Translate
Telusuri via Blog Ini
Sabtu, 16 April 2022
Demokrasi : Kebebasan berpendapat
Kamis, 14 April 2022
IRONI DEMOKRASI INDONESIA
Bentuk Negara Indonesia adalah negara kesatuan republik indonesia yang menganut system demokrasi Pancasila. Dalam prakteknya kekuasaan dianut berdasarkan teori “trias politika” yaitu kekuasaan eksekutif, yudikatif, legislative secara terpisah. Kekuasaan Eksekutif dan Legislatif di pilih oleh rakyat melalui pemilihan umum secara langsung, sedangkan yudikatif (Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Yudisial) dipilih kepala eksekutif (Presiden) dengan persetujuan legislative (DPR, MPR,DPD). Sebagai negara yang mempraktekan paham demokrasi yang termasuk terbesar di dunia, demokrasi di Indonesia sudah kelewatan( kebla-blasan) atau sangat liberal. Tidak seperti di negara asal paham demokrasi di Barat – dimana misalnya Amerika Serikat, partisipasi politik di wakili oleh hanya dua partai politik yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik, berbeda sebaliknya di Indonesia, Partisipasi politik rakyat diwakili oleh banyak partai politik, namun juga oleh diluar partai politik - seperti Mahasiswa, Organisasi Buruh, Ormas-ormas yang melakukan pergerakan politik. Hal ini berbeda dengan negara asal demokrasi, tidak ada pergerakan politik diluar partai politik, semua aspirasi demokrasi disalurkan melalui partai politik dan kekuasaan dijalankan sesuai teori trias politika, bila terjadi ketimpangan atau penyalahgunaan kekuasaan politik, atau kebijaksanaan politik yang dianggap merugikan kepentingan rakyat, maka rakyat dapat lakukan tindakan politik dengan tidak lagi memilih partai yang berkuasa pada periode pemilihan umum periode berikutnya. Di Indonesia praktek kekuasaan politik, dengan banyak partai politik, dan non partai(yang dianggap kekuatan politik tersembunyi atau informal) , realitasnya partisipasi politik rakyat- tidak terwujud dan terwakili oleh kekuatan partai politik, seolah olah diwakili oleh kekuatan non partai yang berpolitik- seperti mahasiswa, ormas. Di negara demokrasi Barat tidak pernah kekuatan non partai sebagai kekuatan politik yang menjadi oposisi pemerintahan yang resmi. Aspirasi politik hanya melalui partai politik, atau bila ingin berpolitik, maka bisa masuk menjadi anggota partai politik; demontrasi terhadap pemerintah dilakukan oleh anggota partai politik- sebagai partai oposisi. Coba perhatikan di Negara Singapura, Malaysia, Australia, Eropa, Amerika Serikat, apakah ada demo demo yang dilakukan oleh anggota diluar partai?
Selasa, 12 April 2022
Father of Radiology Intervention
Minggu, 10 April 2022
"Kehendak Bebas/ free will" Manusia
Jumat, 04 Maret 2022
Memahami perilaku manusia
“
Tubuh “ menjadi komoditas,- penghasil uang, “kekayaan” atau Kapitalisasi
organ tubuh –merupakan aset untuk mencari
uang. Apakah maksudnya ? Perlu mengenali diri tentang tubuh manusia secara garis besar dan keunikan manusia dalam perilakunya.
Secara fisik,
manusia diberi organ tubuh yang sempurna, yang terdiri dari bagian
kepala, tubuh dan anggota gerak tubuh, dan alat kelamin dan reproduksi.
Secara Anatomi bagian kepala memiliki otak dan
bagian indra- mata, telinga, hidung dan mulut
yang berfungsi sebagai pintu masuk-keluar makanan-minuman kedalam tubuh;
melalui bagian leher sampai perut.
Tubuh memiliki bagian organ paru
paru-sebagai pernafasan, usus sebagai
pencernaan, ginjal sebagai
pengolahan,pengatur dan pembuangan cairan tubuh, jantung sebagai pompa
–aliran darah, dan organ alat kelamin sebagai reproduksi dan hasrat biologis. Bagian
anggota gerak terdiri dari tangan dan
kaki yang berfungsi sebagai alat gerak;
memegang, berjalan dan bertujuan mewujudkan
kebutuhan dirinya dalam bermacam bentuk.
Keunikan manusia dari segi perilakunya adalah berbudaya yang menciptakan peradaban dari waktu ke waktu. Manusia mampu merubah atau merekayasa dirinya dan lingkungannya menjadi "sesuai dengan mimpinya", menciptakan tehnologi untuk memudahkan -menopang kehidupannya. Itulah perbedaan manusia yang esensial dibandingkan mahluk lain. Dengan kata lain manusia esensinya memiliki "kehendak bebas/ free will" ; sesuatu yang mendorong manusia -mampu untuk hidup dan bertahan hidup dalam keadaan apapun, lingkungan apapun dengan berpikir- untuk merubah, memperbaruhi, mengembangkan, menciptakan pengetahuan, ilmu dan tehnologi "sesuai dengan tujuan hidupnya atau kepentingannya".
Peradaban manusia yang dihasilkan dari kehendak bebas dapat menghasilkan "nilai atau norma" baik - buruk atau diterima dan tidak diterima dalam kehidupan sosial manusia. Nilai nilai / norma norma yang dijalani atau dipraktekan sesuai kepentingan individu atau orang banyak yang bisa "menyimpang atau dimanfaatkan yang merugikan orang lain". Sesuatu yang tabu bisa menjadi hal "biasa" atau tidak tabu di suatu kelompok atau komunitas; begitu juga suatu bangsa atau negara.
Dalam masyarakat sekarang ini, sekat sekat perbedaan -atau kesenjangan nilai nilai peradaban manusia makin sempit atau berkurang, terutama sejak era tahun 2000 an , era kemajuan tehnologi informasi berbasis digital/internet, internet of thing, melalui mesin pencari data yahoo, google, media daring seperti facebook,twitter, whats-app, youtube, instagram, tiktok, dll. dan ditunjang dengan tehnologi handphone berbasis komputer sederhana sampai yang superkomputer -menjadi smartphone; demikian juga perangkat komputer personal((PC), komputer lap-top, komputer tablet dengan kemampuan kecepatan internet 5 G. Interaksi antara manusia yang cepat dan interaktif juga berdampak negatif -selain positif; yaitu sumber informasi tidak benar (hoaks)atau konten informasi yang diplintir atau informasi pencitraaan palsu(fake) sebagai sesuatu yang disengaja untuk kepentingan tertentu(perang informasi/opini).
Efek dari sebaran informasi via medsos(medial sosial internet) dari sisi ekonomi juga berdampak positif dan negatif. Bagaimana ekonomi berkembang melalui media berbasis aplikasi digital, seperti gojek, grab, marketplace, e-commerse, medsos-youtube,tiktok, instagram, dan semua transaksi berbasis digital. Pelaku usaha dan penggunanya saling mendapatkan manfaat atau keuntungan( dampak positif), namun sebaliknya dapat terjadi sebaliknya bila basis data digital disalahgunakan untuk kepentingan sepihak apakah oleh pelaku usaha(produsen) atau pengguna usaha(konsumen) atau oleh pihak ke 3 (hacker).
Dalam dunia medsos , pengisi youtube, tiktok, instagram bisa mendapatkan "bayaran" bila mencapai nilai konten tertentu dan juga dari iklan dalam konten yang dilihat. Prinsip simbiosis mutualisma ini sudah menjadi "penghasilan" bagi jasa produsen media dan jasa pengisi media. Bagaimana jasa pengisi media membuat konten yang baik atau banyak dilihat penonton/pemirsa ? Sesuai dengan target ke pemirsa - dengan sengaja tidak mendidik atau dis-informatif, namun banyak juga yang informatif dan mendidik, mencerahkan, dll.
Pelaku " negatif " yang sengaja menjadikan "konten" sebagai jualan ; sebagai penghasilan / komoditas yang meniadakan atau tidak peduli atau bertentangan, melanggar dengan nilai nilai atau norma norma umum yang berlaku, Contohnya seperti tulisan-ucapan hoaks, opini sesat; perbuatan asusila, jahat dalam ber-medsos. Dalam "perang " informasi/berita bahkan ada "sponsor atau pendana " dari konten yang di produksi di medsos dengan tujuan propaganda, framing opini/pengaruh, pengalihan issue, proxy war, chaos , dll. Sasaran terutama kepada masyarakat awam atau masyarakat yang rentan terhadap konten disinformatif-destruktif/hoaks/fitnah/fake.
Peradaban era milinial saat ini, dimana mesin robotik dengan era tehnologi internet of thing(IoT) 4/5. dengan aplikasi artificial intellgence(AI) , semakin memudahkan manusia bekerja dan memenuhi kebutuhannya dalam segala aspeks kehidupan; terutama dalam aspeks sosial ekonomi, pendidikan, hukum-keamanan dan -sosial politik, serta sosio-budaya. Dengan mudah terjadi pergerakan -percepatan aspeks aspeks tersebut berubah dan saling mempengaruhi.
Ketika "kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll" menjadi komoditas yang di"produksi" secara sengaja, terus menurus dan menguntungkan ke media sosial - maka akan berdampak pada pemirsa atau penonton -penerima konten yang negatif; menimbulkan persepsi salahpaham, kebencian, permusuhan, konflik bahkan "perang"; perubahan persepsi dalam sikap dan juga perilaku yang negatif.
Banyak contoh dalam konten di youtube, tiktok, reels(instagram),dll. seperti orang yang "tidak malu" tampil "memamerkan" bagian tubuh yang seksi atau sensitif agar dapat follower atau like atau komentar atau sekedar "iseng dan curhat" kepada teman kencannya; namun ada sengaja mengendorse atau mengiklankan diri untuk tujuan/motif transaksi bisnis/ekonomi. Apa yang terjadi pada era sekarang ini akan semakin terbuka di masa yang akan datang , pengaruh nilai nilai global semakin besar dan tidak bisa dibendung dengan menetapkan aturan lokal atau norma kelompok, tetapi sangat ditentukan kekuatan-kemampuan, kepribadian yang konsisten /teguh, konsep diri secara individual yang kuat. Perilaku manusia dituntun oleh nilai nilai masyarakat yang universal dan nilai nilai agama yang juga adaptif dan kontekstual dalam implementasinya secara individu; perilaku seperti inilah yang dianggap "sholeh atau berakhlak mulia". Apapun konten dalam medsos ' tidak mudah mempengaruhi atau berdampak destruktif-distorsif pada sikap-perilaku secara individu; "kekebalan dari virus '"kebohongan, kepalsuan, ketidak-sopanan, ke-asusilaan, dll." yang dijual sebagai komoditas atau tujuan psywar, proxywar.
Solusi secara individu adalah perubahan "mindset" dalam sikap-perilaku dalam melihat dunia secara global; dunia pendidikan tidak bisa dengan pendekatan formal kurikulum saja tetapi perlu menga-antisipasi perubahan cepat perilaku-budaya secara global - dimana migrasi manusia semakin cepat dan luas melalui dunia wisata manca-negara yang terbuka ke bagian terasing bumi ini. Pembentukan kepribadian yang toleran, berjiwa/mental global dan taat pada nilai nilai universal manusia, menjadi prioritas dan kepentingan bersama dalam lembaga pendidikan informal dan formal. Kegagalan dalam pembentukan manusia yang" tangguh tersebut" akan menghasilkan manusia yang gagal beradaptasi - intoleransi, radikal, dan pengacau peradaban, dll.atau bahasa kasarnya "sampah peradaban".
Kamis, 03 Februari 2022
Memaknai "Pandangan Hidup" beragama dalam berbangsa dan bernegara di Era 4.0/5.0
Manusia dari sudut pandang - makhluk hidup, berada pada klas makhluk yang tertinggi, berada pada tempat puncak ciptaaan Tuhan "yang mulia", yang cerdas, berakal, dan berkehendak -merekayasa kehidupan disekitarnya dan "merajai makhluk hidup lainnya".
Setiap individu manusia/orang memiliki "kemampuan lahir" sebagai kodrat-takdir - fitrah untuk hidup, bertahan hidup dan merekayasa kehidupan untuk dirinya sendiri dan orang lain, bahkan sebagai pemimpin merubah lingkungannya dan juga dunia menjadi beradab , makmur sejahtera atau sebaliknya - biadab, terpuruk dalam kesengsaraan-kemiskinan.
Sejak manusia dalam kandungan dan lahir di kehidupan dunia, kemudian dari bayi sampai tumbuh dewasa, manusia belajar secara alami dan juga secara formal-informal- baik secara mandiri dan bersama - berkelompok atau kelas atau organisasi masyarakat/sosial. Kemampuan dasar hidup sebagai manusia dibentuk dari lingkungannya dan juga "kehendak akal, pikiran bebas" yang diinginkan atau "dicita-citakan". Hal yang membuat manusia berbeda -sifat dan karakternyanya dengan "makhluk hidup lainnya"- seperti hewan, tumbuhan. Manusia berkembang menjadi makhluk yang dinamis, agresif, kreatif, inovatif dan "mampu menciptakan lingkungan hidupnya yang baru", merekayasa memenuhi kebutuhan hidupnya -berupa makanan-minuman(sandang pangan), rumah, pakain dan membuat sistem kehidupan yang mengolah hidup dan kehidupan menjadi peradaban yang terus menerus bertahan untuk hidup selamanya dengan sistem politik-ideologi, pertahanan-keamanan, sosial-ekonomi, hukum, pendidikan, budaya, dll.
Sejarah Manusia yang panjang, mulai pra-sejarah sampai sejarah itu di tulis di batu - kertas dan digital, menginformasikan perubahan kehidupan peradaban manusia secara bertahap- mulai dari sangat primitif sampai moderen- era internet of thing ;era 4.0 / 5.0 saat ini.
Ada hal dasar yang utama tidak berubah dari kebutuhan manusia sejak dulu sampai sekarang, yaitu kebutuhan untuk hidup dan menghidupi; kebutuhan hidup makmur-sejahtera, bahagia; kebutuhan damai-tenang-aman , saling mencintai, saling menghormati dalam keragaman perbedaan dari sistem peradaban masyarakat apapun bentuknya, zamannya, ideologinya.
Perbedaan dalam perspektif pandangan hidup sebagai way of life manusia timbul atau ada karena perbedaan manusia melihat "dunia ini seperti apa dan bagaimana ?"
- Ada yang menganggap dunia sebagai kekuatan alam yang menguasai -nya -sehingga harus mengikuti kehendak alam tersebut agar Alam memberi hidup dan kehidupan menjadi sejahtera dan damai-bahagia.
- Ada yang menganggap dunia harus ditundukan dengan kekuatan manusia dengan merubah lingkungan alam menjadi cocok dan membuat manusia jadi sejahtera dan damai- bahagia tanpa tunduk dengan kekuatan alam.
- Ada yang menganggap dunia hanya tempat sementara manusia hidup dan esensi kehidupan sebenarnya adalah kehidupan lain yang abadi; untuk itu manusia harus mengikuti orang yang bisa berhubungan dengan kekuatan alam abadi sebagai pemilik alam agar bisa hidup sejahtera-damai -bahagia di dunia sementara dan abadi. orang yang bisa berhubungan atau dianggap memiliki kekuatan dengan pencipta alam sebagai pembawa agama(nabi), orang sakti/suci, dukun, dsb. Semua aktifitas manusia harus mengikuti ritual ritual agar dunia" atas dan bawah" berjalan seimbang dan mendapat restu/berkah.
- Ada yang meyakinkan dunia ini fana /sementara, kehidupan dunia fana harus mengikuti kitab suci yang diajarkan nabi atau rosul akan membawa manusia pada kehidupan abadi yang sejahtera-damai-bahagia . manusia yang tidak mengikuti ajaran kitab suci dianggap sesat walaupun hidup di dunia kaya -sejahtera-damai-bahagia. norma norma agama menjadi dasar nilai nilai hidup dan kehidupan sejahtera-damai-bahagia di dunia abadi/kekal(surga).
- Ada yang menyakinkan dunia dilihat dari esensi ajaran kitab suci yang diyakini sebagai nilai nilai benar, baik dan menguntungkan dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat di dunia fana ini; tanpa mempertentangkan keyakinan orang lain yang berbeda; keyakinan agama sebagai hal yang individu/privasi yang menjadi pandangan hidup; bukan hanya ritual-seremonial sosial atau golongan/kelompok. " cahaya kebaikan " menjadi energi kedamaian kepada setiap orang atau manusia, makhluk hidup, lingkungan disekitar dirinya( rahmatan lil alamin).
- Ada yang meyakinkan dunia ini hanya tempat hidup yang harus dinikmati tanpa peduli pandangan -pandangan agama atau norma norma hukum/budaya masyarakat, yang penting saling menghormati-toleransi, hal hal dunia adalah perspektif akal-pikiran manusia saja. Pandangan manusia tidak perlu beragama/ menganut agama tertentu(atheis/agnostik); walaupun sebenarnya keyakinan ini bisa disebut sebagai agama akal/filsafat-yang meng-tuhan dirinya atau agama yang meniadakan agama agama lain; suatu sikap -perilaku semua agama sama dan sama dengan akal-pikiran baik.
Senin, 24 Mei 2021
Solusi Konflik Palestina vs Israel
Palestina, Arab dan Israel mempunyai hubungan sejarah, sedarah. Dalam sejarah agama dikatakan Nabi Adam adalah nabi pertama dan juga manusia pertama di muka bumi ini. Kemudian keturunan nabi Adam dan Hawa berkembang biak dan membentuk masyarakat serta peradaban. Lahir para nabi mulai dari Nabi Nuh, sampailah Nabi Ibrahim. Keturunan Nabi Ibrahim melahirkan bangsa Israel atau Yahudi melalui nabi nabi diantaranya, seperti Ishak, Daud, Musa dan bangsa arab melalui nabi Ismail, sampai nabi Muhammad SAW. Dalam sejarah dikisahkan terjadi konflik para nabi dan kaumnya dan juga timbulnya "azab tuhan" terhadap mereka melawan para nabi. Timbulnya agama agama bagi kaum bangsa israel atau yahudi dengan kitab-kitabnya; kitab Zabur untuk kaum Nabi Daud, kitab Taurat untuk kaum Nabi Musa dan juga kitab Injil bagi kaum Nabi Isa. Nabi Muhammad SAW. adalah nabi terakhir yang lahir dari orang tua bangsa Arab dan membawa ajaran agama islam melalui kitab al Quran- yang menyempurnakan kitab kitab sebelumnya. Kisah kaum Yahudi dengan para nabinya menjadi perhatian dalam sejarah kenabian atau keagamaan, bagaimana kaum Yahudi sebagian menentang agama yang dibawa para nabi dan sebagian mengikutnya sampai lahir islam dengan nabi-rosul dari bangsa bukan mereka, yaitu arab.
Timbulnya konflik atau pertentangan diantara kaum yahudi dengan nabi yang diutus kepadanya, kemudian melebar kepada para nabi di luar kaum yahudi, terhadap Nabi Isa - nabi kaum nasrani dan juga Nabi Muhammad - nabi umat islam. Hal yang sejak lama dikisahkan bahwa agama agama kaum yahudi, nasrani sampai islam adalah agama samawi, agama yang di-wahyukan Tuhan kepada para nabi yang memiliki ajaran yang sama. Namun konflik terjadi bukan karena ajarannya kepada pemeluknya tetapi karena politisasi agama oleh sebagian pemeluk atau pemimpin atau ulamanya. Konflik menimbulkan perperangan "atas agama; yahudi vs nasrani atau nasrani vs islam " dan "atas ras : yahudi vs arab" atau " agama vs sekuler ".
Saat ini, konflik bangsa Israel dan Palestina sejatinya konflik satu darah dari turunan Nabi Ibrahim; sejatinya bukan konflik agama, tetapi konflik soal tanah, lahan hidup. Konflik yang terus menerus terjadi karena dibungkus sebagai konflik "atas nama agama" , "atas nama bangsa pilihan tuhan", "atas kekuatan politik-nasionalisme", " atas kepentingan geopolitik-ideologis" atau "atas konspirasi kekuatan hegemonik". Akumulasi senjata untuk perang disiapkan oleh Israel dan juga Palestina; secara ekonomis dan tehnologis israel memiliki kemampuan lebih besar membuat dan menumpuk senjata senjata penghancur dibandingkan palestina pada saat ini. Apakah konflik ini harus selalu diselesaikan dengan "perang" , saling menghancurkan dan melemahkan ?. Rumusan canggih dan sederhana untuk meng-akhiri konflik adalah " damai". Kembalilah kepada sejarah sebagai satu darah, satu nabi , satu rumpun ajaran wahyu tuhan; hidup damai dan bahagia dengan kasih sayang. Damai berarti menghilangkan dendam lama dan baru, menghilangkan senjata senjata untuk perang, membangun kerukunan dan kesejahteraan bersama, dll.
Solusi konflik israel dan palestina adalah solusi sejarah agama-kenabian, solusi politik pada pemimpin negara- agama dua bangsa dan dunia international(PBB) untuk hidup damai dua saudara, dua bangsa yang setara-beradab, adil makmur.
Dunia Damai dan Adil Makmur((Bahagia) dapat ditandai berkurang dan bahkan hilangnya senjata senjata perang penghancur massa, senjata biologi, jumlah tentara, anggaran militer, dan meningkatnya jumlah polisi untuk menjaga masyarakat dan menegakan aturan -ketertiban sosial, meningkatnya anggaran kesejateraan-sosial dan bantuan negara besar ke negara miskin sehingga kesenjangan ekonomi-sosial negara kaya-miskin makin berkurang; konflik sosial karena masalah ekonomi berkurang dan menghilang.
" New Era " - dunia baru dan peradaban baru adalah dunia yang penuh damai dan makmur sejahtera ; bukan dunia hemogenik robotik, drones dengan supercanggih tehnologi internet 5/6G dimana yang kuat menguasai dan monopoli ekonomi dunia atau mengeruk ekonomi yang lemah.
Damai untuk kita semua - makhluk yang ada di bumi - mungkin juga di luar bumi (UFO?)
Senin, 17 Mei 2021
Sel Dendritik sebagai Penyaji Antigen yang mengatur Imunitas dan Toleransi Sel T
Senin, 29 Maret 2021
Terorisme bukan “Ajaran dan Paham” Agama
Opini: Terorisme bukan “Ajaran dan Paham” Agama
Senin, 22 Maret 2021
Apakah Efek Azitromisin pada Pengobatan COVID 19 ?
Azitromisin untuk pengobatan komunitas yang dicurigai COVID-19 pada orang dengan peningkatan risiko klinis tertentu yang merugikan di Inggris: uji coba platform adaptif, terkontrol, label terbuka, acak (Azithromycin for community treatment of suspected COVID-19 in people at increased risk of an adverse clinical course in the UK (PRINCIPLE): a randomised, controlled, open-label, adaptive platform trial)
Latar Belakang Penelitian:
Azitromisin, antibiotik dengan potensi sifat antivirus dan anti-inflamasi, telah digunakan untuk mengobati COVID-19, tetapi bukti dari uji coba komunitas secara acak masih kurang. Kami bertujuan untuk menilai keefektifan azitromisin untuk mengobati dugaan COVID-19 di antara orang-orang di komunitas yang memiliki peningkatan risiko komplikasi.
Metode:
Dalam uji coba intervensi acak platform yang berbasis di Inggris, perawatan primer, label terbuka, multi-lengan, adaptif terhadap COVID-19 pada orang-orang dengan peningkatan risiko kursus klinis yang merugikan (PRINCIPLE), kami secara acak menugaskan orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas. , atau 50 tahun ke atas dengan setidaknya satu penyakit penyerta, yang tidak sehat selama 14 hari atau kurang dengan dugaan COVID-19, ke perawatan biasa ditambah azitromisin 500 mg setiap hari selama tiga hari, perawatan biasa ditambah intervensi lain, atau perawatan biasa saja. Uji coba ini memiliki dua titik akhir coprimary yang diukur dalam 28 hari dari pengacakan: waktu hingga pemulihan yang dilaporkan sendiri pertama kali, dianalisis menggunakan Bayesian secara eksponensial sedikit demi sedikit, dan masuk atau kematian di rumah sakit terkait COVID-19, dianalisis menggunakan model regresi logistik Bayesian. Peserta yang memenuhi syarat dengan data hasil dimasukkan dalam analisis primer, dan mereka yang menerima pengobatan yang dialokasikan dimasukkan dalam analisis keamanan. Uji coba ini terdaftar di ISRCTN, ISRCTN86534580.
Hasil Temuan:
Peserta pertama direkrut ke PRINSIP pada 2 April 2020. Kelompok azitromisin mendaftarkan peserta antara 22 Mei dan 30 November 2020, di mana 2265 peserta telah ditugaskan secara acak, 540 ke azitromisin plus perawatan biasa, 875 ke perawatan biasa saja, dan 850 untuk intervensi lainnya. 2120 (94%) dari 2.265 peserta memberikan data tindak lanjut dan dimasukkan dalam analisis primer Bayesian, 500 peserta dalam kelompok perawatan azitromisin plus biasa, 823 dalam kelompok perawatan biasa saja, dan 797 dalam kelompok intervensi lain. 402 (80%) dari 500 peserta dalam kelompok azitromisin plus perawatan biasa dan 631 (77%) dari 823 peserta dalam kelompok perawatan biasa saja melaporkan merasa pulih dalam 28 hari. Kami menemukan sedikit bukti dari manfaat yang berarti dalam azitromisin ditambah kelompok perawatan biasa dalam waktu untuk pemulihan pertama yang dilaporkan versus perawatan biasa saja (rasio bahaya 1 · 08, 95% interval kredibilitas Bayesian [BCI] 0 · 95 hingga 1 · 23), menyamakan untuk manfaat yang diperkirakan dalam waktu median untuk pemulihan pertama 0 · 94 hari (95% BCI -0 · 56 ke 2 · 43). Probabilitas bahwa ada manfaat yang bermakna secara klinis dari setidaknya 1 · 5 hari dalam waktu pemulihan adalah 0 · 23. 16 (3%) dari 500 peserta dalam kelompok azitromisin plus perawatan biasa dan 28 (3%) dari 823 peserta dalam kelompok perawatan biasa saja dirawat di rumah sakit (manfaat absolut dalam persentase 0 · 3%, 95% BCI -1 · 7 hingga 2 · 2). Tidak ada kematian di kedua kelompok studi. Hasil keamanan serupa pada kedua kelompok. Dua (1%) dari 455 peserta dalam kelompok azothromycin plus perawatan biasa dan empat (1%) dari 668 peserta dalam kelompok perawatan biasa saja melaporkan masuk ke rumah sakit selama percobaan, tidak terkait dengan COVID-19.
Simpulan:
Temuan kami tidak membenarkan penggunaan azitromisin secara rutin untuk mengurangi waktu pemulihan atau risiko rawat inap bagi orang yang diduga COVID-19 di masyarakat. Temuan ini memiliki implikasi pengawasan antibiotik yang penting selama pandemi ini, karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan peningkatan resistensi antimikroba, dan ada bukti bahwa penggunaan azitromisin meningkat selama pandemi di Inggris.
Minggu, 21 Maret 2021
"LONG -COVID 19" ; Post Acute Sequelae of SARS CoV-2 (PASC)
![]() |
| CT scan paru paru COVID19 |
Pemulihan COVID-19 jangka panjang, alias sindrom "long-hauler" COVID, terus menantang dokter dan pasien, dengan bukti tentang cara terbaik untuk mengelola gejala yang paling umum terutama berdasarkan studi lintas bagian dan laporan anekdot.
Sampai gambaran yang lebih jelas muncul dari studi yang lebih besar, prospektif, dan multisenter, para ahli berbagi apa yang diketahui dan bukti apa yang masih sulit dipahami dalam konferensi media 12 Februari yang disponsori oleh Infectious Diseases Society of America.
Untuk dianggap sebagai sindrom pasca-COVID-19, gejala harus bertahan setidaknya selama 4 minggu setelah infeksi SARS-CoV-2 akut. Namun, banyak pasien mengalami gejala yang berlangsung selama 2 hingga 6 bulan atau lebih.
Kelelahan tampaknya paling umum, diikuti oleh dispnea dan komplikasi paru lainnya, Allison Navis, MD, asisten profesor di Divisi Penyakit Infeksi Saraf di Sekolah Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York City, mengatakan selama pengarahan.
Dr Allison Navis mengatakan: Gejala neurologis, terutama "kabut otak" dan mati rasa atau kesemutan di seluruh tubuh, serta tantangan kesehatan mental termasuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD), juga telah dilaporkan secara anekdot, katanya. Gejala sindrom pasca-COVID-19 bisa serupa dengan yang dialami selama infeksi akut.
Infeksi Gejala Mendahului Sebagian Besar Kasus:
Orang yang mengalami infeksi SARS-CoV-2 asimtomatik jarang tampak berkembang menjadi sindrom pasca-COVID persisten, kata Kathleen Bell, MD, Ketua Khusus Kimberly Clark dalam Riset Mobilitas di UT Southwestern Medical Center di Dallas.
Dr Kathleen Bell mengatakan : Namun, "kami pasti melihat orang-orang yang tidak dirawat di rumah sakit yang sakit parah dan menanganinya di rumah" hadir dengan sindrom pasca-COVID, kata Bell, yang juga profesor dan ketua Departemen Pengobatan Fisik dan Rehabilitasi di UT Southwestern.
Navis setuju bahwa menurut pengalamannya, kebanyakan orang dengan efek jangka panjang dapat menangani infeksi akut di rumah atau dirawat di rumah sakit. “Mungkin ada satu atau dua orang yang mungkin mengalami infeksi tanpa gejala dan datang dengan sindrom COVID-panjang ringan,” katanya.
Bahaya Terkait Rawat Inap:
Untuk beberapa pasien, dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dengan sendirinya dapat menyebabkan masalah pemulihan jangka panjang. Misalnya, pasien rawat inap yang menghabiskan sebagian besar waktu dalam posisi tengkurap lebih mungkin mengalami neuropati perifer, kata Bell. Kelemahan lengan dan kaki yang terkait bisa menjadi sangat penting pada penderita diabetes.
Gejala sisa pasca-akut Infeksi SARS-CoV-2
Ketika pandemi COVID-19 telah matang, lebih banyak pasien telah melaporkan gejala sisa jangka panjang pasca infeksi. Mayoritas pasien pulih sepenuhnya tetapi mereka yang tidak melaporkan gejala yang merugikan seperti kelelahan, dispnea, batuk, kecemasan, depresi, ketidakmampuan untuk fokus (yaitu, "kabut otak"), masalah pencernaan, kesulitan tidur, nyeri sendi, dan dada nyeri berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah penyakit akut. Studi jangka panjang sedang dilakukan untuk memahami sifat keluhan ini.
Kamis, 17 Desember 2020
Mengenal Gejala Penyakit Meniere; Diantara Penyakit Gangguan keseimbangan dan Pendengaran
Berikut beberapa gejala yang memengaruhi kehidupan:
- Sensasi penuh, hidung tersumbat, atau tertekan di telinga yang terkena, seringkali hanya di satu telinga
- Vertigo - perasaan bahwa Anda atau hal-hal di sekitar Anda tidak terkendali. Persepsi salah itu ada, bahkan saat tidak ada gerakan sama sekali. Episode vertigo terjadi secara tidak terduga dan dapat terjadi setidaknya 20 menit hingga beberapa jam (tetapi tidak lebih dari 24 jam)
- Mual dan muntah
- Gangguan pendengaran yang berfluktuasi - tanpa perawatan yang tepat dan segera, hal ini dapat memburuk seiring waktu dan menjadi permanen.
- Tinnitus - Suara berdengung, berdenging, atau mendesis di telinga
- Kognitif dan mental berkabut
Penyakit Meniere biasanya menyerang orang yang berusia 20 hingga 50 tahun. Namun, penyakit ini dapat mulai muncul pada siapa pun pada usia berapa pun. Vertigo yang ditimbulkannya memengaruhi orang dengan berbagai cara. Untuk beberapa, serangan vertigo mereka mungkin datang dan pergi. tetapi yang lain, menjadi sengsara karena sering mengalaminya.
Selain itu, serangan vertigo lebih sering terjadi selama musim alergi bagi sebagian orang. Ini dapat membantu menjelaskan mengapa orang dengan penyakit Meniere mengalami perasaan yang mengerikan, tersumbat di telinga mereka. Bukan karena alerginya yang menyebabkannya, melainkan iritasi dari alerginya mempengaruhi tuba Eustachius, yang sudah terasa tertekan, bahkan menimbulkan dampak yang lebih besar.
![]() |
| Faktor faktor penyebab timbul gejala gejala Penyakit Meniere |
Urutan Gejala Penyakit Meniere
Untuk meredakan vertigo, penting untuk dipahami bahwa mengetahui semua gejala penyakit Meniere tidak cukup untuk menunjukkan gambaran keseluruhan. Gejala kondisi ini dapat bervariasi tergantung pada tahap situasi Anda saat ini.
Penyakit Meniere memiliki beberapa fase: aura, tahap awal, tahap serangan, dan di antaranya. Ada juga tahap akhir Meniere. Mari kita lihat gejala apa yang menyertai setiap tahap. Dengan mempelajari gejala ini, Anda dapat melanjutkan untuk pindah ke tempat pribadi yang aman untuk membiarkan serangan Meniere yang sebenarnya berlalu.
Tahap Aura
Ini mungkin termasuk gejala berikut:
- Sakit kepala
- Pusing atau vertigo
- Meningkatnya tekanan telinga
- Tinnitus
- Sensitivitas terhadap suara
- Kehilangan pendengaran
- Sensasi ketidaknyamanan yang samar-samar
Gejala ini mungkin muncul:
- Tinnitus
- Vertigo yang hebat dan spontan
- Telinga terasa penuh (disebut aural fullness)
- Gangguan pendengaran yang berfluktuasi
Tahap Serangan
Tahap ini terkenal dengan gejala-gejala berikut:
- Nystagmus - menyentak mata yang tidak terkendali
- Mual dan muntah
- Keringat dingin
- Kecemasan dan panik
- Denyut jantung cepat
- Penglihatan kabur
- Gemetaran
- Diare
- Palpitasi jantung
Di Antara Tahap Serangan
Setelah tahap serangan, Anda akan lelah dan mungkin perlu tidur selama beberapa jam untuk pulih. Banyak pasien tetap bebas gejala. Namun, orang lain mungkin terus menunjukkan gejala-gejala ini.
- Kelelahan atau kantuk
- Perubahan nafsu makan
- Sakit kepala
- Sensasi kepala berat
- Mudah teralihkan
- Meraba-raba untuk menemukan kata yang tepat untuk diucapkan
- Kecanggungan
- Diare
- Merasa pingsan atau pusing
- Kesulitan berkonsentrasi
- Sensitivitas terhadap suara
- Distorsi suara
- Hilangnya kemandirian dan kepercayaan diri
- Perasaan mabuk perjalanan, mual, atau mual
- Kemarahan, ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan
- Muntah
- Masalah dengan visi– kabur, memantul, intensifikasi silau, fokus, dll.
- Merasa tidak stabil– tiba-tiba jatuh, terhuyung-huyung, atau tersandung, kesulitan berjalan, mencari sesuatu untuk dipegang saat berjalan, dan terus menerus melihat ke bawah.
Tahap Akhir Penyakit Meniere
Pada tahap ini, Anda mungkin merasakan yang berikut:
- Masalah dengan penglihatan dan keseimbangan Anda menggantikan vertigo
- Telinga tersumbat dan tinitus lebih intens
- Gangguan pendengaran yang lebih signifikan dan konstan
- Gejala ini bisa menjadi lebih buruk saat Anda berada dalam pencahayaan redup, kelelahan, atau jika Anda melihat banyak pemandangan yang merangsang secara visual di sekitar Anda.
- Serangan jatuh terjadi saat Anda jatuh dalam keadaan sadar
Minggu, 29 November 2020
"Cara Allah Menegur Manusia" dengan COVID 19
![]() |
| corona virus disease 2019 |
Virus adalah agen infeksi berukuran kecil yang bereproduksi di dalam sel inang yang hidup. Ketika terinfeksi, sel inang dipaksa untuk menghasilkan ribuan salinan identik virus asli dengan cepat. Virus sendiri tidak memiliki sel; pembentukan virus-virus baru berlangsung dalam sel inang yang terinfeksi.
Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
Kita dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika kita berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. kita juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut kita.
![]() |
| Kasus baru per tanggal 28 November 2020 di Indonesia |
Selasa, 24 November 2020
"Beragama" itu Sederhana, Mudah !!.
"beragama" membuat diri tercerahkan dan bahagia, juga orang lain, lingkungan ikut tercerahkan dan bahagia. beragama itu sederhana.
Jumat, 06 November 2020
Syukur atas Nikmat Allah.
Syukur Nikmat:
Ketika Sakit:
- Sakit mata ketika bisa melihat
- Sakit gigi ketika bisa menggigit
- Sakit muntah dan mual ketika bisa makan dan minum
- Sakit perut kembung ketika buang angin dan sendawa
- Sakit tidak bisa BAB ketika bisa
- Sakit BAB mencret -diare ketika normal
- Sakit tidak bisa BAK ketika bisa
- Sakit kencing batu ketika keluar batu
- Sakit batu kandung empedu ketika hilang
- Sakit sesak nafas ketika bisa nafas lega
- Sakit kehilangan keseimbangan badan dan Vertigo ketika bisa berjalan biasa dan bergerak
- Sakit anggota gerak badan ketika bisa membawa barang atau bergerak luwes
- Sakit tidak bisa tidur ketika bisa tidur
- Sakit tidur terus ketika bisa bangun dan beraktifitas
- Sakit tidak bisa berbicara ketika bisa bicara
- Sakit banyak bicara ketika bisa sedikit bicara
- Sakit hati dan sedih ketika bisa tertawa dan bahagia
- Sakit dari kematian ketika bisa diberi kehidupan(kesembuhan);
- Sakit tumor ganas ketika sembuh
- Sakit terinfeksi COVID 19 ketika sembuh
- Sakit Koma ketika sembuh
- Sakit Perdarahan berat ketika sembuh
- Sakit Syok berat ketika sembuh
- Sakit Dehidrasi berat ketika sembuh
- Sakit Sepsis berat ketika sembuh
- Sakit depresi berat ketika sembuh
- dst.nya.
Apakah masih kita mendustakan nikmat Allah dg tanpa mensyukurinya ?
Ketika Sehat :
- Mata dan indra ketika bisa melihat,merasakan,mengesankan keindahan objek alam, orang, objek hidup, fenomena, buku offline dan online ilmu-pengetahuan - hasil tehnologi.
- Mulut dan Gigi ketika bisa makan dan minum -hal yang lezat dan tidak lezat masuk kedalam pencernaan tubuh atau hal berupa obat yang dimakan dan minum.
- Hidung ketika dapat mencium bau harum dan busuk, dapat menghisap udara segar dengan lega.
- Telinga ketika dapat mendengar suara yang keras dan lemah, suara yang indah dan fals, suara yang berbeda frekuensi dan temponya
- Organ (liver, pankreas, kandung empedu,limpa) dan Saluran pencernaan tubuh(esofagus, gaster,duodenum, small bowel, colon- rektum ketika mencerna makanan dan minuman , obat , menyerap dan membuang hasil metabolisme dari dan ke seluruh organ tubuh yang lain dengan baik.
- Organ Ginjal dan Saluran kemih(ureter, kandung kemih) ketika mengalirkan, menyaring(filter), membuang dan menyerap kembali hasil metabolisme tubuh dalam bentuk cairan yang kotor dan bersih, mengatur keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah.
- Organ Jantung dan pembuluh darah(arteri,vena, lymph) ketika memompa, mengatur -distribusi input-output hasil metabolisme dari dan ke dalam sel sel tubuh dan ruang ruang antara sel ke seluruh organ tubuh, mulai dari otak sampai ujung kaki, dari permukaan kulit-rambut sampai organ organ dalam tubuh; menjaga dalam keadaan keseimbangan hemostasis
- Otak besar, otak kecil, batang otak ketika memproses semua aktifitas organ tubuh yang disadari dan tanpa disadari(volunter-involunter) dan meng-kontrol -kendali, rencana, dan action dari input-out data data yang diterima dari dalam otak(memory idea, pikiran, perasaan, emosi, spiritual) dan luar otak(persepsi dari interaksi dengan lingkungan).
- Tubuh dan anggota tubuh ketika dapat bergerak, berjalan, berlari, melompat secara maksimal; memegang, mencekram, menggantung, mengepal, meninju dengan kuat.
- Tubuh yang sehat:
- ketika bisa berpikir, mengingat, menghapal, belajar-membaca-melihat-mendengar-merasakan dan menyimpulkan sesuatu dengan baik dan bijak
- ketika dapat berbagi kebaikan dalam bentuk mengajar -ilmu, mengajar keterampilan, berbagi sedekah, infak, berbagi pikiran dan tenaga dengan baik
- ketika dapat bekerja melayani orang lain dengan profesional
- ketika dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan kemampuan profesional
- ketika dapat mengevaluasi diri dan merencanakan dan melaksanakan pekerjaan profesi
- ketika dapat bersosialisasi dan berkiprah baik dengan keluarga, tetangga, masyarakat
- ketika dapat menyumbangkan sesuatu kebaikan kepada bangsa dan negara
- Ketika miskin tapi sehat
- ketika kaya tapi sakit
Minggu, 01 November 2020
"Hack otak " / otak-atik 'OTAK'
Jumat, 30 Oktober 2020
NLP (Neuro-Linguistic Programming)
Ingatan saya tentang apa yang kami pikirkan pada saat penemuan (berkenaan dengan kode klasik yang kami kembangkan — yaitu, tahun 1973 hingga 1978) adalah bahwa kami cukup eksplisit untuk menggulingkan paradigma dan, misalnya, Saya, untuk satu, merasa sangat berguna untuk merencanakan kampanye ini menggunakan sebagian sebagai panduan karya luar biasa Thomas Kuhn (The Structure of Scientific Revolutions) di mana dia merinci beberapa kondisi yang secara historis diperoleh di tengah-tengah pergeseran paradigma . Misalnya, saya yakin sangat berguna bahwa tidak seorang pun dari kami yang memenuhi syarat di bidang yang pertama kami kejar — psikologi dan khususnya, aplikasi terapeutiknya; ini menjadi salah satu kondisi yang diidentifikasi Kuhn dalam studi historisnya tentang pergeseran paradigma.
- Subyektivitas. Menurut Bandler dan Grinder
- :Kami mengalami dunia secara subyektif sehingga kami menciptakan representasi subjektif dari pengalaman kami. Representasi subjektif dari pengalaman ini dibentuk dari panca indera dan bahasa. Artinya, pengalaman sadar subyektif kita adalah dalam pengertian tradisional penglihatan, audisi, taktik, penciuman, dan nafsu sehingga ketika kita — misalnya — melatih suatu aktivitas "di kepala kita", mengingat suatu peristiwa, atau mengantisipasi masa depan kita. akan "melihat" gambar, "mendengar" suara, "merasakan" rasa, "merasakan" sensasi sentuhan, "mencium" bau, dan berpikir dalam beberapa bahasa (alami). Lebih jauh lagi, diklaim bahwa representasi subjektif dari pengalaman memiliki struktur yang dapat dilihat, sebuah pola. Dalam pengertian inilah NLP kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang struktur pengalaman subjektif.
- Perilaku dapat dijelaskan dan dipahami dalam kerangka representasi subjektif berbasis-indra ini. Perilaku secara luas dipahami untuk memasukkan komunikasi verbal dan non-verbal, perilaku tidak kompeten, maladaptif atau "patologis" serta perilaku yang efektif atau terampil.
- Perilaku (dalam diri sendiri dan orang lain) dapat dimodifikasi dengan memanipulasi representasi subjektif berbasis indra ini.
- Kesadaran. NLP didasarkan pada gagasan bahwa kesadaran bercabang menjadi komponen sadar dan komponen bawah sadar. Representasi subjektif yang terjadi di luar kesadaran individu terdiri dari apa yang disebut sebagai "pikiran bawah sadar".
- Belajar. NLP menggunakan metode pembelajaran tiruan — disebut pemodelan — yang diklaim mampu mengkodifikasi dan mereproduksi keahlian seorang contoh dalam domain aktivitas apa pun. Bagian penting dari proses kodifikasi adalah deskripsi urutan representasi sensorik / linguistik dari pengalaman subjektif dari eksemplar selama pelaksanaan keahlian.




















