsi otak kanan dan kiri secara seimbang/sinergis- sebagai Nilai Taqwa
Subhanallah...

Minggu, 05 Juli 2015

AL QURAN SURAT KE 97

 AL-QADR/KEMULIAAN,  
Topik sentral  surat  ke 97, al Qadr yaitu terdapat pada pembukaannya - yang menyatakan bahwa malam diturunkannya Al-Qur’an itu merupakan malam yang  dimuliakan Allah SWT.  
Sedangkan  Tema  suratnya  adalah sebagai  berikut ;  Waktu wahyu terakhir diturunkan Allah pada saat yang dimuliakan. Kemuliaan ini karena ada sesuatu yang sangat penting yang terjadi. Suatu kejadian yang dapat meningkatkan NILAI waktu dan ruang / tempat  kejadian. Waktu kita - kalau diisi dengan amal baik, maka waktu bernilai positif, sebaliknya kalau kita isi dengan kebatilan, maka nilainya menjadi negatif. Begitu pula dengan tempat atau lingkungan. 

Sudut pandangan Al Quran dalam   surat  Al Qadr  berkaitan dengan nilai  yaitu nilai lingkungannya - yang ditentukan oleh suatu kejadian yang mengisinya. Tergantung dari macam kejadiannya , nilai lingkungan itu dapat bertambah atau berkurang, begitu pula UMUR MANUSIA. Panjang umur tidak menentukan banyaknya kebaikan seseorang ! , Dengan kata lain- Kuantitas dan Kualitas kebaikan di tentukan oleh  waktu  dan lingkungan -amal ibadah seseorang; bukan usia kronologis(fisik)(  tetapi usia kemuliaan (spiritual) 

(A bhagowi B)



Senin, 29 Juni 2015

Puasa Ramadhan:


HIKMAH:
Berbeda   dengan  puasa -puasa yang  lain ,  "Puasa RAMADHAN"adalah  suatu proses fisiologis, biologis, mental(fisik), spiritual/ bathiniah -yang berlandaskan ketentuan syareat.
Proses yang berawal  dan berakhir  selama  satu bulan - dalam bulan ramadhan; adalah suatu proses   yang bersifat memberi kekuatan, kesehatan, kemurahan, kepeduliaan atau empati- simpati atau kepekaan diri, kesabaran, ketaatan, keberkahan, kemaknaan dalam hidup dengan cara  re-evaluasi-rekonstruksi-restrukrisasi diri ; makna hidup dan menghidupkan sebagai makhluk (yang diciptakan) dalam mengabdi kepada Allah SWT( sebagai Maha Pencipta-nya)

Proses  tapak tilas kehidupan kita -  yang berputar,  dari ramadhan- ke ramadhan. seperti smartphone/komputer  yang perlu dirawat dan dipelihara fungsi dan manfaatnya dengan cara meng- upgrade, meng-default   agar tetap seperti keadaan  asal usulnya semula  yaitu kembali ke fitrah sebagai manusia;  sesuai tujuan Maha pencipta yang menciptakannya, yaitu  sebagai Hamba Allah- Khalifah fil ardhi..
Oleh karena itu, Puasa  ramadhan  menjadi  "bulan"  memuliakan manusia; bulan  hijrah yang menaikan derajat manusia sampai derajat TAQWA; dengan kata lain bulan Kemuliaan- dengan derajat seribu bulan.Suatu perumpamaan yang sangat tinggi   nilainya  dari pencapaian usaha manusia bila melaksanakan puasa sesuai syareat  dan  manfaatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat;  Allah  jadikan hubungan  langit dan bumi menjadi erat dan  atau dunia  dan akhirat menjadi menyatu sebagai Makhluk dengan Khaliknya-  Allah SWT. 

Puasa Ramadhan  mengembalikan  eksistensi manusia  kepada asal -usul kejadianya - sesuai  Fitrahnya; "semua  nafsu  dan kehendak bebasnya(free will)"  sesuai syareat Allah. Suatu proses  dinamis  dalam skala waktu dan tempat kejadian dari segala amalan ibadah yang dituntun oleh Al Quran  dan Sunnah  Rasullah-yang dijadikan  sebagai sumber pikiran, tolak ukur, parameter , timbangan, rujukan , contoh,  dan lain sebagainya   dari permasalahan kehidupan manusia - baik dunia dan akhirat. Kehilangan  jati diri /eksistensi  manusia menciptakan kehidupan yang menyimpang, mengambang, terombang -ambing; ibarat  seperti busa   dilautan luas, hidup tanpa arah dan tujuan. salah satu cara Tuhan mendidik dan melatih, membentuk karakter manusia yang  tangguh dan kuat agar  mampu dalam  menjalankan dan melaksanakan   amanah Allah SWT-sebagai Khalifah fil  ardhi.

Puasa  Ramadhan, bulan penggemblengan mental, fisik,bathin, spiritual  selama  satu bulan melalui tahapan-tahapan proses syareat yang  telah dituntunkan.
Semoga kita dapat selalu menjalankan  tapak tilas-puasa ramadhan bersinambungan dengan  baik dan mendapat kemurahan, kemudahan, keberkahan, keredhoan Allah SWT, serta  Kebahagian hidup dunia -akhirat.  aamiin ya rabbil alamin.


Subhanallah, Allahu akbar.


Rabu, 21 Januari 2015

Kebebasan berpendapat "yang tidak bebas" versi peradaban vs biadab

Kebebasan  berpendapat "yang tidak bebas"  versi peradaban vs biadab

Dalih kebebasan berekspresi digunakan Barat - itulah statemen kebenaran yang selalu didengungkan pada " media peradaban mereka". Sementara  mereka mengungkapkan "syahwatnya" untuk memperolok-olok , menghina dan menistakan -orang lain atau  tokoh atau bangsa atau agama yang menjadi objek mereka, menjadi "korban" mereka, yang terakhir "serangan berulang" terhadap nabi-rosul  umat Islam -Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. yang menimbulkan  serangan "balasan(?)"  terhadap mereka secara fisik ; majalah satir Prancis Charlie Hebdo.
Masyarakat menanggapi peristiwa yang menimpa majalah satir Prancis Charlie Hebdo. Ada yang menggunakan kepala dingin dan ada yang sebaliknya. Majalah satir Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penistaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam diserang oleh dua orang yang tidak terima nabinya dilecehkan. Akibatnya, sebanyak 12 orang tewas dalam serangan itu.
Namun aksi provokatif berupa penistaan Islam dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dilakukan berulang-ulang itu justru dibela oleh Pemerintah Prancis dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung Prancis. Aksi-aksi itu jelas bisa memicu kemarahan pada diri seorang Muslim.
Hanya mengutuk pelaku serangan itu dan sebaliknya tidak mengutuk Charlie Hebdo jelas tidak adil. Sayang, itulah yang tampak lebih menonjol saat ini. Begitu pintarnya media Barat mengarahkan opini publik seakan-akan satu-satunya yang patut dikecam dan dilawan adalah orang-orang muslim yang melakukan pembelaan terhadap nabi mereka.

Standar Ganda Barat

Ini bukan berarti meremehkan serangan yang terjadi Rabu (7/1) lalu itu. Serangan itu jelas tidak bisa menyelesaikan masalah.
Serangan itu juga jelas berdampak negatif bagi orang-orang Eropa non-Muslim, bisa menjauhkan mereka dari usaha mengenal Islam. Serangan itu juga mendatangkan dampak negatif dan kesulitan tersendiri bagi generasi Muslim di Eropa.
Islamophobia pasca serangan itu terlihat meningkat di Eropa. Di Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya, serangan dan pelecehan terhadap masjid dan fasilitas Islam lainnya dikabarkan meningkat. Beberapa masjid yang berada di Prancis menjadi sasaran penyerangan sejumlah kelompok. Mereka menghadapi gelombang kekerasan, termasuk pembakaran, penembakan dan penodaan kesucian masjidi.
Majalah Charlie Hebdo sendiri telah beberapa kali memuat gambar kartun yang melecehkan terkait Nabi Muhammad, baru-baru ini mengulangi hal yang sama. Tentunya, hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari para umat Muslim di seluruh dunia.

Barat menganggap serangan ke kantor Charlie Hebdo itu sebagai serangan terhadap nilai-nilai dan sistem yang diyakini Barat.
Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan dalam orasinya di depan kantor majalah tersebut bahwa serangan itu “menyentuh prinsip-prinsip dari Republik Perancis, yaitu kebebasan dan kebebasan berekspresi.” Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, “Kami tidak akan mentoleransi para teroris itu menghancurkan atau menyerang nilai-nilai demokrasi kami dan kebebasan berbicara.”
Bahkan Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, “Demonstrasi ini harus menunjukkan kekuatan dan kehormatan orang Prancis yang akan menyerukan kecintaan mereka terhadap kebebasan dan toleransi.”
Klaim kebebasan berekspresi Barat nampaknya hanya klaim kosong. Di mana klaim kebebasan itu ketika mereka mempersulit bahkan melarang Muslimah mengenakan jilbab di ruang publik, hak mereka mendapat pendidikan dirampas, kecuali mereka menanggalkan jilbab. Bahkan memakai cadar dianggap bersalah secara hukum dan dijatuhi sanksi dengan membayar denda.
Dalih kebebasan berekspresi mereka gunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Sementara menghina dan menistakan Islam dan Nabi Muhammad dibela dengan alasan kebebasan berekspresi. Sebaliknya, menyoal kejahatan dan pembantaian oleh Yahudi atas ribuan warga Palestina kerap dituding anti semit.
Dalam kasus Charlie Hebdo, ketika mayoritas negeri Islam memprotes dan menuntut Charlie Hebdo menanggalkan karikatur penistaan Nabi, mereka tidak menggubrisnya. Berbeda pada 2008 lalu ketika salah seorang kartunis Charlie Hebdo, membuat karikatur anak laki-laki Nicholas Sarkozy yang menikahi ahli waris Yahudi karena uang. Karikatur itu tampaknya merendahkan Sarkozy. Maurice Sinet pun dipecat dari majalah Charlie Hebdo.
Jelas, kebebasan berekspresi hanya dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan Barat. Kaum Muslim dipaksa bungkam untuk menerima penistaan terhadap Islam/ Nabi Muhammad. Jika tidak, mereka akan disebut fundamentalis, radikal, teroris.

Dalam Hukum Pidana :  menghina, menistakan, mencemarkan, menghasut, mengfitna, berbohong.....dapat dihukum -dipenjara...yang berlaku secara universal....  Bagaimana  nilai nilai   demokrasi ( Barat ?) dengan kebebasan  berekspresi- toleransi  bisa "menabrak/membentur/menyerang"  hukum-hukum peradaban Barat sendiri ?...Maka jangan salahkan ; ketika  hukum negara  itu tidak berlaku adil...maka hukum rimba/hukum masyarakat  berlaku sendiri...dan itu menjadi kebenaran yang berlaku universal, seperti yang terjadi tidak saja terhadap Charlie Hebdo, tapi di masyarakat barat sendiri; masyarakat bertindak sendiri "melawan hukum yang berlaku" yang dianggap tidak adil;  itulah  Hukum Biadab/Rimba   versus Hukum Peradaban
Jadi dengan kata lain,  Tidak ada kebebasan   berekspresi , pendapat , toleransi  tanpa rambu-rambu atau aturan norma atau hukum , tetapi  sebaliknya berekspresi, berpendapat, bertoleransi dengan menghargai , menghormati, memperhatikan orang lain/ bangsa/ agama. Itulah peradaban manusia yang beradab-  yang saling  toleransi, menghormati, menghargai  perbedaan ras,  agama, kultur/budaya,  bukan sebaliknya   yang  "biadab".

Minggu, 30 Maret 2014

BPJS Kesehatan


Apa Itu BPJS Kesehatan ?  Pada awal tahun 2014 ini, ada salah satu program dari pemerintah yang mulai dijalankan untuk mewujudkan Sistem Jaminan Sosial Nasional atau yang lebih familiar dengan nama SJSN. SJSN ini merupakan salah satu program pemerintah agar masyarakat Indonesia mendapatkan jaminan di bidang sosial. Rencananya jaminan ini berupa jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, dan jaminan asuransi di hari tua.


Dalam rangkan melaksanakan SJSN, BPJS Kesehatan dijalankan guna memenuhi jaminan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia yang merupakan salah satu bagian dari SJSN. BPJS Kesehatan ini bertujuan agar terjadi pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan BPJS kesehatan ini bisa menumbuhkan sikap kepedulian sosial dimasyarakat. Dimana yang kaya membayarkan iuran sendiri dan yang miskin dibayarkan oleh pemerintah. Iuran tersebut dijadikan satu dan dikelolaoleh Lembaga BPJS kesehatan untuk membayarkan klaim kesehatan bagi mereka yang sudah resmi menjadi anggota BPJS.


BPJS Kesehatan sendiri merupakan pengalihan dari Askes (Asuransi Kesehatan) bagi para Pegawai Negeri Sipil dan BUMN serta Jamsostek Kesehatan yang melayani para karyawan dan tenaga kerja di seluruh wilayah Indonesia. Jadi dapat dikatakan bahwa BPJS Kesehatan lebih bersifat menyeluruh, tidak seperti Askes dan Jamsostek yang hanya fokus pada satu elemen masyarakat saja.

BPJS ini bisa dimiliki oleh siapa saja. Yang penting anda adalah Warga Negara Indonesia yang memiliki bukti kependudukan yang sah di mata negara. Hanya saja anda perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu di kantor kantor BPJS di seluruh wilayah Indonesia.
Meskipun pelaksanaannya masih kurang maksimal di berbagai wilayah, saya yakin hal ini akan terus diperbaiki seirama dengan perkembangan dunia kesehatan dan kepemerintahan dimasa mendatang. Karena program ini cukup bermanfaat bagi masyarakat, tentunya saya sangat menyarankan agar anda segera mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS.
 
Bagi yang belum memahami bagaimana cara pendaftaran BPJS Kesehatan, silahkan membacanya di link di bawah ini : 


Cara Mendaftar Anggota BPJS Untuk Karyawan dan Umum - Mulai tanggal 1 Januari 2014 kemarin, di Indonesia telah diresmikan Sistem JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS menggantikan PT Askes dan juga PT Jamsostek. Sistem ini berfungsi sebagai fasilitas asuransi kesehatan bagi semua masyarakat Indonesia.
Secara umum keanggotaan BPJS terbagi menjadi 2, yaitu sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) serta Bukan Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI). Untuk peserta PBI, premi akan dibayarkan oleh pemerintah, sedangkan untuk non-PBI premi akan dibayar sendiri oleh yang bersangkutan.

Untuk peserta non BPI, ada 3 kelas kremi yang bisa dipilih, namun dari ketiga kelas tersebut, tidak ada perbedaan dalam tindakan medis, hanya perbedaan jumlah iuran saja. 3 kelas premi tersebut adalah sebagai berikut :

  • Kelas 1 = membayar premi Rp 59.500,00 per bulan
  • Kelas 2 = membayar premi Rp 45.500,00 per bulan
  • Kelas 3 = membayar premi Rp 25.500,00 per bulan

CARA MENDAFTAR BPJS MELALUI INTERNET


Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online -Selain menyediakan fasilitas pendaftaran secara langsung di kantor BPJS yang ada di seluruh wilayah Indonesia. BPJS kesehatan juga menerima pendaftaran secara online pada situs resmi http://bpjs-kesehatan.go.id.
Secara umum, cara pendaftaran antara online dan non-online adalah sama. Hanya saja jika anda mendaftar secara online, tentunya anda akan memangkas waktu untuk melakukan proses antrian dan juga menunggu proses pengisian data atau submit data di kantor BPJS. Sehingga hal ini diharapkan akan mempermudah anda untuk melakukan proses registrasi untuk menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Sebelum melakukan proses pendaftaran BPJS Kesehatan secara online, anda harus menyiapkan terlebih dahulu data data berikut :

  • Kartu Tanda Penduduk
  • Kartu Keluarga
  • Kartu NPWP
  • Alamat E-mail dan No. HP yg bisa dihubungi
Berikut ini adalah Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online :
 
1. Silahkan masuk ke situs resmi http://bpjs-kesehatan.go.id --- klik saja

2. Setelah masuk, pilih menu Layanan Peserta, Kemudian Pilih Sub Menu Pendaftaran Peserta

3. Setelah itu akan terbuka halaman pendaftaran BPJS Secara Online dan kemudian klik Pendaftaran yang ada di bagian kanan bawah.

4. Setelah klik Pendaftaran, akan muncul form pendaftaran yang harus anda isikan dengan lengkap sesuai dengan data diri dan data yang telah anda siapkan sebelumnya. (nama, alamat, tempat tanggal lahir, nomor handphone, alamat email, kantor BPJS tempat anda akan mengambil kartu, dll).
Catatan : Untuk nilai iuran anggota non-DPI adalah sebagai berikut :
  • Kelas 1 = Rp 59.500/bulan per orang
  • Kelas 2 = Rp 42.500/bulan per orang
  • Kelas 3 = Rp 25.500/bulan per orang
5. Setelah anda melakukan proses pengisian data, silahkan anda simpan data tersebut kepada sistem pendaftaran BPJS online. Setelah itu akan ada email pemberitahuan pada email anda yang berisi Nomor Registrasi (Virtual Account Number).
6.  Silahkan cetak atau print terlebih dahulu Formulir Pendaftaran anda yang sudah diisi sebelumnya dan juga Virtual Account Number yang nantinya akan dibutuhkan untuk kelengkapan dokumen pada saat mengambil kartu BPJS.

7. Setelah itu, silahkan anda mengambil kartu BPJS anda pada alamat kantor yang anda submit pada form pendaftaran sesuai dengan tanggal yang dicantumkan.

Catatan :
Berikut ini adalah kelengkapan dokumen pada saat pengambilan kartu BPJS:
  • E-KTP asli serta fotokopi
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Pas Foto berwarna ukuran 3x4 2 lembar
  • Formulir Pendaftaran yang didapatkan setelah pendaftaran online
  • Lembar Virtual AccountNumber yang didapatkan setelah pendaftaran online
8. Pada tanggal yang tertera pada formulir pendaftaran, anda harus menuju ke kantor BPJS tersebut untuk mengambil kartu BPJS sekaligus membayar iuran pertama anda.
9. Setelah semua sudah dilakukan, silahkan anda tunggu sebentar untuk mendapatkan kartu BPJS Kesehatan anda.

Bila  Anda  mendapat kesulitan  atau  tinggal didaerah  Tangerang selatan, Pamulang, Ciputat  atau Jakarta Selatan  dapat  datang  atau  menghubungi  Rumah Bersalin dan Klinik Makmur Jaya .  Anda  akan   dibantu   untuk menjadi   peserta  BPJS.
 Alamat :
  • RB dan Klinik Makmur Jaya  I .  Jalan WR. Supratman No. 29 Kel. Cempaka Putih Kampung Utan. Telp. 021-7421146, 081384666693. Ciputat
  • Klinik Makmur Jaya II . Jalan Raya Puspitek No. 5A Depan PT. TGTN Kelurahan Bakti Jaya. Pocis Telp. 02175879666, Pamulang